Senin, 08 April 2013

Bubur Candil dari Pemalang

Untuk laporan ke 8 kali ini karna kebetulan waktu buat pisang rai si adonan tepung berasnya masih ada eh si asisten langsung bilang wah sayang bu kalo dibuang, dibuat bubur cadil aja deh, mm…. apa tuh bubur cadil jadi kata si mba bubur cadil ini suguhan untuk selamatan 40 hari bayi baru lahir dan buat nya sama-sama dan tidak ada dijual di pasar tradisional, tadinya saya pikir yang dimaksud itu cendil ternyata bukan hehehe.

Bubur ini berasal dari Pemalang, assisten saya ini berasal dari Bojong Nangka - Pemalang. Sebelum posting saya sempet googling tapi kok yah ngga ada cerita tentang bubur ini walau di Wikipedia ada link tentang bubur cadil walaupun masih off tanda belum ada info tentang bubur ini. Kalau pun ada hanya gambar saja tanpa ada cerita dan resep sama sekali dan itupun dari indramayu kalo dilihat sepertinya itu dari singkong,  Jadi kalo ada yang mau menambahkan cerita tentang bubur cadil ini monggo ditambahkan.

Menurut si mba, bubur ini tidak pakai takaran (seperti kebanyakan kue tradisional lainnya) dan waktu mulung si tepung berasnya dibuat asal karna dikerjakan sama-sama jadi ukurannya tidak sama. Untuk saus Gulmer nya bisa disesuaikan selera untuk manis dan kekentalannya

Bubur Cadil dari Pemalang
By. Assistant - Silver


Bahan2 :
50 gr Tepung beras
Air kira-kira (agar bisa dipulung)
½ sdt Garam

Saus Gula Merah :
Santan kara yang paling kecil
100 gr Gula merah
100 ml Air
4 lembar daun pandan, simpul
1 Sdm Gula
½ sdt garam




Cara membuat :
-                Campur tepung beras, air dan garam aduk sampai bisa dipulung sisihkan
-                Siapkan panci masukan smua bahan dan diaduk-aduk hingga rata
-                Masukkan adonan tepung beras ke dalam panci saus gula merah, rebus hingga tepung berasnya lembut
-                Angkat dan sajikan

All pic can be viewed @ http://silverlov3.blogspot.com/2013/04/bubur-cadil-dari-pemalang.html

Best Regards,
   ~  Silvi  ~

silverlov3.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar