Jumat, 15 Maret 2013

Jongkong Kelapa Muda




Semenjak gong NCC-JTIW dipukul sama bu Fat, bingung banget mau buat apa? kaya'nya banyak banget yang mau dibikin. soalnya suka semuanya... suka apa kemaruk yah? :D

Tiba-tiba kepikiran jongkong, yang biasa djual kalau bulan puasa. suka banget sama cemilan ini. tapi pas google resep-nya loh kok malah jongkong lapis yang dari surabaya sama jongkong bangka. pas google pakai keyword jongkong kelapa muda... baru ketemu... finally
tapiii, masih bingung, ini aslinya dari daerah mana. 

Pas siang tadi bbm-an sama teh dewi nik...akhirnya ketahuan, kalau namanya Jojongkong dan aslinya dari jawa barat *mohon koreksi yah kalau salah...

ini dia...
 
JONGKONG KELAPA MUDA
 

Bahan:
Adonan Tepung:
100 g tepung beras
100 g tepung ketan
50 g tepung kanji
½ sdt garam
100 ml daun pandan suji
650 ml santan

Isi:
100 g kelapa muda keruk halus
100 g gula merah, iris halus

Pelengkap:
500 ml santan kental

Pelengkap:
daun pandan
daun pisang

Cara membuat:

  • Aduk tepung beras, tepung ketan dan tepung kanji hingga rata.
  • Campur dengan air daun suji dan 250 ml santan, aduk hingga larut.
  • Masak sisa santan hingga mendidih.
  • Tuang adonan tepung sambil aduk hingga rata dan matang. Angkat.
  • Ambil selembar daun pisang, beri 1 potong daun pandan.
  • Beri 2 sdm adonan tepung, beri sedikit gula merah dan kelapa muda.
  • Tuangi dengan santan kental hingga agak tergenang.
  • Bungkus bentuk tum, semat dengan lidi.
  • Kukus dalam kukusan panas hingga matang. Angkat, dinginkan.
Untuk 10 buah

Hasilnya.... teksturnya sesuai sama yang aku beli kalau bulan puasa. plus manis gurih dari gula merah plus santan. enakkk... apalagi kalau dimakan dingin... sebungkus gak cukup... 

semoga laporannya berkenan.... ^^

salam,
nia-bogor

Bola - Bola Ubi


Mau ikutan meramaikan ajang week2an kali ini dgn cemilan jadul yang simpel namun berjuta rasanya..hehehe..
Sedikit bercerita, kue ini memiliki nilai sejarah dalam keluarga kami. Dulu ini adalah menu bakulan ibu saya disamping dadar gulung isi unti (hehehe tnyata saya ada turunan bakulan kue jg..baru nyadar..) Jadi kue2 ini dibawa oleh kakak2 saya untuk dititipkan d kantin sekolah mereka (waktu itu saya belum sekolah) dan saya kebagian nyemilin sisa kue yg reject (karena meletus atau robek) Ennyyaakkk..nyem..nyemmm..

Demi mengenang masa kecil dulu,berikut saya tuliskan resepnya.

BOLA-BOLA UBI
 
Bahan :
500gram ubi kuning/orange,kukus dan haluskan
150gram tepung sagu
200 gram gula merah,sisir halus
1sdt garam
1/2 butir kelapa yg muda,parut kemudian dikukus
Air untuk merebus

Cara Membuat:
  1. Campur ubi,tepung sagu,garam,aduk hingga rata.
  2. Ambil 1sdm adonan ubi,bulatkan kemudian buat lubang dtengahnya,isi dengan 1sdt gula merah,bulatkan kembali,sisihkan.
  3. Rebus air hingga mendidih kemudian masukkan bola2 ubi,tunggu sampai mengapung, angkat dan tiriskan.
  4. Campur kelapa parut dengan 1/2sdt garam aduk rata. Gulingkan bola2 ubi ke dalam kelapa parut.
  5. Tata dalam piring saji,siap disantap.

Kue ini memiliki rasa yang mirip dgn klepon sehingga kalo memakannya harus d lepp/dicaplok langsung demi menghindari muncratan gula merah kemana2..hehehe..alias ada ranjau gulmernya..

Ahhh senangnya mengenang jaman kecil lewat makanan ini..thanks to trio TAH yg berkenan menerima laporanku..

*ngelap mulut yg kena ranjau gulmer*

Salam jajanan tradisional
Enny

Es Palu Butung

Dear Host T A H,

Ingin ikut berpartisipasi di event JTIW ini. Kebetulan punya pisang tanduk, jadi langsung dibuat Es Palu Butung. Hidangan ini memang salah satu favorit suami yang kebetulan sempat dibesarkan di Makasar.
Resep di dapat saat ada pelatihan dekat rumah. Komposisi gula sudah saya kurangi, karena saya kurang suka yang terlalu manis.

ES PALU BUTUNG

Bahan :
5 buah pisang tanduk / kepok
100 gr tepung beras
175 gr gula pasirCar
1250 cc santan cair
1/2 sdt garam
1 lembar daun pandan

Pelengkap :
Sirup Merah (Cocopandan) secukupnya

Cara :
  1. Larutkan tepung beras dengan santan cair, garam dan gula. Masukkan daun pandan. Aduk di atas api hingga mengental. 
  2. Masukkan pisang. Masak hingga matang
  3. Siram dengan sirup cocopandan
  4. Hidangkan dingin (bisa di tambah batu es)
Salam jajan tradisional,
Pipit

Srikaya

Setoran berikut ini adalah cemilan khas Palembang yang super gampil bikinnya, beneran lho...

Prinsip pembuatannya dengan perbandingan 1:1:1 untuk Santan : Telur : Gula , tapiiii kalau buat saya pemakaian gula dgn takaran tersebut  hasilnya maniiiisss banget. Jadi saya selalu menggunakan 1/2 takar saja.

Biasanya bikin srikaya pake pasta pandan *cara males* padahal daun suji tinggal metik di halaman. Demi mengikuti event ini malesnya dibuang deh... Dan memang hasilnya uenaaakkk banget dengan pemakaian daun pandan + daun suji.

Menyantap srikaya ini paling pas dengan ketan kukus. Kalau di Palembang, biasanya ga nyari sendok lg untuk menikmatinya. Jadi srikaya di tangan kiri lalu tangan kanan nyomot ketan, colek deh ke srikaya lalu haaappp nyaaamm... hehehe.

Berikut resepnya yaaa...

Srikaya Palembang
#Jajanan Tradisional Indonesia

Bahan :
2 cup  santan sedang
2 cup  telur
1 cup gula pasir
Sejumput garam
1 sdm susu bubuk
Air pandan suji ( daun pandan + daun suji diblender dgn sedikit air, lalu diperas/saring )

Cara membuat :
  1. Campur semua bahan, aduk sampai gula larut, saring adonan
  2. Panaskan kukusan dengan api sedang, tuang adonan ke cup srikaya kecil, kukus ±15 menit atau sampai matang.
  3. Hidangkan dengan ketan kukus.
Bahan dan cara membuatnya simpel kan, rasanya pun enak, lembut dan legit. Kalau ga percaya cobain deh...hehehe..

Salam kuliner Indonesia,
Wina Amir

Ciwang

 
Dear Host TAH yang baik hati...
Ikutan meramaikan NCC jajanan tradisional INDONESIA week,untuk melestarikan jajanan indonesia ini aku membuat CIWANG alias aci bawang.ciwang merupakan jajanan tradisional yang berasal dari sunda (jawa barat) yang terbuat dari aci kawung (tepung aren) yang atasnya ditaburi bawang goreng dan seledri makanya dinamakan ciwang alias aci bawang karena atasnya ada bawangnya,hehehe ^_^...
ini jajanan ketika aku masih kecil yang sekarang-sekarang ini susah di temui kalaupun ada itupun ketika bulan puasa tiba, di daerah ku banyak yang mulai berjualan ciwang ini, di bulan-bulan biasa jarang di temui.
kebetulan ada event ncc week aku sengaja membuat ciwang ini sekalian bernostalgia dengan makanan favoritku waktu kecil...rasanya mantap dech apalagi ditambah dengan kuah oncom yang super duper pedas dengan rasa kencur yang menggoda yuummmy...
patut untuk dicoba,untuk melestarikan kuliner tradisional INDONESIA. yukk intip resepnya...
 
CIWANG  
 
Bahan :
250 gram Aci kawung /tepung aren
1 liter santan
garam secukupnya
penyedap (bila suka,secukupnya)
bawang goreng (untuk taburan)
seledri,iris halus (untuk taburan)

Kuah Oncom:
1 papan oncom
2 siung bawang putih
4 siung bawang merah
10 buah cabe rawit (pedasnya sesuai selera)
2 cm kencur
garam secukupnya 
daun bawang (iris halus),secukupnya
1 sdm minyak goreng untuk menumis
300 ml air (banyaknya air sesuaikan dengan kebutuhan)

Cara Membuat :
  1. Campur aci kawung dengan santan,aduk rata kemudian saring.tambahkan garam/penyedap.
  2. Masak campuran aci dengan santan sambil terus di aduk-aduk (jangan sampai menggumpal),sampai meletup -letup (matang).
  3. Setelah matang tuang dalam wadah plastik,ratakan tunggu sampai auap panasnya hilang kemudian taburi bawang goreng dan selendri yang sudah di iris halus.potong-potong.
  4. Kuah oncom : haluskan bawang putih,bawang merah ,cabe rawit,kencur kemudian tumis sampai harum masukan daun bawang kemudian oncom yang sudah di remas-remas tambahkan air kemudian tambahkan garam/bumbu penyedap,tes rasa kalau sudah pas masak sampai matang.
  5. Sajikan ciwang dengan saus oncom.
Salam Jajanan Tradisional Indonesia,
Anna Yellita

Onde - Onde


Dear Hosts...
Pada laporan keduaku ini, aku membuat Jajanan Tradisional INDONESIA yang begitu populer danmudah diperoleh baik di penjaja kue kaki lima hingga bakery ternama yaitu kue ONDE-ONDE.
Menurut  wikipedia, kue Onde-onde berasal dari negeri Tiongkok.  Pendatang dari negeri tersebut memperkenalkan kue ini ke wilayah selatan dan berkembang luas hingga Asia Timur dan Asia Tenggara. Sehingga tidak heran jika kue Onde-onde bisa ditemukan di malaysia, vietnam dan Filipina dengan nama yang berbeda-beda. Di Malaysia kue ini disebut Kuih Bom, di Vietnam bernama Bahn Can atau Bahn Ram sedangkan di Filipina disebut Butsi.
Di Indonesia, kue ini dikenal merupakan kue khas daerah Mojokerto yang dulu merupakan wilayah kerajaan Majapahit. Tetapi sesungguhnya kue ini bisa dijumpai di daerah lain di sebagian besar wilayah Indonesia.
Resep yang saya pakai bersumber dari http://www.yenniscake.com/2010/12/resep-onde-onde.html. Resepnya sebagai berikut:

ONDE - ONDE

Bahan isi :
100 gr kacang hijau kupas, rendam minimal 2 jam, kukus sampai benar2 empuk, haluskan panas2
75 gr gula pasir
1/2 sdt garam
40 mL santan kental (pakai kara )
1 lembar daun pandan
1/2 sdt vanili bubuk

Bahan kulit :
125 gr tepung ketan
15 gr tepung tapioka
1/2 sdt garam
40 gr gula pasir
100 mL air hangat (kurang lebih) atau gunakan santan spy lebih lembut
50 gr wijen

Cara membuat :

Isi:
masak semua bahan sampai kering dan bisa dipulung. dinginkan. ambil kira2 10 gr lalu bulatkan, sisihkan.

Kulit :
Uleni semua bahan kulit (kecuali wijen) sampai licin dan bisa dibentuk.

Penyelesaian :
Ambil kira2 15 gr, isi dengan adonan isi. Bulatkan sampai rapat usahakan jangan ada isi yang keluar nanti pas digoreng jadinya jelek. Celupkan ke air, lalu gulingkan ke wijen hingga rata. Goreng dengan api kecil sampai kecoklatan.
Selamat Mencoba

Salam Jajanan Tradisional INDONESIA,

Essy Yuli

Ongol - ongol

 
ABG mau setoran jajanan tradisional INDONESIA ONGOL ONGOL. Pertama kali ikutan week-weekan. Memberanikan diri n nekad. ^_^
Mungkin semua juga bisa bikin ongol2, secara semua di sini pakarnya bebikinan.
Resep yg saya pakai biasa aja cuma cara pembuatannya saya pakai cara memanfaatkan modernisasi (cara org males kt mama saya).

ONGOL ONGOL NO NGINDEL

Bahan :
350gr gula jawa
200gr gula pasir
675gr air
60gr hunkwe
180gr tepung sagu tani
1bh kelapa parut
1ikat daun pandan
Garam secukupnya

Cara membuat: 
  1. Aduk kelapa parut, garam smp rata. Tambahkan sebagian daun pandan yg sudah di  simpul. Lalu kukus smp kelapa matang.
  2. Masak gula jawa, gula pasir dan sebagian daun pandan. Masak smp gula larut. Biarkan smp hangat
  3. Larutkan tepung hunkwe, sagu tani dgn sisa air.
  4. Masukan air gula sambil disaring. Aduk rata.
  5. Masukan dlm microwave setting timer 15mnt. Mulai deh di cook.
  6. Setelah micowave berjalan selama 5mnt, keluarkan aduk aduk, masukan kembali. Setelah 5mnt kedua keluarkan aduk kembali lalu masukan lagi ke dlm microwave. Lalu setelah 5mnt ke 3
  7. keluarkan dr microwave.. Jika adonan sudah bening tandanya matang. ( microwave saya cukup dgn 5mnt x 3 ).
  8. Sendokan adonan sebesar bola golf, gulingkan di kelapa kukus.
  9. Sajikan bersama the hangat atau kopi pahit.
Pendapat beberapa orang adonan ini terlalu lembek (kurang kenyal). Tapi pas dgn selera saya.
Jika lebih suka kenyal kurangi takaran air nya.
Versi cara pembuatannya bisa dilakukan juga utk beberapa jenis jajanan lain nya yg memerlukan proses mengindel. Misal selendang mayang, kue pisang dll.

Salam kuliner Indonesia,

Ade.

Klepon Labu Kuning


Ini adalah setoran ke 5. Kali ini saya membuat klepon labu kuning. Memang sudah banyak setoran jtiw yang berupa klepon, tapi kali ini setoran saya klepon labu kuning, enak dan khas labu kuning rasanya. Berikut resepnya,

Klepon Labu Kuning

Bahan :

500gram tepung ketan
300gram labu kuning yang sudah dihaluskan
1sdm air kapur sirih
1sdt garam
200gram gula merah disisir halus
Kelapa parut 150gram dikukus dengan 1sdt garam dan selembar daun pandan

Cara membuat :

  1. Remas2 labu kuning dengan tepung ketan, masukan garam dan air kapur sirih, aduk rata. Pipihkan sejumput adonan  beri isi gula merah yang sudah disisir, lalu bulatkan. Sementara didihkan air, masukan bulatan2 tepung ketan masak sampai mengapung ( mengapung tandanya sudah matang)
  2. Angkat dan gulingkan kedalam parutan kelapa. Tata dipiring saji, hidangkan bersama teh hangat. Selamat mencoba!

Salam Kuliner INDONESIA,
Nina

Bajigur



Selamat siang Host NCCJTIW...
Sudah beberapa hari ini flu ga sembuh-sembuh. Enaknya minum yang hangat-hangat nih. Yuk bikin bajigur aja. Sebenernya juga sudah lama banget kepengen minuman asli dari Jawa Barat ini. Cuma sekarang kalo beli di abang-abang pinggir jalan bener-bener gak berani. Jadi kalo liat tuh abang bajigur lewat cuma bisa memandang sambil ngiler aja. Habis zaman sekarang ada-ada aja. Entah gulanya pake gula biang, entah airnya dari comberan. Kalopun bersih eh dia nongkrongnya di tempat berdebu.  Cape deeeh...Nah daripada gara-gara kepengen sesuatu malah berefek samping yang merugikan mendingan juga bikin sendiri sekalian ngeramein NCC Jajan Tradisiona INDONESIA Week.
Bajigur ini sebenernya bisa diminum dalam keadaan hangat dan dingin. Enak dinikmati sambil ditemani ubi rebus, pisang rebus atau kacang rebus.Tapi kalo nunggu semua itu ada, bisa-bisa ga jadi eksekusi bajigurnya. Resepnya diambil dari majalah Femina. Berikut resepnya:
Bajigur
Sumber: Majalah Femina
Bahan:
100gr manisan kolang kaling warna hijau, iris tipis
-> Nyari di  2 supermarket ga ketemu akhirnya pake sari kelapa. Ternyata enak juga lhooo...
150gr daging kelapa muda, serut memanjang

Kuah:
11/2lt santan dari 1 butir kelapa parut
150gr gula merah, sisir halus
25gr gula pasir
150gr jahe emprit bakar
-> ga ngerti jahe emprit itu apa, tapi setelah google image penampakannya sih jahe biasa
5cm batang kulit kayu manis -> saya 10cm
2lbr daun pandan, simpulkan
1/2sdt garam
1sdm kopi bubuk -> saya lebih suka kurang lebih 3/4sdm

Cara membuat:

Kuah:
1. Didihkan santan bersama gula merah, gula pasir, jahe, kayu manis dan daun pandan hingga larut. Aduk perlahan agar santan tidak pecah.
2. Bubuhi garam dan kopi bubuk, aduk rata.
3. Angkat, diamkan sejenak hingga kopi mengendap. Saring.
4. Masukkan kolang kaling dan daging kelapa muda dalam gelas saji.
5. Tuang kuah hingga penuh.

(Untuk 6 porsi)

Kalo lagi flu seperti saya enaknya jahe ditambahkan sesuai selera. Kalau saya paling ngga 2x takaran di resep supaya lebih pedes dan hangat. Yuuuk mariii disruput duluuu....:)

Permisiiiii, mau nambah bajigur lagi dulu yaaahhh

Salam yang hangat-hangat

Terima kasiiiih


Okky Lasiny
http://www.lareposteriade0kky.blogspot.com

Sala Lauak



Dear para Host dan NCC-ers yang baik hati,
Saya mau ikut meramaikan acara Jajan Tradisional INDONESIA Week, kelihatannya seru dan asyik nih :)
Jadi teringat teman kuliah dulu di Padang, waktu itu diajak ke rumah kakaknya yang jual SALA LAUAK, menurut saya rasanya enak. Kemaren baru nelpon minta resepnya, langsung eksekusi deh.
Sala Lauak ini jajanan tradisional dari daerah Pariaman Sumatera Barat.
Dan sekalian buat yang nanya resep kue pake tepung beras, tanpa telur, gula, susu dan keju mungkin resep ini bisa jadi salah satu alternatif. Skip saja cabenya bila tidak suka.
Berikut resepnya:

SALA LAUAK

By Nila Fitriani

Bahan:
• 500 gr Tepung beras di sangrai
• 1 ekor Ikan asin peda buang kepala dan tulang, goreng, suwir halus
• 2 lembar daun kunyit muda iris halus
• 2 batang daun bawang iris halus
• 1000 ml Air panas mendidih

Bumbu yang dihaluskan:
• 1 sdm cabe giling (saya pakai 5 bh cabe merah)
• 5 siung bawang merah
• 4 siung bawang putih
• 2 cm jahe
• 1 cm lengkuas yg muda
• 1 cm kunyit
• Garam sckp
• Minyak goreng untuk menggoreng

Cara Membuat:
  1. Masukkan tepung beras yang sudah disangrai ke dalam mangkok, masukkan bumbu halus, ikan dan irisan daun kunyit dan daun bawang.
  2. Siram air panas ke adonan sedikit2 dan aduk2 dengan sendok hingga tercampur rata.
  3. Setelah agak dingin, ambil dan bulat2kan kira-kira sebesar bakso, langsung goreng dalam minyak yang panas (minyak agak banyak).
  4. Setelah kuning kecoklatan angkat, sajikan.

Salam hangat,
Upie Salma

Klepon

Selamat siang Trio Host JTIW dan NCCers sekalian..

Demi ikut berpartisipasi dalam melestarikan jajan tradisional Indonesia, jadilah diriku setor resep Klepon. Satu jajanan yang cukup populer di Indonesia, yang kalau ditanyakan asli dari daerah mana, semua akan berebut teriak mengaku sebagai daerah origin-nya Klepon. Jadi cukup aku tulis Indonesia saja, yaaa.. Heheheheh..

KLEPON

Bahan-bahan:
200gr tepung ketan
100gr tepung beras
150ml air hangat
1/2 sdt pasta pandan
1 sdt air kapur sirih
200gr kelapa muda parut
1/2 sdt garam
1 lembar daun pandan
150gr gula merah serut

Cara membuat:
  1. Campur kelapa parut dengan garam dan daun pandan lalu kukus, sisihkan.
  2. Campur tepung ketan dengan tepung beras lalu tuangi campuran air hangat + pasta pandan + air kapur sirih.
  3. Pulung bulat sebesar kelereng sampai adonan habis.
  4. Pipihkan, lalu isi dengan kira-kira 1/4 sdt gula merah, lalu kembali bulatkan.
  5. Rebus dalam air mendidih hingga mengapung dan matang
  6. Angkat klepon dari air rebusan, langsung gulingkan ke parutan kelapa.
  7. Siap dihidangkan.

Salam kuliner Indonesia,
Mrs. Ho

Es Selendang Mayang

Sore TRIO TAH  .........
Setoran yang ke 4 saya pilih selendang mayang karena hari minggu kemaren main ke kota tua ada yang jual es selendang mayang lembut banget rasanya kalau ga salah selendang mayang ini asli betawi yeee... Yang punya betawi ngacung deh hehehe..... Langsung aje yee ke TKP nyook !

Es Selendang Mayang

Bahan: 
Selendang Mayang:
  • 750 ml air
  • 50 g tepung sagu Tani
  • 50 g hunkue
  • 1 sdm tepung beras
  • 2 lembar daun pandan, simpulkan
  • 1/2 sdt garam
  • 125 g gula pasir
  • 1/2 sdt pewarna makanan warna merah muda

Kuah santan, didihkan sambil aduk-aduk:
  • 750 ml santan dari 1 butir kelapa parut
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 3 lembar daun pandan, sobek-sobek

Air gula, didihkan hingga kental:
  • 300 g gula merah, sisir halus
  • 1/4 sdt garam
  • 300 ml air

Pelengkap:
  • Es batu

CARA MEMBUAT:
  1. Selendang Mayang: Campur 250 ml air bersama tepung sagu tani, hunkue dan tepung beras. Sisihkan.
  2. Didihkan sisa air, daun pandan, garam, dan gula pasir hingga larut. Angkat, saring.
  3. Jerang kembali campuran air dan daun pandan di atas api kecil, masukkan campuran tepung sagu dan hunkue, aduk cepat hingga tercampur rata, didihkan. Angkat.
  4. Tuang ke dalam loyang ukuran 22,5 x 29,5 x 3 cm, ratakan. Perciki dengan pewarna merah, ratakan dengan kuas hingga seluruh permukaannya berwarna merah. Biarkan dingin dan agak mengeras
  5. Kuah santan : rebus semua bahan diatas api sedang hingga mendidih dan di aduk aduk agar santan tidak pecah angkat dan sisihkan.
  6. Sirop Gula : rebus semua bahan di atas api sedang hingga Gula larut dan mendidih sekali sakali di aduk.kecilkan api masak hingga gula mengental, angkat dan biarkan dingin.
  7. Penyajian: Sendoki tipis-tipis selendang mayang, taruh dalam gelas saji, sirami santan dan air gula. Tambahkan es batu sajikan dingin.
apabila ada kata kata yang salah dalam penamaan tolong di betulkan .terima kasih


Salam es selendang mayang,
Tahany dewi

Wingko Pisang

Dear trio TAH yang cantik2...

Begitu gong NCC-JTIW dibunyikan, langsung diniatin pokoke harus ikutan, apalagi ngeliat logonya yg lucuuu banget, ah makin gak sabar aja pengen dapet logo si mboke :D
So, tadi pagi langsung uplek-uplek di dapur, bikin Wingko Pisang. Wingko, seperti yang kita tahu.. berasal dari Semarang, termasuk daftar oleh-oleh wajib dari Semarang. Berhubung di rumah lagi banyak pisang ambon, jadi wingkonya aku tambahin pisang ambon :D.

Ini dia resepnya, aku ambil dari :  http://catatan-nina.blogspot.com/
O iya, sengaja aku pilih resep ini karena tidak memakai santan. Tapi rasanya tetap gurih dan enak.

WINGKO PISANG (resepnya sudah aku sesuaikan)

Bahan :
200 gr tepung ketan
1 butir kelapa ---> kupas dan parut (kurleb 400 gr)
1
20 gr gula pasir
1/4 sdt garam
1 butir telur kocok lepas
50 gr margarin ---> lelehkan
2 buah pisang, potong dadu kecil
90 ml air
Wijen secukupnya (utk taburan)

Cara Membuat:
Campurkan : tepung ketan, gula pasir, kelapa parut, pisang, dan garam. Aduk rata.Tambahkan : telur, margarin leleh, air. Aduk rata.
Siapkan loyang 22x22 cm, oles margarin dan alasi dengan daun pisang, tuang adonan ke dalam loyang, ratakan.Oven sampai setengah matang, keluarkan, taburi dengan wijen, kemudian oven lagi di rak paling atas.
Setelah dingin baru dipotong. (kalo tadi karena udah gak sabar dan mau brkt kerja, jadi masih panas2 aku potong :D).

Terima kasih,
Suri

Combro


Hai haiii... Tri TAH yang cantik cantik

Mau laporan ke 2 , kali ini aku bikin combro. Yang aku tau combro ini berasal dari  tanah pasundan yang artinya oncom di jero hehheee...
Kalo diisi dengan gula merah jadinya misro alias amis dijero (amis=manis) begitulah sekilas info yang aku tau seputar percombroan.

Jajanan ini terbuat dari bahan yang begitu sederhana dan sangat mudah dibuatkan. Berikut ini resepnya


Combro

Bahan :
1 kg singkong , kupas dan parut
Stgh butir kelapa , parut
Garam secukupnya

Isi :
1 buah oncom
10 buah cabai merah (rawit)
5 butir bawang merah
2 butir bawang putih
Seruas kencur
Garam, gula secukupnya
Penyedap bila suka

Penyelesaian:
  1. Singkong yg sudah diparut, dicampur dengan kelapa dan garam aduk2 sampai rata
  2. Haluskan semua bumbu lalu tumis sampai harum dgn minyak yg agak banyak lalu masukkan oncom yang sudah dicuci dan di bejek (diancurkan) , beri garam gula dan penyedap dan ditumis sampai matang.
  3. Ambil  adonan singkong, beri 1 sdt (sesuai selera) oncom tumis lalu bentuk bulat (lonjong)
  4. Goreng dengan api sedang sampai matang

Demikian laporan seputar week week an kali ini, semoga berkenan.

Salam jajan tradisional
Sugi bae

Jenang Sengkolo

Hai para host cantik

Kali ini laporan pertama adalah Jenang Sengkolo.... Sebenernya sama aja sih ama jenang merah... Cuma istilah aja yang membedakan... Jenang Sengkolo ini banyak di kala acara2 jawa, seperti pindahan rumah, siraman, atau acara yang lain.


Jenang Sengkolo

Bahan :
100 gr nasi putih ( u/menghemat waktu)
300ml santan encer ( kalau kurang lembek, bisa ditambah sampai mendapat kekentalan yg diinginkan)
1 sdt garam
2 lembar daun pandan
50 gr gula merah/ jawa , di serut

Cara:
  1. Campur nasi, santan, garam dan pandan, masak sampai mendidih, diaduk2 terus sampai jadi bubur
  2. Ambil setengah bagian... Tuangkan gula jawa serut... Ini u/ bubur merahnya
  3. Siap dihidangkan

Untuk kuahnya bisa bikin dari santan kental dkasih garam, dan pandan, aduk, didihan pertama langsung matikan.

Selamat mencoba...

Peppy

Cilok


Halow Trio TAH yang cantik nan imut menggemaskan. Mau ikutan laporan yaaaaaaa
Bikinnya yang mudah aja, tapi ngga bosan-bosan ama makanan yg satu ini yaitu CILOK alias aCI dicoLOK.
Tahunya sih makanan ini berasal dari kampung halaman Jawa Barat yaitu Bandung, tapi kayaknya skrg bisa ditemuin dimana2 si CILOK bulat kecil nikmat menggoda ini :)
Penyajian sebenarnya CILOK di dalam plastik dicampur bumbu kacang, dan dinikmati dengan dicolok oleh tusukan sate/lidi. Tapi supaya difotonya cantik seperti trio TAH, disajikan diatas pisin dicolok pake garpu.
Resep yang dipakai didapat dari hasil nelpon Uwak di Bandung. Heheheeee


CILOK
BAHAN :
200 gr tepung kanji
3 sdm munjung tepung terigu
1 btg seledri rajang halus
300 ml air panas dicampur:
½ sdm lada, 1 sdm peres garam, 2 butir bawang putih yg dihaluskan

Bumbu cilok:
- 3 siung bawang putih
- 4 cabe merah keriting (sesuai selera)
- 100 gram kacang tanah yang sudah digoreng
- gula merah secukupnya
- garam secukupnya
- jeruk nipis
- air secukupnya


Cara Membuat:
  1. Campur tepung kanji, terigu dan seledri, masukkan air larutan bumbu sedikit2 sambil diaduk hingga rata dan adonan menjadi kalis serta bisa dibentuk (hasil akhir adonan lembek tp tidak lengket dan bisa dibentuk)
  2. Bentuk adonan menjadi bulatan2 lalu masukkan ke air panas yg telah mendidih, tunggu sampai mengapung dan warna berubah agak transparan lalu angkat
  3. Bumbu Kacang: Campur semua bumbu dan blender hingga halus, sajikan bersama cilok.

Salam Jajan Tradisional INDONESIA!!!!
-DaNti-

Bubur Sumsum

Selamat pagi para host NCC-JTIW & rekan2 milis NCC,

Pagi ini, Jajanan Tradisional INDONESIA yang saya buat adalah Bubur Sumsum dari Pulau Jawa. Enak makan bubur sumsum hangat2 utk sarapan hbs bangun tidur :)

Ketika cari2 di internet mengenai asal-muasal bubur sumsum, saya ketemu tulisan ini di http://www.anneahira.com/bubur-sumsum.htm

Berikut saya copas dr webnya: 

*Bubur sumsum merupakan makanan tradisional yang memiliki banyak pengemar baik di dalam masyarakat Indonesia hingga ke negara tetangga. Untuk di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, bahkan Hongkong dan Taiwan, bubur sumsum biasanya diperkenalkan kepada masyarakat di negara tetangga tersebut oleh para Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang bekerja di negara-negara tetangga tersebut.

Bubur sumsum ini berasal dari kebiasaan adat istiadat masyarakat yang ada di Pulau Jawa Indonesia. Pada perkembangannya, makanan tradisional bubur sumsum ini menjadi bagian dari kehidupan, adat istiadat dan budaya di sebagian besar masyarakat Indonesia. Tidak hanya penduduk yang berada di Pulau Jawa saja yang terbiasa menyajikan dan mengkonsumsi bubur sumsum ini, namun penduduk di daerah lain yang sudah pernah merasakan nikmatnya bubur sumsum juga ikut menjadikan bubur sumsum ini sebagai makanan favorit mereka.

Nama bubur sumsum ini sebenarnya diambil dari penampilannya yang seperti sumsum tulang yang putih bersih. Karena rasanya yang manis dan lembut, bubur sumsum ini dipercayai mampu mengembalikan stamina dan energi yang hilang akibat berbagai aktivitas. Bahkan, ada beberapa orang yang menyukai menu bubur sumsum ini sebagai hidangan di waktu sarapan.

Bubur sumsum sering disajikan pada perayaan selamatan rumah atau perayaan selamatan lainnya. Selain itu, bubur sumsum juga biasanya dihidangkan sebagai penutupan setelah ada hajat besar seperti setelah ada upacara dan perayaan pernikahan, kelahiran atau upacara-upacara besar lainnya. Bahkan karena rasanya yang manis itu pula, banyak orang yang menyajikan bubur sumsum ini sebagai menu berbuka puasa.*

Ini resep yg saya buat tadi pagi:

Bubur Sumsum

Bahan:
150 g tepung beras
garam secukupnya
950 ml santan

Kinca / Sirop Gula Merah:
gula merah, diiris halus
daun pandan
air

Cara Membuat:
- Aduk rata tepung beras, garam & santan, kemudian masak di atas api sampai kental & matang

Untuk kinca:
- Rebus gula merah dengan air & daun pandan sampai kental kemudian disaring.

Hidangkan dengan mencampurkan bubur dengan kinca secukupnya.

Selamat menikmati :)

Salam JTIW,
-Ine-

Ketan Srikaya


Olaaaa trio JTIW yang baik hati dan tidak sombong,
Setoran ketiga di week2an Jajanan Tradisional INDONESIA ini adalah ketan srikaya yang asalnya dari Padang- Sumatera Barat. Katanya sih ini asalnya hantaran untuk mertua saat bersilaturahmi di bulan Ramadhan, biasanya ditemani menu hantaran lainnya seperti rendang dan olahan daging ayam, masing2 makanan ini dimasukkan ke dalam rantang bersusun. Untuk menikmati ketan srikaya ini bisa dicampurkan ke dalam bubur kampiun, tapi agak dobel2 manisnya ya, tp dimakan begitu aja juga enak koook.
Resepnya dulu browsing2 tapi aku ga perhatiin yang punyanya siapa, yang pasti member ncc juga karena kalau nyari resep pasti diujung keywordnya ngetik "ncc". Minta izin ya sama empunya resep, hasilnya enak enak enak dan manisnya cukup ga kemanisan.

Ketan Srikaya

Bahan:
500 g beras ketan putih
300 ml santan sedang
½ sdt garam
1 lembar daun pandan, potong-potong
Lapisan:
300 ml santan kental
4 butir telur ayam
250 g gula merah, sisir halus
3 sdm gula pasir
50 g tepung terigu
1 sdm tepung maizena
½ sdt vanili bubuk

Cara membuat:

  1. Kukus ketan hingga setengah masak. Angkat.
  2. Didihkan santan, garam dan daun pandan.
  3. Tuang ke dalam ketan, aduk-aduk hingga santan habis terhisap ketan.
  4. Kukus dalam kukusan hingga matang. Angkat.
  5. Selagi masih hangat, ratakan dalam loyang segi empat sambil padatkan.
Lapisan:
  1. Campur santan dan telur hingga rata.
  2. Tambahkan bahan lainnya, aduk hingga gula larut. Saring.
  3. Tusuki permukaan ketan di berbagai bagian dengan garpu.
  4. Tuang adonan Lapisan ke atas ketan.
  5. Kukus dalam kukusan panas (bungkus tutupnya dengan serbet bersih) selama 30 menit hingga matang.
  6. Angkat dan dinginkan.
  7. Potong-potong dan sajikan.
Salam JTIW,
Yeni