Rabu, 13 Maret 2013

Gandasturi


Mau laporan lagi,  kali ini jajanan tradisioanal INDONESIA yang saya buat adalah Gandasturi sebagai camilan minum teh tadi sore.
Ketika dulu masih SD & pindah ke Jakarta, ibu saya biasa membelikan gandasturi di tukang gorengan pinggir jalan. Teksturnya yang garing di luar berpadu dengan lembut & gurihnya kacang hijau di dalam sukses membuatnya menjadi gorengan kesukaan saya :)

Namun, seiring waktu, jarang saya temui gandasturi ini lagi di penjual gorengan di jakarta dsk.
Bahkan, ada yang nggak tahu apa itu kue gandasturi kalau saya tanyakan baik pada penjual gorengan jenis lain maupun bbrp tetangga saya.

Sebelum menulis laporan ini, saya browsing di internet untuk cari tahu asal-usul gandasturi
namun sayangnya tidak ada. Tapi di beberapa artikel yang saya baca, dikatakan Gandasturi ini adalah nama lain dari Kue Kumbu Kacang Hijau dari Palembang.
Mohon masukan dari teman2 lain yang lebih tahu apakah memang gandasturi ini adalah kue kumbu.
Resep ini adalah hasil kira2 sendiri ditambah masukan dari ngobrol sama teman2 mengenai kue ini.

Gandasturi
Bahan:
250 g kacang hijau (rendam selama beberapa jam, hati2 jangan terlalu lama nanti jadi tauge) :)
daun pandan
garam
6 sdm gula pasir (sesuai selera)
100 ml santan pekat

Bahan pencelup:
6 sdm tepung terigu
5 sdm tepung beras
air secukupnya

Cara Membuat:

  1. Rebus kacang hijau sampai lembut, masukkan daun pandan, garam & gula pasir.
  2. Teruskan mengaduk sampai kacang hijau hancur & habis airnya, angkat, dinginkan.
  3. Ambil adonan sebanyak 1,5 sdm, bentuk menjadi bulat pipih kira-kira 1/2 cm, sisihkan.
  4. Siapkan bahan pencelup kemudian celupkan adonan kacang hijau yang sudah dibentuk
  5. Goreng hingga matang.

Selamat mencoba & menikmati gorengan yang istimewa ini.

Salam JTIW,
Ine

Sarikaya


Kali ini bikin "SARIKAYA", ini jg makanan favorite, bikin nya juga mudah, simpel dan gak pake ribet.
Teksturnya yang lembut seperti puding menjadikan makanan ini juga jadi favorite anak2 di rumah.

Bahannya yg digunakan juga hanya campuran telur, santan dan gula tanpa penambahan tepung apapun. Yang penting gunakan telur yang masih baru dan segar agar tidak amis.

Sekarang sudah banyak variasi dari sarikaya ini, biasanya yg original hanya sarikaya gula merah/aren, sekarang ada sarikaya pandan, sarikaya nangka dan sarikaya kelapa muda, mungkin ada lagi variasi sarikaya yang lainnya,  Jadi sudah kaya citarasa.

SARIKAYA

Bahan :
8 btr telur yang segar
200 gr gula pasir
100 gr gula merah, sisir halus
1000 ml santan sedang
Daun pandan, potong kecil2
1/4 sdt kayu manis bubuk (optional)

Caranya:
  1. Telur dikocok lepas, tambahkan gula pasir dan gula merah.
  2. Aduk rata sampai gula larut. Tambahkan santan. Masukkan kayu manis bubuk. Aduk hingga rata. Saring jika diperlukan agar adonan licin dan tidak ada gula merah yg menggumpal.
  3. Tuang ke cetakan/aluminium box kecil.
  4. Kukus dgn api sedang kurleb 10 - 15 menit.
  5. Potongan daun pandan diletakkan diatas adonan pd saat adonan setengan matang agar tidak tenggelam.
  6. Dan sesekali buka tutup dandang utk mengeluarkan uap panas agar permukaannya licin dan tidak menggelembung.
Salam JTIW

Wenny

Es Selendang Mayang


Setoran yang ke 4 saya pilih selendang mayang karena hari minggu kemaren main ke kota tua ada yang jual es selendang mayang lembut banget rasanya kalau ga salah selendang mayang ini asli betawi yeee...
Yang punya betawi ngacung deh hehehe.....langsung aje yee ke TKP nyook !

ES SELENDANG MAYANG

Bahan: 
Selendang Mayang:
  • 750 ml air
  • 50 g tepung sagu Tani
  • 50 g hunkue
  • 1 sdm tepung beras
  • 2 lembar daun pandan, simpulkan
  • 1/2 sdt garam
  • 125 g gula pasir
  • 1/2 sdt pewarna makanan warna merah muda

Kuah santan, didihkan sambil aduk-aduk:
  • 750 ml santan dari 1 butir kelapa parut
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 3 lembar daun pandan, sobek-sobek

Air gula, didihkan hingga kental:
  • 300 g gula merah, sisir halus
  • 1/4 sdt garam
  • 300 ml air
Pelengkap:
  • Es batu
Cara Membuat:
  1. Selendang Mayang: Campur 250 ml air bersama tepung sagu tani, hunkue dan tepung beras. Sisihkan.
  2. Didihkan sisa air, daun pandan, garam, dan gula pasir hingga larut. Angkat, saring.
  3. Jerang kembali campuran air dan daun pandan di atas api kecil, masukkan campuran tepung sagu dan hunkue, aduk cepat hingga tercampur rata, didihkan. Angkat.
  4. Tuang ke dalam loyang ukuran 22,5 x 29,5 x 3 cm, ratakan. Perciki dengan pewarna merah, ratakan dengan kuas hingga seluruh permukaannya berwarna merah. Biarkan dingin dan agak mengeras
  5. Kuah santan : rebus semua bahan diatas api sedang hingga mendidih dan di aduk aduk agar santan tidak pecah angkat dan sisihkan.
  6. Sirop Gula : rebus semua bahan di atas api sedang hingga Gula larut dan mendidih sekali sakali di aduk.kecilkan api masak hingga gula mengental, angkat dan biarkan dingin.
  7. Penyajian: Sendoki tipis-tipis selendang mayang, taruh dalam gelas saji, sirami santan dan air gula. Tambahkan es batu sajikan dingin.
Salam es selendang mayang,

Tahany Dewi

Putu Mayang

Senang bisa mengikuti event yang memperkaya pengetahuan kita akan Jajanan Tradisional INDONESIA.
Kali ini saya membuat Putu Mayang, yang konon berasal dari India, disana terkenal di daerah Kerala dan Tamil Nadu dan disebut dengan iddiyappam. Sedangkan di Singapura dan Malaysia disebut Putu Mayam. Di INDONESIA sendiri menurut beberapa sumber disebutkan bahwa Putu Mayang ini berasal dari Betawi.
Tapi saya yang semasa kecil tinggal di Bandung lumayan mudah mendapatkan Putu Mayang,tersedia di pasar ataupun toko kue basah, sama halnya ketika saya sekarang tinggal di Jakarta.

Awalnya karena 2 hari yang lalu saya menemukan cetakan Putu Mayang ini di salah satu supermarket, wah jarang-jarang nih nemu yang beginian dan kebetulan bahan-bahan ada semua. Jadilah saya membuatnya utk ikutan JTIW :)
Bentuk Putu Mayang yang keriting, kenyal dipadu dengan saus gula bersantan,mmm lembut-lembut manis rasanya, bikin ketagihan deh makan ini. Ketika saya membuat ini juga tidak terasa udah abis 6 buah hahaha..

Resep diambil dari blog Mbak Hesti (Hesti's Kitchen) ijin copas ya mbak, Rasanya enak karena di adonan nya memakai santan, dimakan tanpa saus pun sudah enak.
Saya tidak memakai nangka pada saus, karena tidak mendapat nangka,mungkin sudah tidak musim.

Berikut Resepnya :

Putu Mayang
By: Hesti's Kitchen

Bahan :
- 250 gr tepung beras
- 3 sdm gula putih
- 1 sdt garam
- 500 ml santan dari satu butir kelapa
- 100 gr tepung sagu
- 1 sdm minyak untuk mengoles daun pisang
- pewarna merah secukupnya (indri: pasta koepoe strawberry 4 tetes)
- pewarna hijau secukupnya (indri : pasta koepoe pandan 3 tetes)

Bahan saus (masak semua bahan sampai mendidih) :
- 200 gr gula merah, disisir halus
- 2 sdm gula pasir
- 500 ml santan dari 1 butir kelapa
- 1 lembar daun pandan
- 5 mata nangka, potong-potong kecil

Cara membuat :

  1. Campur tepung beras, gula, garam, dan santan, aduk rata. Masak di atas api kecil sambil diaduk hingga menggumpal. Angkat. Tambahkan tepung sagu, uleni hingga tercampur rata.
  2. Bagi adonan menjadi 3 bagian. Satu bagian diberi pewarna merah , satu bagian diberi pewarna hijau, dan satu bagian dibiarkan putih. Tutup adonan agar tidak kering.
  3. Masukkan adonan secukupnya ke dalam cetakan putu mayang. Tekan sambil ditampung di atas daun pisang yang sudah diolesi minyak. Kukus selama 20 menit sejak air mendidih. Angkat. Sajikan bersama sausnya

Salam,
Indri Wulantrisna

Lupis Ketan Putih dan Ketan Hitam




 
Dear Para Host,

Ini adalah laporan pertama saya di NCC Jajanan tradisional indonesia Week dan juga kali pertama buat saya ikutan event week-weekend, baru bergabung soalnya. Senang sekali bisa bergabung di grup ini. Untuk laporan perdana ini saya membuat Lupis ketan putih dan ketan hitam.

Lupis ini adalah makanan kesukaan saya dari kecil, saya sendiri juga gak tahu asal nya lupis dari daerah mana karena lupis sudah dikenal luas di masyarakat indonesia.

Biasanya kalau di daerah asal saya di Medan, dijual sebagai menu sarapan pagi berbarengan dengan lontong, medan, nasi lemak, lupis, cenil, serabi kuah dll.

Makanan manis ini terbuat dari beras ketan atau pulut namanya kalau di medan, dibungkus didaun pisang dan dibentuk segitiga. Dinikmati dengan baluran kelapa parut dan disiram kuah kinca gula merah, hmmm nikmat sekali.

Biasanya ketan ini dibuat dengan menggunakan daun pisang, tapi karena di daerah saya tinggal sekarang daun pisang adalah barang langka, kalaupun ada biasanya sedikit dan ukurannya tidak lebar, sehingga susah untuk membungkus lupis.

Akhirnya demi menikmati lupis walaupun jauh dari tanah air, saya pun membungkusnya dengan menggunakan plastik dan membungkusnya membentuk segitiga. Caranya hampir sama dgn menggunakan daun, cuma kalau menggunakan plastik membungkusnya harus sambil dipadatkan hingga benar2 padat, lalu menusuk sekeliling permukaannya dgn menggunakan tusuk gigi.

Kali ini saya membuat lupis dari ketan putih dan juga ketan hitam.

Lupis

Bahan:
1 kg Beras Ketan
Pasta Pandan secukupnya (kalau menggunakan plastik)
Kalapa parut, kukus bubuhi garam secukupnya

Cara:
Rendam beras ketan kurleb sekitar 2-3 jam, lalu buang airnya hingga tersisa sedikit lalu bubuhi pasta pandan sedikit saja (hanya cukup untuk mendapatkan warna hijau alami seperti kalau kita merebus lupis menggunakan daun pisang, kalau menggunakan daun pisang tidak perlu dibubuhi pasta pandan), aduk hingga merata lalu tiriskan.
Ambil selembar daun pisang/plastik yg sudah dipotong persegi panjang, kira-kira ukuran 36 x 7 cm, lalu bentuk segitiga, isi dengan beras ketan hingga penuh, lalu lipat membentuk segitiga, lipat terus sampai keujung daun/plastik. (kalau menggnakan plastik sewaktu melipat harus sambil ditarik dan dipadatkan, kalau menggunakan daun pisang cukup dipadatkan saja), semat dengan tusuk gigi.
Tusuk-tusuk seluruh permukaannya dengan tusuk gigi hingga merata (tidak perlu jika menggunakan daun pisang)

Bahan Kinca Gula Merah :
Air secukupnya
Gula Merah (secoklat yang diinginkan saja)
Gula Pasir
Daun Pandan
Kayu Manis
Tepung kanji secukupnya, larutkan dgn sedikit air

Cara:
Rebus semua bahan kecuali larutan tepung kanji, rebus hingga mendidih, tambah gula pasir hingga cukup manis, lalu masukkan larutan tepung kanji sedikit demi sedikit hingga agak mengental.

Penyajian:
Gulingkan lupis di kelapa parut, letakkan dimangkok saji lalu tuang kuah kinca secukup nya

Terimakasih

Wenny
www.wennykitchen.blogspot.com

Geplak Betawi

Saya member baru nih, mau ikutan setor jajanan tradisional.
Suka banget sama yang namanya geplak betawi, biasanya nemu kalo ada undangan nikahan orang betawi, tapi sekarang udah jarang banget nemu.

Akhirnya diajarin sama temen yang betawi asli cara bikinnya, make resep neneknya.

Sempet browsing2 juga di google, tapi saya lebih suka sama resep neneknya temen.
Tradisional dan simple banget bikinnya.

GEPLAK BETAWI

Bahan:

500 gr, tepung beras
1/2 kepala, kelapa parut besar (-/+ 250 gr)
1/2 sdt, salt
4 pcs, daun pandan
250 gr, gula merah
100 cc, air


Cara Membuat:

  1. Campur rata tepung beras, kelapa, garam, daun pandan.
  2. Disangrai dengan api kecil, sampe daun pandannya kering. Kurang lebih setengah jam.
  3. Gula merah dan air dibikin kinca, saring.
  4. Campur kinca dengan tepung beras, digumpel2 sampe adonan bersatu.
  5. Biasanya adonan ditaro/dibentuk diatas tenong (baki besi khas betawi), diteken2 sampe padet.
  6. Berhubung ga punya tenong, jadinya adonan dibentuk di ring, bawahnya pake aluminium foil.
  7. Digaret bentuk ketupat, diatasnya ditabur terigu sedikit. Kalo dulu sih, di jemur dibawah matahari. Kalo saya biasanya bakar di oven  suhu 50 C, sekitar 20 menit.
Jadi deh.. :)

Cheers,
Monique


Wajik Beras Ketan

Dear Host TAH yang cantik,

 
Ikutan setor yaa
Jajanan tradisional dari Jawa yang gak begitu ribet buatnya menurut daku. Bahannya juga mudah didapatkan.  Sebenarnya lebih enak kalo ditemenin sama jadah/tetel yang  berwarna putih gurih.
 
Resepnya dari Mamaku dan kali ini pake gula merah sesuai resep aslinya. Biasanya daku ubah menggunakan gula pasir dan pewarna merah jambu.
 
 
Wajik Beras Ketan
 
Bahan :
500 gram beras ketan putih
350 ml santan kental dari 1 butir kelapa
200 gram gula jawa, sisir halus
3 lembar daun pandan
½ sdt garam
 
Cara Membuat :
1.     Rendam beras ketan putih selama 1 jam
2.     Lalu kukus hingga matang. Angkat dan dinginkan.
3.     Masak santan, gula merah, daun pandan dan garam hingga mendidih dan gula larut
4.     Masukkan beras ketan ke dalam santan, aduk rata hingga santan meresap
5.     Tuang ke loyang ukuran 18 X 18 yang sudah dialasi plastik, tekan – tekan dan padatkan
6.     Potong setelah wajik dingin

Salam kuliner Indonesia,

Frederika

Kembang Goyang

Mau ikutan event kali ini ah, pengen banget dpt badge nya n pajang di blog (hehehehe)

Yg kubikin Kembang Goyang.  Aku kira khas Jkt tp di Jogya aku bisa dapetin juga, jadinya bingung ini khas mana.  Yg pasti tiap Lebaran kalo di Jkt khusunya di kampung2 Betawi suka dijadiin suguhan.

Rasanya enak, renyah nggak sekeras/setebal yang pernah aku makan.  Yg aku bikin ini teksturenya lebih tipis drpd keripik bawang/pangsit goreng. Bikinnyapun nggak sesusah bayanganku. Resep aslinya pakai wijen dan kayumanis tapi aku nggak pake 2 bahan tsb.

Kembang Goyang Wijen Kayu Manis
Resep Buku Saji "Kue Kering untuk Idul Fitri"

Bahan ;
150 gram tepung beras
35 gram gula pasir halus
3/4 sdT kayu manis bubuk
1 butir telur
1/2 sdT garam
200 ML santan dari 1/2 butir kelapa
2 sdM wijen
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
1. Aduk semua bahan sampai larut
2. Panaskan cetakan dalam minyak yg sudah dipanaskan diatas api sedang
3. Celup cetakan ke adonan.  Masukkan dalam minyak sambil digoyang2 sampai kue terlepas.
4. Goreng sampai matang dan kering

Salam kulinrer Indonesia,

Lala

Bola - Bola Ubi

Dear Trio punggawa JTIW,
Satu lagi jajanan jadul aku jaman sekolah dulu yaitu kue obi. Jajanan tradisional INDONESIA ini banyak beredar di Bandung, ga tau juga kenapa ya. Dibuat dari ubi kuning yang dibentuk bunder2 kaya bola, enak dimakan sore2 sambil minum teh. Kalau liat yang jualan kok indah bener ya bentuknya bunderrr mulus dan ga kempes, kalau punyaku ini begitu dingin kempes deh tu bolanya, tapi kalau rasa sih pas sama lidah yang ga terlalu suka manis. Resepnya aku liat di rumahtata.blogspot

Kue Obi (Bola - bola Ubi)

Bahan:
300 gram ubi, kukus, haluskan
50 gram gula halus
50 gram maizena
1 sdm susu bubuk (optional)
Vanila dan garam secukupnya

Cara membuat: Aduk semua bahan, bentuk bola-bola, goreng.

Salam JTIW,
Yeni

Lapis Tepung Beras

Alhamdulilah bisa setor event JTIW-NCC,,

Pertama kali belajar baking selalu buatnya brownies kukus, muffin, pokoknya yang bolu bolu gitu, kebetulan suami ga suka, malah suka nya jajanan pasar, *tepok jidat

Dari dulu udah minta terus dibuatin risol, dadar gulung, putu mayang, lapis tepung beras, sampe getuk lindri. Tapi aku nya yang maleeeessss banget buatnya, apalagi dadar gulung n risol, udah buat kulitnya susah, gagal terusss.. Hehehehe..

Karna ada event JTIW-NCC, dan pengen ikut berpatisipasi jadi semangat deh memenuhi permintaan suami, Nah hari ini aku nyoba buat lapis tepung beras, aku juga ga tau pastinya ini kue asal nya dari daerah mana, kata suami sih dari betawi, tapi dia juga ragu jawabnya, *hadehh*tepokjidatlagi, tau nya makan doang, hehehehehee..
Resep aku search di google,, copas dari sedapsedap.com , berikut resepnya..

Lapis Tepung Beras

Bahan:

* 1000 ml santan, dari satu setengah butir kelapa
* 1 sdt garam
* 3 lembar daun pandan, robek-robek, ikat simpul
* minyak goreng untuk olesan
* 250 gram tepung beras
* 100 gram tepung kanji
* 300 gram gula pasir
* 50 ml air daun pandan-suji (aku pake pasta pandan merk Koepoe-Koepoe)
* pewarna makanan warna merah (aku pake merk Koepoe-Koepoe)

Cara Membuat:

  1. Masukkan santan, garam dan daun pandan ke dalam panci, jerang di atas api, masak sambil diaduk-aduk hingga mendidih, angkat. Sisihkan hingga agak dingin. Didihkan air dala dandang, olesi loyang persegi ukuran 20 x 20 x 5 cm dengan minyak, sisihkan.
  2. Campur tepung beras, tepung kanji dan gula pasir, aduk rata. Tuangi santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan licin.
  3. Bagi adonan manjadi 2 bagian. Campur satu bagian dengan air daun sui-pandan(aku pakai pasta pandan 1sdm), satu bagian lagi dengan pewarna merah.
  4. Didihkan air dalam dandang, masukkan 100ml adonan hijau ke dalam loyang, kukus dalam dandang dengan tutup yang sudah dibungkus serbet selama 5 menit hingga adonan mengeras. Tuangi 100ml adonan berwarna merah, ratakan. Kukus kembali hingga mengeras (kurang lebih 5 menit), Ulangi melapis hingga seluruh bahan habis. Tutup dandang, kukus kembali selama 25-30 menit hingga seluruh bahan cukup matang.
  5. Angkat, keluarkan dari dandang, dinginkan. Keluarkan kue dari loyang, potong-potong bentuk wajik menjadi kurang lebih 24 potong (atau sesuai selera).

** Cara membuat pandan-suji: Tumbuk 3 lembar daun pandan dan 12 lembar daun suji, tambah 30 ml air, peras, saring airnya sebanyak 50 ml.

#salam INDONESIA
Chita :)

Es Kacang Merah

Mau laporan lagi & jajanan tradisional INDONESIA yang saya buat kali ini adalah Es Kacang Merah (brenebon) dari Manado.
Mumpung disini cuacanya lg panas terik, klop deh dinginin badan & pikiran dengan makan semangkok Es Kacang Merah.
Bagi yg belum pernah memakan es kacang merah, kadang merasa aneh krn biasanya kacang merah dibuat sop atau dimasak bersama lauk lainnya,
tp kini dibuat sebagai minuman dingin. Kalau sdh dicoba, baru terasa kenikmatan rasanya ^_^

Es Kacang Merah (brenebon)

Bahan:
150 g kacang merah (rendam semalaman)
air untuk merebus
1/2 sdt garam
4 sdm gula pasir (sesuai selera)
2 batang kayu manis
daun pandan secukupnya
2 sdt coklat bubuk
susu kental manis rasa coklat
es serut / es batu secukupnya

Cara Membuat:
- Rebus kacang merah sampai lunak bersama dgn kayu manis & daun pandan
- Masukkan garam, gula & coklat bubuk, didihkan, angkat

Penyelesaian:
Masukkan beberapa sendok kacang merah dengan kuahnya ke dalam mangkok, tambahkan es serut atau es batu,
kemudian tuangkan susu kental manis rasa coklat keatasnya.

Selamat menikmati.

Salam JTIW,
Ine

Lupis

Ini adalah laporan pertama saya di NCC Jajanan tradisional indonesia Week dan juga kali pertama buat saya ikutan event week-weekend, baru bergabung soalnya. Senang sekali bisa bergabung di grup ini. Untuk laporan perdana ini saya membuat Lupis ketan putih dan ketan hitam.

Lupis ini adalah makanan kesukaan saya dari kecil, saya sendiri juga gak tahu asal nya lupis dari daerah mana karena lupis sudah dikenal luas di masyarakat indonesia.

Biasanya kalau di daerah asal saya di Medan, dijual sebagai menu sarapan pagi berbarengan dengan lontong, medan, nasi lemak, lupis, cenil, serabi kuah dll.

Makanan manis ini terbuat dari beras ketan atau pulut namanya kalau di medan, dibungkus didaun pisang dan dibentuk segitiga. Dinikmati dengan baluran kelapa parut dan disiram kuah kinca gula merah, hmmm nikmat sekali.

Biasanya ketan ini dibuat dengan menggunakan daun pisang, tapi karena di daerah saya tinggal sekarang daun pisang adalah barang langka, kalaupun ada biasanya sedikit dan ukurannya tidak lebar, sehingga susah untuk membungkus lupis.

Akhirnya demi menikmati lupis walaupun jauh dari tanah air, saya pun membungkusnya dengan menggunakan plastik dan membungkusnya membentuk segitiga. Caranya hampir sama dgn menggunakan daun, cuma kalau menggunakan plastik membungkusnya harus sambil dipadatkan hingga benar2 padat, lalu menusuk sekeliling permukaannya dgn menggunakan tusuk gigi.

Kali ini saya membuat lupis dari ketan putih dan juga ketan hitam.

Lupis

Bahan:
1 kg Beras Ketan
Pasta Pandan secukupnya (kalau menggunakan plastik)
Kalapa parut, kukus bubuhi garam secukupnya

Cara Membuat:
  1. Rendam beras ketan kurleb sekitar 2-3 jam, lalu buang airnya hingga tersisa sedikit lalu bubuhi pasta pandan sedikit saja (hanya cukup untuk mendapatkan warna hijau alami seperti kalau kita merebus lupis menggunakan daun pisang, kalau menggunakan daun pisang tidak perlu dibubuhi pasta pandan), aduk hingga merata lalu tiriskan. 
  2. Ambil selembar daun pisang/plastik yg sudah dipotong persegi panjang, kira-kira ukuran 36 x 7 cm, lalu bentuk segitiga, isi dengan beras ketan hingga penuh, lalu lipat membentuk segitiga, lipat terus sampai keujung daun/plastik. (kalau menggnakan plastik sewaktu melipat harus sambil ditarik dan dipadatkan, kalau menggunakan daun pisang cukup dipadatkan saja), semat dengan tusuk gigi.
  3. Tusuk-tusuk seluruh permukaannya dengan tusuk gigi hingga merata (tidak perlu jika menggunakan daun pisang)

Bahan Kinca Gula Merah :
Air secukupnya
Gula Merah (secoklat yang diinginkan saja)
Gula Pasir
Daun Pandan
Kayu Manis
Tepung kanji secukupnya, larutkan dgn sedikit air

Cara:
Rebus semua bahan kecuali larutan tepung kanji, rebus hingga mendidih, tambah gula pasir hingga cukup manis, lalu masukkan larutan tepung kanji sedikit demi sedikit hingga agak mengental.

Penyajian:
Gulingkan lupis di kelapa parut, letakkan dimangkok saji lalu tuang kuah kinca secukup nya


Terimakasih

Wenny

Kue Kojo





Kue kojo ini kue khas dari Sumatera Selatan. Meskipun resep di setiap daerah berbeda, tapi bisa dipastikan bahwa bahan-bahan untuk membuat kue ini sama yaitu telur, gula, santan, terigu, dan air dari daun pandan dan daun suji.
Untuk bentuk, ada yang dibuat berlapis sehingga disebut Lapis Kojo. Ada juga yang dipanggang biasa dengan loyang besar. Bentuk lainnya yang biasa ditemukan di pasar ada yang di cetak dengan cetakan loyang bulat kecil-kecil, ada yang menggunakan cetakan kue cucur, atau cetakan kue lumpur dan cetakan carabikang.  Semua tetep deh namanya kue Kojo, jajanan tradisional warna ijo dari daerah Sumatera Selatan.

Kali ini kue Kojo nya saya buat beda yaa, yaitu diisi ke dalam kulit pie. Resep kulit pie bisa pakai resep apa saja.  Sedangkan resep kue Kojonya saya pakai 1/5 resep Kue Lapis Kojo dari tabloid Nova yang sudah
dimodifikasi di blog Mbak Camelia.


Pie:
100 gr margarin / butter
200 gr terigu
1 telur

Semua bahan pie diaduk rata menjadi adonan yang bisa dibentuk.
Kemudian cetak di cetakan mini pie.

Kue Kojo

Bahan
20 butir telur ayam (resep asli
pake 10 butir telor bebek + 10
butir telor ayam )
600 gr gula pasir
1000 ml santan dari 2 butir kelapa
100 ml air pandan suji ( yang ini saya skip dan diganti 100 ml santan )
200 gr tepung terigu
pasta pandan secukupnya ( saya pakai merk kupu-kupu )

Cara membuat:

  1. Panaskan oven pada suhu 180 derajat celcius.
  2. Siapkan loyang kotak, yang sudah dialas kertas roti dan dioles sedikit margarin. ( saya siapkan loyang pie dengan kulit pie yang sudah dicetak ). Sisihkan.
  3. Kocok gula dan telur sampai mengembang. ( saya kocok dengan whisk asal gula larut saja ).
  4. Masukan santan sedikit demi sedikit. Masukan terigu aduk perlahan sampai rata. Masukan pasta pandan, aduk rata.
  5. Kemudian tuang ke kulit pie.  Jika adonan masih ada terigu yang menggumpal, lebih baik saring dahulu.
  6. Panggang sampai matang, dengan pintu oven sekali-sekali dibuka supaya kue tidak menggelembung dan pecah.
  7. Sajikan hangat atau dingin tetap enak.

Demikian laporan saya ya..

Salam Jajanan Tradisional Indonesia,
Teresa

Amparan Tatak



Dear Host TAH... kembali stora yang ke 2 yaaa...

Kali ini ingin jalan-jalan ke Kalimantan Timur. Kudapan ini pernah
saya cicipi pertma kali saat saya masih kecil....waktu itu Ibu saya
pernah membuat nya. Setelah itu...mungkin ini yang kedua kali saya
mencicip Kudapan ini ...lamaaa sekali! ^_^

Amparan Tatak ini terbuat dari tepung beras, bahan dasar yang banyak
digunakan dalam pembuatan kudapan Indonesia. Dipadu dengan potongan
pisang , rasa manis walau tidak terlalu manis, bagian atas disiram
santan kental berasa asin gurih. Kudapan ini masih termasuk pada jenis
kue Talam.

Resep saya ambil dari majalah Sedap Sekejap edisi tahun 2003 ( Majalah
Sedap pertama yang saya punya.. ^_^ )

Amparan Tatak
source : Majalah Sedap sekejap, 2003

Bahan adonan bawah :

200 gr tepung beras
150 gr air panas
100 gr air ( ganti dengan 100 ml santan )
8 buah pisang kepok, belah dua dan potong sedang
100 gr gula pasir
sedikit garam

Bahan Adonan atas :

400 ml santan dari 1 butir kelapa
50 gr tepung beras
sedikit garam
1 sdm margarin cair

Cara :
1. Aduk semua adonan bawah, tuang ke dalam pinggan tahan panas. kukus
kurang lebih 20 menit
2. Campur adonan bagian atas, aduk rata
3. Tuang ke pinggan yang berisi adonan bawah, kukus kembali hingga matang
4. Jika sudah matang, diamkan hingga dingin. potong dan siap sajikan

--
Best Regards,
Afi
Enasae Brownies
Kp. Tengah Kramat. Jati Jakarta Timur

etalasae :http://enasaebrownies.weebly.com
FB : www.facebook.com/afi.kyami

Wingko Wijen


Selamat malam..
Laporan lagi ya yg ketiga.
Kali ini wingko. Makanan tradisional INDONESIA ini aslinya dari semarang.
Dalam cara pembuatannya ada yg dioven, ada juga yg langsung di wajan datar.
Saya membuat yg dioven, resep dari Nova.
Ini resepnya:
Bahan:
200g tepung ketan
50g tepung sagu
400g gula pasir
500g kelapa muda parut
250ml santan
50 g margarin cair
1 butir telur
1sdt garam
Olesan:
Kuning telur
Wijen
Cara membuat:
Campur jadi satu santan,margarin cair dan telur.
Siapkan wadah campur semua bahan kering, aduk rata. Tuang bahan cair.
Aduk sampai rata semua.
Siapkan loyang uk.24x24, olesi mentega, alasi daun pisang,olesi mentega lagi.
Tuang adonan, ratakan.
Masukan dlm oven yg sudah dipanaskan 180. Oven selama 20 menit/ setengah matang. Keluarkan dr oven, olesi kuning telur, taburi dengan wijen. Masukkan kembali ke oven. Panggang sampai kuning kecoklatan.
Setelah dingin, potong2.
Selamat mencoba ya..
Salam
Hikma

Roda Gerobak alias Kembang Goyang


Dear NCCers,

Senangnya ada NCC Jajanan Tradisional INDONESIA Week yang memacu saya untuk mau belajar membuat makanan tradisional warisan leluhur, dengan tidak cuma makan tapi mencoba membuat menjadikan saya makin salut dan hormat, laah ternyata 'ndak' gampang je :)

Camilan ini di daerah saya sering dinamakan roda gerobak karena bentuknya, baru setelah di Jakarta saya mengenal sebagai Kembang Goyang. Pengalaman bikinnya ternyata lumayan stres buat saya, nggak gampang ternyata menggorengnya, berkali-kali adonan jatuh dari cetakan ke adonan lagi bila cetakan kepanasan, atau kalo cetakannya terlalu dalam 'nyemplung' ke adonan dijamin bakal jadi 'kusut' karena kembang goyang terperangkap di cetakan tak mau lepas, duuh stresnya haha. Sayang waktu foto si cetakan lupa ngikut, kalo ikut mungkin lebih eksotis tampilannya:) Berikut resepnya:

Kembang Goyang
Camilan Khas Indonesia terbitan Yasaboga

Bahan:
100 gr    tepung beras
2 sdm    gula halus
1 btr       telur
1/4 sdt   garam
150 ml   santan kental dari 1/2 btr kelapa tua (saya pakai kara)

Cara membuat:
1. Campur rata semua bahan. Panaskan minyak goreng dengan api sedang. Masukkan cetakan kembang goyang ke dalam minyak panas, angkat, celupkan dalam adonan hingga adonan melekat pada cetakan.
2. Segera masukkan lagi cetakan ke dalam minyak panas tanpa harus seluruhnya terendam, cukup bagian permukaan cetakan supaya adonan mudah terlepas. Goyang-goyangkan cetakan hingga adonan matang dan lepas berbentuk bunga. Goreng hingga matang dan garing.

Bila menghendaki kembang goyang warna warni, bagi adonan dalam wadah-wadah terpisah. Tambahkan pewarna, aduk rata.

Salam CINTA INDONESIA,

Cici

Sagon Bakar


Dear NCCers,

Mau meramaikan ajang Jajanan Tradisional INDONESIA Week kali ini yang sepertinya bakal seruu:)

Ini sagon bakar yang guriiihnya selalu ngangenin, mengingatkan momen keliling silaturahmi saat lebaran, kue ini salah satu favorit saya sampai saya yang paling malas membuat kue kering pun akhinya mau membuatnya hehe, berikut resepnya:

SAGON BAKAR
Camilan Khas Indonesia terbitan Yasaboga

Bahan:
400 gr   kelapa kupas, parut
150 gr   margarin
1 btr      kuning telur
500 gr   tepung sagu
1/2 sdt  vanili bubuk
250 gr   gula pasir
1/2 sdt  garam

Cara membuat:
1. Kocok margarin sampai lembut, masukkan kuning telur, kocok rata. Masukkan dan uleni kelapa parut, vanili, gula dan garam sampai rata dan gula larut. Campurkan ke adonan margarin, aduk rata. Masukkan tepung sagu, aduk rata.
2. Ratakan adonan setebal 2-3 mm dalam loyang kue kering yang sudah dioles margarin. Pasang oven 160 DC. Dengan pisau tajam gurat-gurat adonan membentuk segi empat 4 cm x 6 cm. Panggang hingga kecokelatan, angkat.
3. Selagi masih panas tekan kembali garis potong yang dibuat sebelumnya dengan pisau. Biarkan dingin, angkat kue satu per satu.

Karena otang saya panasnya kurang merata maka setelah saya potong-potong saya panggang kembali bagian yang kurang kering.

Salam CINTA INDONESIA,

Cici

Bubur Candil Hijau



Selamat siang,
Bubur candil yang manis dipadu dengan kuah santan yang gurih. Terasa begitu nikmat.
Berikut resepnya :
Bubur candil Hijau
Bahan candil :
150 gr tepung ketan putih
1/2 sdt garam
120 ml air hangat
20 ml air daun suji dari 10 lbr daun suji dan 1 lembar daun pandan
Bahan bubur :
1.000 ml air
3 lembar daun pandan
150 gr gula merah sisir
1/2 sdt garam
50 ge tepung ketan putih
20 gr tepung sagu
100 ml air, untuk melarutkan
Bahan kuah :
600 ml santan dari 1 butir kelapa
1/2 sdt garam
1 lembar daun pandan
Cara membuat :
1. Candil : campur tepung ketan dan garam. Aduk rata.
2. Tuang air hangat dan air daun suji sedikit-sedikit sambil diaduk sampai rata. Bentuk bulat. Sisihkan.
3. Bubur : larutkan tepung ketan, tepung sagu di dalam air. Sisihkan.
4. Rebus air, daun pandan, gula merah, dan garam sambil diaduk sampai mendidih. Masukkan candil. Masak sampai terapung.
5. Tambahkan larutan tepung ketan sambil diaduk. Aduk sampai meletup-letup.
6. Kuah : rebus santan, garam, dan daun pandan sambil diaduk mendidih.
7. Sajikan bubur bersama bahan kuahnya.
Salam manis,
Ayu
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Bongko Pisang


Dear Ibu Host NCC-JTIW,

Alkhamdulillah bisa ikutan setor ini untuk bikin Jajanan tradisional INDONESIALaporan pertama ini saya mau setor BONGKO PISANG. Entah aselinya dari mana tapi saya sudah menikmati jajanan ini sejak jaman TK dulu. Versi yang saya laporkan ini sama seperti jaman dulu saya makan yaitu dibuat dari tepung terigu dan gula pasir dan dicetak di Loyang kemudian dipotong potong dan sama penjualnya disajikan dengan dibungkus plastic di sekeliling bongkonya. Sebelumnya Saya pernah membuat BONGKO PISANG juga dengan bahan dari tepung beras dan gula merah tapi dibungkus daun pisang (resep dan tampilan ada di blog saya  http://dapurcikarang.blogspot.com/2013/02/bongko-pisang.html  )

Perbedaan Bongko Pisang terigu dan tepung beras berdasar pengalaman saya kalo yang memakai tepung terigu tekstur lebih lembut sedangkan yang menggunakan tepung beras lebih kenyal. Nah silakan coba sesuai selera saja yaa karena rasanya sama2 enak lho..  oh iya untuk yang sekarang saya buat saya tidak memakai gula merah tetapi pakai gula pasir karena saya ingin memberi warna sedikit agak pink seperti jaman dulu yang saya makan hehe.

Berikut resepnya : 

Bongko Pisang

Bahan :
  • Pisang kapok kuning/Raja matang (ndalu) 20 pcs ukuran sedang
  • 250gr tepung terigu
  • 4 sendok makan tepung tapioka
  • 250 gr gula pasir
  • 1 liter santan
  • Pewarna makanan merah 
  • 3 tetesgaram secukupnya
  • daun pandan
  • daun pisang untuk membungkus
Membuat Blondo :
  • rebus 1 L santan dengan daun pandan dan garam secukupnya dengan api sedang sampai mendidih. bagian yang kental akan mengapung keatas. saring setiap ada santan kental yang mengapung. tampung di mangkuk. gunakan sebagai blondo. 
Cara membuat :
- aduk semua bahan kering jadi 1
- tambahkan dengan 200 ml santan aduk rata
- campur 800 ml santan hangat dengan gula pasir, pewarna dan garam sampai gula larut
- tuang campuran santan gula ke adonan tepung perlahan sambil terus diaduk
- lanjutkan mengaduk diatas kompor dengan api kecil, tambahkan irisan pisang
- aduk sampai adonan mengental
- angkat dari kompor
- siapkan Loyang, poles minyak sedikit, alasi daun pisang, tuang adonan bongko ke Loyang , rapikan, beri blondo diatasnya. Atau bisa juga dibungkus daun pisang
- bungkus adonan dengan daun pisang (tambahkan Blondo keatas adonan Bongko)
- kukus 30 menit
- siap disajikan  selamat mencoba yaa

 ^_^ Terimakasih
Salam,
Irma
www.dapurcikarang.blogspot.com

Cenil


Dear Trio Host TAH yang cantik2,
ijinkan pagi ini aku setor laporan jajananku semasa kecil ya, yaitu CENIL. Jajanan khas INDONESIA yang paling sering aku makan semasa almarhum ibu masih sehat, semasa aku masih muda belia, masih imut2, masih tinggal di Surabaya :D
Jadi dulu, setiap ibuku pulang dari pasar Genteng, pasti jajanan ini yang aku tunggu2. Beliau suka bawain Cenil, kala itu biasanya dicampur dengan Lopis, tapi aku selalu makan cenilnya aja (aku biasa bilangnya jajan kinyil2 karena gak tau kalo namanya cenil hehehe). Begitu gong JTIW dimulai oleh bu Fatmah tercinta, langsung deh kebayang aku pengen bikin jajanan ini karena kangen juga makannya, udah lama banget gak pernah makan lagi.
Kebetulan kemaren tanggal merah, jadi pagi2 aku ke pasar untuk beli kelapa parutnya, niatnya sepulang dari pasar pengen langsung mengeksekusi jajanan ini, tapi ternyata harus diundur karena ngikut suami dulu, jadi baru jam 4an mulai bikin. Melihat resepnya kayaknya gampil banget jadi mikir ah masih keburu lah untuk dapetin sinar matahari supaya hasil fotonya bagus. Apalah daya ternyata gampangnya itu hanya tertulis di resep aja, kenyataannya wauuuwww kok susyeeee, sampe hampir nyerah kok gak bisa2 nih dibentuk adonannya hiks, tapi niat sudah terpancang di hati, jadi terus deh, diulenin terus sampeeeee akhirnya bisa dibentuk adonannya, langsung deh dimasukkan ke air mendidih, dan akhirnyaaaa jadi juga ini cenil, yipppii!!! Sayangnya waktu cenil ini jadi sinar matahari sudah hilang jadi terpaksa deh fotonya apa adanya aja..
Berikut resep yang aku pake :
sumber : Inong Haris (almh)
Bahan :
200gr tepung sagu
125ml air
3 tetes pewarna hijau
3 tetes pewarna merah
100gr kelapa muda, diparut kasar dan dikerok
50gram gula pasir
Cara Membuat:
uleni sagu dan air sampai kalis, sementara itu didihkan air.
Bentuk adonan menjadi bola besar lalu rebus dalam air mendidih selama 3 menit.
Angkat kemudian uleni sampai lembut selama 2 menit, bagi adonan menjadi 2 bagian.
Tambahkan pewarna untuk masing-masing adonan dengan warna hijau dan merah, aduk rata.
Pilin adonan memanjang lalu potong-potong sepanjang 3cm.
Rebus dalam air mendidih hingga terapung, angkat lalu gulingkan dalam kelapa parut yang telah dikukus.
Sajikan dengan taburan gula pasir.
Menurutku rasa Cenilnya kali ini belum sama persis kayak yang aku makan dulu, bentuknya juga masih belum sempurna karena ada yang aku bentuk memanjang ada yang bentuk kotak, tapi untuk buatan sendiri sudah cukup okelah, cukup kenyil2, enak banget dimakannya pake taburan gula pasir yang banyak (aku suka rasa krenyes2 gula pasir di sela2 kenyil2 cenilnya). Sensasi makan cenil ini PAS banget, kenyil2 + krenyes2 gula pasir + kelapa parut, MANTAB BUANGET!! Jian wuenakkk tenaaann :D
Sekian laporanku, semoga berkenan, semoga diterima hehehe :D
Terima kasih banyak untuk perhatiannya :)

best regards,
Pungky
Cakery Cakes

Godok Pisang



Setoran kedua nih,
Kudapan ini sering dibuat oleh mamaku dulu. Kalau di palembang penamaannya diambil dr salah satu organ tubuh kambing, atau ada juga yang menyebut "Godo Pisang" (ga pake "K")
Kalau di toko kue sepertinya ga bakalan nemu kudapan jenis ini, kalaupun ada yang jual biasanya penduduk kampung yang kreatif jualan kudapan khas rumahan di sore hari.
Biasanya bikin ga pernah nimbang, alias serba cemplung, demi ikut event ini akhirnya timbangan keluar deh. Berikut resep ala saya.

Godok Pisang ala Mamaku
#Jajanan Tradisional Indonesia

Bahan :
500 gr pisang yg sudah sangat matang
200 - 250 gr tepung terigu
1/4 sdt garam
1 sdm gula pasir, optional
1/2 butir kelapa setengah tua, diparut memanjang

Cara membuat :
  1. Pisang dilumatkan dengan garpu, beri garam dan gula, aduk rata
  2. Masukkan kelapa parut, lalu terigu, aduk rata.
  3. Goreng adonan (per 1 sdm) dalam minyak panas sedang.
Kemarin bikinnya ga pake gula, krn pisangnya sudah cukup manis. Pemakaian kelapa juga sesuai selera aja, kadang-kadang aku juga ga pake, tp menurutku kl pake kelapa lebih enak.
Kudapan yang simpel, murah dan enak hehehe...yakin banget yak.

Warm regards,
Wina Amir

Kue Lumpur


Hallo trio TAH,
Tema event kali ini bikin exciting deh...
Kebetulan beberapa minggu belakangan lg demen bikin kudapan tradisional. Mungkin efek kangen mama dan rumah hehehe...
Sering makan kue lumpur tp ga pernah bikin, padahal loyang kue lumpur sudah beli sejak 7 atau 8 tahun yang lalu *tutup muka*
Tertarik nyoba akhirnya, pake resep NCC tapi cuma 1/4 resep aja, itupun serumah sdh kekenyangan.
Pertama bikin 2 minggu yg lalu, pas ga pny santan lalu diganti susu cair, jadi juga kok hehehe.... Sabtu kmrn bikin lagi sesuai resep, dah hasilnya lebih enak pake santan ya.
Kue Lumpur
#Jajanan Tradisional Indonesia
Kue Lumpur
By: Fatmah Bahalwan
Bahan :
500 gr Gula pasir
500 gr Tepung terigu
1 kg Kentang, kukus dan haluskan
200 gr Margarine, lelehkan
5 btr kuning Telur
4 btr  putih Telur
1 ltr  Santan
1 sdt Vanilli
1 sdt  Garam
200 gr Kismis, untuk taburan
Cara membuat:
1. Kocok gula dan telur sampai putih dan mengembang (tidak perlu naik), masukkan garam dan vanilli sambil terus dikocok.
2. Tuangi santan, aduk rata, masukkan kentang halus dan tepung terigu secara bertahap sambil tetap diaduk rata.
3. Terakhir, tuang mentega leleh, aduk rata.
4. Panaskan cetakan kue lumpur, poles mentega, tuangi adonan hingga ¾ penuh, tutup, biarkan setengah matang taburi kismis, tutup lagi, biarkan sampai matang. Angkat.

Warm regards,
Wina Amir

Klepon


kue yang ke 3 nih saya pilih Klepon aja deh karena selain mudah membuatnya jugadi sukai anak anak di rumah , resep saya dapatkan dari sedap saji. itung itung ngelemesin tangan juga ngulenin jajanan tradisional
Resep makanan membuat masakan kue klepon / kelepon yang enak, nikmat, sedap, lezat dan bergizi (kue basah) resepnya adalah sebagai berikut ini :
Bahan Kulit:
200 gram tepung ketan putih (pakai RB)
25 gram tepung sagu
1 sendok teh air kapur sirih
175 ml air hangat
10 ml air suji (dari 10 lembar daun suji dan 1 lembar daun pandan)
10 ml santan dari 1/4 butir kelapa
80 gram gula merah, disisir halus untuk isi
Bahan Taburan:
150 gram kelapa parut kasar
2 lembar daun pandan
1/4 sendok teh garam

Cara Pengolahan :
Taburan: aduk rata bahan taburan. Kukus 20 menit sampai matang. Sisihkan.
Kulit: campur tepung ketan, tepung sagu, dan air kapur sirih. Masukkan air hangat sedikit – sedikit sambil diaduk sampai kalis. Bagi dua adonan.
Satu bagian tambahkan air suji. Aduk rata. Sisanya tambahkan santan. Aduk rata.
Ambil sedikit adonan hijau dan adonan putih. Pipihkan bersebelahan. Beri isi. Bentuk bulat.
Didihkan air. Masukkan bola-bola. Rebus sampai terapung.
Gulingkan ke bahan taburan.


salam Klepon

Tahany dewi

Awung "Bendera"



Kenapa judulnya Awug "bendera"?..tiada lain tiada bukan karena warnanya yang merah putih hehe..meski sebetulnya pink sih..tak apalah..aslinya panganan tradisional ini kalo didaerah asal saya , Banjar,  Jawa barat selalu terhidang pas ada acara nikahan, selamatan dan sebangsanya, kini sudah sangat jarang dihidangkan.
Ada cerita dibalik awug ini, kata mamaku dulu..kenapa berwarna merah putih, karena ini sebagai simbol nasionalisme yang kala dulu masih jaman penjajah simbol simbol nasionalisme tersaji dalam bentuk panganan, entahlah..yang jelas saya ingat kalau diajakin kondangan, yang saya cari ya awug bendera ini, rasanya manis gurih dan kenyal.
Terus karena sekarang saya tinggal "jauh ti lembur" alias ikut suami nyebrang ke Banjarmasin, berubah dikit sih namanya dari Banjar trus ditambahin Masin hehe..kadang kangen panganan khas "lembur" /kampung halaman, ditambah dulu pas hamil anak kedua, sempat ngidam Awug ini, sampai pas mudik, mesen ke tetangga buat dibikinin awug. sekarang setelah tau ternyata bikinnya gak susah, nyoba bikin sendiri..pas ada even Jajanan Tradisional Indonesia NCC, Ah senang rasanya dan segera pengen ikut partisipasi..

Resepnya saya dapat dari google, blognya Aimyaya kalo ndak salah..
- 275 gr tepung ketan putih
-1/2 butir kelapa muda parut
-100gr gula pasir
-1/4 sdt garam
- 6 sdm air
-1 sdt air kapur sirih
-6 tetes pewarna merah ( cross)

Cara membuat :
1.semua bahan dicampur rata, perciki air sedikit demi sedikit, terakhir air kapur sirih, dirasakan apakah cukup lembab, setelah tercampur rata (tidak diuleni ya ..), tuang di loyang bulat diameter 20cm, yang dialasi daun pisang (saya lagi ndak punya daun, jadi pakai plastik yg dioles minyak sedikit)
2.tuang setengah adonan putih, ratakan,
3.sisanya tetesi pewarna merah, aduk rata, dan tuang diatas lapisan yang putih, ratakan. kukus 25 menit, angkat, potong-potong..siap dinikmati selagi hangat


O ya ternyata..daerah lain juga punya panganan yang sama persis, dengan nama berbeda..seperti laporannya mba nina, di betawi ternyata namanya Sengkulun ya..^^

Salam Jajan
Ani- Banjarmasin