Tampilkan postingan dengan label Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2013

Ketimus



Untuk setoran ketiga masih seputaran ngabisin singkong yang seabreg-abreg saya bikin KETIMUS… sebenarnya sudah dibuat beberapa hari yang lalu tapi baru sempet lapor sekarang….begitu lapor langsung seabreg….hehe maaf yah Trio TAH.
Ini makanan sejak kecil juga…. Buatan ibu tercinta…. Dan makanan ini pernah disajikan waktu seminar dengan salah satu dokter mengenai kesehatan di daerah cempaka mas…. Rasanya yang manis dan ada kres-kres dari potongan kelapa yang diparut kasar….dan rasa manisnya didapat bukan dari gula pasir melainkan dari gula merah jadi aman untuk yang mau diet hehe….berikut resepnya:

KETIMUS
Bahan-bahan:
500 gr singkong parut
½ butir kelapa setengah tua, parut memanjang
100 gr gula merah sisir kasar (kalau kurang manis bisa ditambah)
½ sdt garam
daun pisang untuk membungkus

Cara Membuat:
1. Campur jadi satu singkong, kelapa, gula merah dan garam, aduk rata
2. Ambil daun, taruh kira-kira 3sdm adonan secara memanjang lalu gulung seperti membuat lontong. Lakukan dengan sisa adonan sampai adonan habis
3. Kukus selama 30 menit. Sajikan selagi hangat.

Kamus Resep

Kue Talam Pelangi



Dear Trio TAH,

Menjelang menit-menit terakhir Ncc- JTIW mau laporan lagi yaitu kue singkong pelangi yang mengingatkanku pada masa kecil di daerah Banyuputih, Jawa Tengah...
Ibu dan almarhum Eyang Putri dulu sering bikin kue ini untuk "hadiah" kalau saya dan adik-adik rajin mengaji...:-)
Dulu ibu menyebutnya KUE PELANGI,karena berlapis-lapis warnanya...dan dapat resep ini di web.sajiansedap.com,ternyata namanya KUE TALAM PELANGI...dan ternyata berasal dari Jawa Timur.


KUE TALAM PELANGI

Bahan A :
500 gram singkong parut
125 gram gula pasir
50 gram tepung kanji
1/4 butir kelapa parut kasar
1 buah pisang ambon (40 gram), dipotong kotak
1/8 sendok teh vanili bubuk
1/4 sendok teh garam
3 tetes pewarna merah
3 tetes pewarna kuning
3 tetes pewarna hijau

Bahan B :
100 ml santan dari 1 butir kelapa (saya pakai 2 bungkus segitiga kecil Santan Isntant )
1 sendok teh tepung kanji
1/4 sendok teh garam

Cara Membuat :
1.   Aduk rata semua bahan A, kecuali pewarna.
2.   Bagi 3 adonan. Masing-masing tambahkan pewarna. Aduk rata.
3.   Tuang adonan warna merah, kuning, dan hijau secara berlapis di dalam loyang 16x16 yang dioles minyak dan dialas plastik.( Saya pakai loyang bulat diameter 15 x 7 cm ) 
4.   Kukus 15 menit sampai matang dengan api sedang.Tutup kukusan dibungkus kain supaya air kukusan tidak menetes ke permukaan kue.
5.   Aduk rata bahan B. Tuang ke atas lapisan singkong. Kukus lagi selama 10 menit sampai matang.
6.   Angkat dan dinginkan. Potong-potong.
Note:
- Pisau untuk memotong sebaiknya diolesi minyak terebih dahulu supaya tidak lengket.

Untuk 18 potong


 

Rolade Tahu Daun Singkong


Sore menjelang malam semua...

Sebelum JTIW di tutup, mau setoran lagi. Kali ini buat Rolade Tahu Daun Singkong yang pasti khas Indonesia. Asal makanan ini kurang begitu tahu dari mana, tapi dulu yang pertama kali mengenalkan makanan seperti ini adalah kakak saya yang kuliah di Salatiga. 

Dia minta Ibu saya untuk buat makanan seperti itu. Apakah ini makanan khas dari Salatiga? Ayo yang tahu ngacung yaa.. biar lengkap informasinya. 

Bahan dan cara membuatnya gampil. Disimak ya di bawah ini :
 
ROLADE TAHU DAUN SINGKONG

Bahan :
1 buah tahu putih
1 ikat daun singkong, rebus sampai matang
garam dan lada secukupnya
1 butir telur
Daun pisang untuk membungkus

Bahan Pencelup :
Terigu, garam, air secukupnya

Cara Membuat :
1. Hancurkan tahu putih, lalu beri garam, lada dan telur. Aduk hingga rata.
2. Tata tahu di atas daun pisang (seperti membuat rolade daging), lalu beri daun singkong diatasnya. Gulung dan bungkus (seperti lontong). 
3. Gulungan rolade bisa dimodifikasi dengan daun singkong di bawah dan atasnya beri tahu (gambar terlampir).
4. Lalu kukus gulungan rolade (kurleb 20 menit). 
5. Potong-potong rolade. Lalu celup di adonan tepung dan goreng di minyak yang sudah panas.
6. Angkat dan sajikan dengan cabe rawit. 

Mudah kan? Yuk di coba. 

BR,

Ita
http://lekkerskueku.blogspot.com/

Kue Lapis Sagu / Kue Pepe


Selamat sore trio host

Setelah sekian hari kuenya dibikin tapi belum sempet lapor lapor juga. Dipaksa oleh deadline akhirnya disempetin laporan.
Aku kenal dan jatuh cinta ama kue pepe ini setelah merantau ke Jakarta. Karena selama masih di Semarang yang aku kenal hanya kue lapis yang terbuat dari beras. Pas nyobain kuenya lembut kenyal gurih, nggak cukup sepotong.

Resep yang aku pake adalah resep dari tempat aku kursus di tangerang dulu waktu masih rajin dan sempet kursus.

KUE LAPIS SAGU/ KUE PEPE

Bahan A
 900 ml santan dari 1 butir kelapa
 5 gram garam
 3 lembar daun pandan
 5 lembar daun jeruk ( buang tulang daunnya )

Bahan B
 300 gram tepung sagu tani
 30 gram tepung hunkwe cap bunga
 300 gram gula pasir

Cara Membuat
  1. Rebus bahan A sampai mendidih sambil diaduk. Saring dan biarkan hangat.
  2. Masukkan bahan B dan aduk sampai rata.
  3. Ambil 4 sendok sayur dan beri sedikit pewarna hijau
  4. Oles loyang 16x16x7 dengan minyak goreng kemudian alasi dengan plastik tahan panas
  5. Masukka loyang kedalam dandang yang sudah dipanaskan dan beruap banyak
  6. Tuang satu sendok sayur adonan kedalam loyang dan kukus selama 5 menit.
  7. Buat selang seling 2 lapisan putih dan 1 lapisan hijau sampai adonan tinggal 1 sendok sayur
  8. Beri pewarna merah untuk satu sendok adonan terakhir
  9. Ketika adonan terakhir sudah dituang kukus selama 15 menit
  10. Angkat dan dinginkan
  11. Keluarkan dari loyang dan siap dipotong potong untuk dihidangkan.

Hmm kuenya lembut dan wangi

Salam Jajanan Tradisional Indonesia,
Yuli

Minggu, 14 April 2013

Dadar Enten




Disaat yg lain sudah setoran puluhan, angel mencoba keberuntungan yg ke2. Sebagai org yg memulai basic dengan cake ala barat, jujur, membuat kue2 tradisional itu tantangan tersendiri, meski irit bahan dan alat tapi jelas keterampilan tangan itu perlu dipertimbangkan dan tentunya 'sense' of cooking itself

Dadar ini sebenernya lebih dikenal dgn naman dadar gulung tapi aslinya menurut buku "seri masak femina- Masakan dan Kue Tradisional Indonesia" karya hiang marahimin dan roos suyono dadar ini bernama dadar enten.

Enten sendiri dalam bahasa jawa berarti kelapa parut yg diberi gula dalam adat jawa, enten kerap ditemui dalam upacara tingkepan atau tujuh bulanan dalam kehamilan pertama, sebagai makanan yg disajikan sebagai ucapan syukur pada YME
(source: http://denmasdjo.blogspot.com/2011/01/upacara-tingkepan.html)

Dalam perjalanannya, dadar enten tidak semata hanya berisikan enten tetapi ada yang ditambah jagung, nangka, durian dan variasi lain sesuai selera. Berikut resepnya 

Dadar Enten

Bahan 
250 gr tepung terigu
1/4 sdt garam
2 butir telur
600 ml santan dari 1/2 butir kelapa
50 ml air daun suji (susah nemu suji, angel ganti dengan air+pasta pandan)
Margarin untuk olesan

Isi
3/4 butir kelapa yang agak muda, parut memanjang
200 gr gula merah, sisir
25 gr gula pasir
2 lembar daun pandan, potong-potong
200 ml air
1/4 sdt garam
 
Cara Membuat
Campurkan tepung dan garam dalam mangkuk, aduk rata. Buat lubang di tengahnya, pecahkan telur di dalamnya. Aduk sambil tuangi santan sedikit demi sedikit sampai adonan licin. Terakhir masukkan air daun suji dan aduk sampai tercampur betul.

Panaskan wajan datar anti lengket, olesi dengan margarin. Tuang 1 sendok sayur (50 ml) adonan ke dalamnya, dan putar wajan cepat-cepat untuk membuat dadar tipis. Sesudah dadar matang, balikkan dan masak sisi lainnya sebentar, angkat. Taruh dadar bertumpuk di atas piring, dengan memberi sepotong kecil daun pisang atau potongan kertas roti di antara setioa dadar agar tidak saling lengket.

Isi : Campurkan kelapa parut, gula merah, gula pasir, daun pandan, air dan garam, kemudian masak sampai mengering sambil diaduk-aduk, angkat.

Ambil selembar dadar, taruh 1 sendok makan adonan isi ditengahnya. Kemudian lipat ke tiga sisi dadar ke dalam lalu gulung. Hidangkan.


Salam,
Angelia Novincy Umboh

Tempe Kemul


Hallo..... Host TAH yg cantik

Mau setor dihari terakhir, ini merupakan setoran pertama dan terakhirku hehe
Yang mau aku setor adalah Tempe Kemul jajanan asal wonosobo. Sebenarnya jajanan seperti ini dimana daerah juga ada ya.....tempe goreng yang dibalur adonan tepung. Tempe kemul ini hampir sama dengan tempe mendoan, cuma bedanya kalau tempe mendoan itu digoreng setengah matang sedangkan tempe kemul ini digoreng hingga matang.

Resep aku dapat dari mbak yang dulu kerja di rumah ku dan asli berasal dari wonosobo. Berikut resepnya:

TEMPE KEMUL

Bahan:

Tempe
100gr Terigu
100gr Sagu
250gr Air
Irisan kucai / daun bawang

Bumbu halus:

3 siung Bawang putih
1 ruas Kencur
2 ruas Kunyit
1 sdt Ketumbar
Garam

Cara:
  1. Iris tempe tipis-tipis,sisihkan
  2. Haluskan bumbu sisihkan
  3. Campur terigu,sagu,dan bumbu halus,air, aduk rata tambahkan irisan kucai / daun bawang
  4. Masukkan tempe kedalam adonan - Siap untuk digoreng
  5. Cara menggoreng tempe dari pinggir kuali tempel kan tempenya siram adonan diatas tempenya lagi, (Cara ini seperti membuat peyek dari pinggir kuali). Hingga agak kering lepas dari pinggir kualinya, kemudian balik matangkan sisi sebelahnya lagi.
  6. Tempe kemul siap dihidangkan di temani cabai rawit, atau teman makan mie.
Sekian laporan saya. Thanks para host

Salam jajanan INDONESIA
yofi

Sosis Solo


Dear Trio Host,

Akhirnya bisa ikutan setor buat jtiw sebelum gong penutupan dipukul. Saya bikin sosis solo untuk  dibawa acara latbar ncc bekasi besok. Pakai resep Pak Sahak saya copy dari blog nya ci shirley ,mohon ijin copas ya ci, makasih :)

SOSIS SOLO
:: Recipe by Sahak Pribadi ::

Bahan-bahan:


Bahan Kulit:

300 gram Tepung terigu protein rendah
4 butir Telur utuh
30 gram Margarin, cairkan
1 sdm Gula
400 cc Santan cair (kurang lebih, penggunaan sesuai kekentalan adonan)

Bahan Isi:
300 gram Ayam giling
2 buah Bawang merah, haluskan
1 buah Bawang putih, haluskan
½ sdt Merica
2 sdm Gula pasir
1 sdt Garam
2 buah Chicken powder / Maggi blok
1 sdm Margarin (untuk menumis)
100 cc Santan cair

Bahan untuk Penyelesaian:
2 butir Telur, kocok lepas (bisa juga memanfaatkan sisa putih telur)
Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat:
- Isi
1) Tumis bawang putih hingga harum, cemplungkan bawah merah, lalu masukkan ayam.
2) Bumbui dengan merica, garam, gula, chicken powder, dan santan hingga matang dan mengering.

- Kulit

1) Campur telur, tepung, garam, gula, aduk hingg rata
2) Masukkan santan cair sampai diaduk hingga halus (jika perlu, saring untuk menghilangkan gerindilan)
3) Tuang mentega cair, lalu aduk hingga licin
4) Dadar (lihat tips di bawah)

- Penyelesaian 
  1. Ambil selembar dadar, isi dengan adonan isi sebanyak 1 sdm, lalu gulung (jika dikerjakan dalam keadaan kulit masih hangat, kita tidak memerlukan putih telur untuk "mengelem")
  2. Simpan dalam kulkas selama 1 jam
  3. Celup dalam kocokan telur
  4. Goreng hingga matang.

Hasil: 25 buah
Salam Sosis Solo,
*Lia*

Kue Awuk

Hai Trio TAH,

Mau coba setor lagi yg ke 2, di detik terakhir kesempatannya baru ada nih..Kue Awuk makanan tradisional Indonesia tapi kurang tau asalnya dari mana. Resep dari tetangga yg aseli orang jawa tengah.

Ini dia resepnya dari tetangga....
 
KUE AWUK
Bahan:
300 gr tepung ketan
500gr kelapa yang agak muda diparut
Garam secukupnya
100 gr gula pasir (apabila kurang manis boleh ditambah sesuai selera)
1 sendok the air kapur sirih
5 sendok makan air pewarna merah, daun pisang untuk alas loyang
 
Cara Membuat:
  1. Campur tepung ketan, kelapa, garam, gula pasir dan air kapur sirih. Aduk sampai rata. Percikkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk terus, sampai adonan terasa lembab ditangan.
  2. Bagi adonan menjadi 2 bagian. Sebagian dibiarkan putih dan sebagian lagi diberi pewarna merah.
  3. Alasi loyang ukuran 20x20x5 cm dengan daun pisang, dan letakkan adonan putih ke dalamnya. Setelah itu letakkan adonan merah diatasnya.
  4. Panaskan kukusan sampai airnya mendidih. Setelah itu kukus selama 30 menit sampai matang. Angkat, kemudian dinginkan dan potong-potong. Hidangkan
Selamat mencoba..

Salam
Tati
Pejaten Mas - Serang
Banten

Serabi Purwokerto


Selamat sore trio TAH yang baik, rajin memasak, gemar menabung lagipula pintar :-)
Setelah menghimpun kekuatan, memupuk keberanian dan mengubur dalam-dalam ketakutan, ijinkan saya untuk pertama kalinya melaporkan karya saya di milis ini. Serabi purwokerto adalah makanan khas kota kampung halaman tercinta yang belum pernah saya temui di tempat lain terutama di ibu kota ini. Adonannya berupa adonan putih dengan adonan merah (karena gula jawa) di tengahnya. Bagi nccers yang dari sana, tinggal di sana atau pernah melihat dan mencicipinya, mohon dimaafkan bila penampilannya belum sesuai dengan kenyataannya, masih kelas dasar ni, hehehe...
Berikut resepnya dari majalah saji

Serabi Purwokerto

Bahan Biang:
1/2 sendok teh ragi instan
4 sendok makan air hangat

Bahan:
200 gram tepung beras
3 1/2 sendok makan tepung kanji
1/4 sendok teh garam
450 ml santan dari 1/2 butir kelapa
25 gram kelapa muda, diparut halus

Bahan I:
75 gram gula merah, disisir halus

Bahan Ii:
75 gram gula pasir halus (saya ganti sedikit garam)

Cara Pengolahan :
Biang: larutkan ragi instan dan air hangat. Diamkan 15 menit.
Aduk rata biang, tepung beras, tepung kanji, dan garam.
Tuang santan sedikit sambil diuleni 15 menit. Tuang sisa santan sambil dikeplok-keplok 15 menit.
Bagi menjadi 2 adonan. Masing-masing tambahkan bahan I dan bahan II. Aduk sampai gula larut. Diamkan 20 menit.
Panaskan cetakan serabi yang sudah diisi dengan kelapa parut. Setelah panas, keluarkan kelapanya dan buang. Panaskan kembali. Tuang adonan putih. Tuang adonan cokelat. Biarkan berpori-pori. Tutup. Biarkan sampai matang.
Untuk 14 buah

Salam serabine wong ngapak
Dita

Jumat, 12 April 2013

Apem Selong

Dear host TAH yang baik hati,
Apem Selong ini adalah makanan kesukaanku dulu kalau ikut mbah buyut ke pasar wonosari (gunung kidul), kalau diajak ke pasar saya selalu mencari sate telur gemak (telur puyuh) dan apem selong ini. Dulu saya tidak tau apa namanya, hanya tau warnanya putih dan ada renda-renda coklat di pinggiran apem. rasanya enyakkkkk.....

Googling-gogling dengan keyword apem, kebanyakan yang keluar apem bakar, akhirnya setelah search pake gambar, nemu deh yang medekati apem yang kumau.
Resepnya diambil dari blog Dapur Griya Khayangan.

Berikut resipnya yang sudah saya modifikasi dengan tambahan keju :

APEM SELONG KEJU
Resep: Ita-DapurGriyaKhayangan (modifikasi ditambah keju oleh Pawon Magnolia)
Bahan:
Bahan Biang:
1/2 sdm ragi instan
1 sdm tepung terigu
1 sdm gula pasir
200 ml air kelapa
===> Diamkan kurang lebih 15 menit hingga berbuih (saya diamkan sampai hampir 1 jam lebih karena tidak mengembang-mengembang, mungkin kualitas ragi-nya)
Bahan Adonan Apem:
250 gr tepung beras (saya pake rosebrand)
175 gr gula pasir
350 ml santan kental (saya pakai santan kara besar ditambah air)
2 lembar daun pandan (saya gak pakai)
1 butir telur (agar apem lebih terasa lembut)
1/4 sdt garam

Tambahan  :
- Keju parut untuk taburan

Cara Membuat:
1. Rebus santan kental dengan daun pandan, didihkan dengan mengaduk2 jangan sampai santan pecah. Biarkan menjadi hangat.
2. Siapkan wadah atau mangkok besar, masukkan tepung terigu, gula pasir, garam halus, dan telur kocok, tuangkan santan kental yang sudah hangat sedikit demi sedikit sambil adonan diuleni hingga gula larut.
3. Masukkan adonan biang yang sudah berbuih, uleni lagi dengan tangan hingga adonan halus dan licin. Menguleninya harus agak lama kurang lebih 15 menit, sambil adonan dikeplok2 diangkat/ditarik dan diturunkan dengan tangan. Kemudian istirahatkan adonan selama kurang lebih 1 jam.
4. Siapkan wajan kecil dan cekung (sebaiknya yang anti lengket jika punya lhoo...) untuk memanggang, panaskan dulu sebelum dibuat memanggang dengan api yang kecil saja. Lalu tuangkan sesendok sayur adonan diatas wajan, tekan sendok sayurnya sambil sendok sayur diputar hingga membentuk pinggiran yang tipis dan bulat. Putar beberapa kali (bisa 3 kali memutar) agar terbentuk pinggiran kue ape yang rata dan agak tebal sehingga tidak mudah gosong. Tutup wajannya, tunggu sekitar 4 menit...buka tutupnya, tambahkan keju parut, tutup lagi, bila sudah matang segera angkat.

Note :
- karena gak punya wajan anti lengket, kemarin saya pakai wajan biasa yang kecil dan agak cekung. api kecill saja
- kalau mau lebih enak dan wangi, lebih baik pakai tepung beras yang baru digiling
- Tutup wajan sebaiknya pakai tutup dari kaca ya biar kelihatan matang atau belum


Theresia Yenny

Rabu, 10 April 2013

Sosis Solo

Turn off for: IndonesianHalo Trio TAH... Setoran yang ke-3nih.. Malu sih nyebutnya, yang lain sudah diatas 10 saya baru 3 hueheheh.. Tapi gakpapalah soalnya ini juga buat karena suami minta hehehe....
Sosis Solo yang satu ini adalah kegemaran saya dan suami. Setiap kali makan di luar kalau menemukan sosis ini pasti lahap banget makannya plus boros juga ya.. hehehe... Eh gak sangka mbak Intan share resepnya, cuma dagingnya saya ganti ayam biar ekonomis hehehe.. Percobaan pertama hanya 1/2 resep jadi sekitar 12 biji. Resep ini enak lho.. Wangi banget, gak kalah ama yang di jual2 di rumah makan :p
Suami juga bilang enak sosisnya... Hehehe...
Sosis Solo merupakan salah satu jajanan tradisional yang berasal dari kota solo, berbeda dengan sosis solo yang di goreng, sosis solo yang ini di bungkus dengan kulit telur bersantan.

SOSIS SOLO

Isi :
• 200 gr daging giling - saya pakai ayam
• 1 btr telur, kocok
• 3 sdm santan kental
• 1 btg daun bawang iris halus
Bumbu halus :
:• 5 btr bawang merah
• 2 siung bawang putih
• 10 butir jintan (pake bubuk jintan)
• 3 butir kemiri
• 1 sdt garam
• 1 1/2 sdt gula pasir
Kulit :
• 4 btr telur
• 125 ml santan dari 1/2 butir kelapa
• 1/4 sdt garam
• minyak goreng untuk olesan
Cara membuat :
• Isi : campur daging, telur, santan, dan daun bawang bersama bumbu halus. Aduk hingga rata, sisihkan.
• Kulit : kocok telur dengan garpu sampai asal campur, masukkan santan dan garam. aduk.
• Olesi wajan dadar bergaris tengah 10-12 cm dengan minyak goreng. lalu masukkan 1 sendok adonan kulit. Buat dadar tipis tipis
• Didihkan air dalam dandang. Taruh 1 sdm adonan isi di atas selembar dadar, kemudian gulung
• Kukus hingga seluruhnya masak (kurleb 25 menit). Angkat, hidangkan dengan cabai rawit.
Note :
* Agar tidak lengket, alasnya boleh di beri daun pisang.
* Untuk warna yang canting pada keseluruhan sosis, maka jangan menumpuk sosis saat pengukusan.
Salam jajanan tradisional
Chandra Levina

Geblek khas Purworejo






Assalamulaikum .
Host NCC-JTW and nccers....

Dengan bangga memperkenalkan GEBLEK...

Makanan tradisonal khas Purworejo kota asalku. Bisa dijumpai pagi siang dan sore di setiap sudut kota Purworejo. Tidak ada orang purworejo yang ga suka geblek. Begitu katanya..Hehe.

Sebenernya bahan utama GEBLEK adalah endapan dari perasan singkong parut. Teksturnya basah bukan berupa tepung. Klo orang purworejo menyebutnya "pathi". Pathi basah dulu banyak dijual di pasar Baledono Purworejo, Dengan pathi basah hasil GEBLEK memang lebih bagus dibanding klo kita bikin dari tepung tapioka atau tepung kanji. Berhubung sekarang saya tinggal di semarang dan pengen banget memperkenalkan GEBLEK di event ini..ga pikir lama langsung berguru resep sama bulikku.

Dan inilah Resep Geblek ala Bulikku

GEBLEK
Sumber : Bulik Muntiyah

Bahan :
300 gr Tepung Tapikoka (Tepung Kanji)
1/4 buah Kelapa (Diparut)
4 siung Bawang Putih (Tumbuk kasar)

2 Sdm Nasi
2 Sdt Garam (sesuai selera asinnya)
Air Mendidih (Secukupnya)
Minyak Goreng Secukupnya

Cara Membuat :

  1. Siapkan tepung tapioka dalam wadah, tuang dengan air mendidih sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai mencapai adonan kenyal tapi jangan sampai encer ya.
  2. Masukan kelapa parut, nasi, bawang putih, dan garam terus diuleni sesekali ambil tepung tapioka agar adonan kalis sampai bisa dibentuk.Ambil sedikit adonan, pilin di tampan yang sudah ditaburi tepung tapioka. Satukan ujungnya menyerupai donat. Bisa dibuat single seperti donat. bisa juga dibuat renteng 2 yang menyerupai angka 8. Ada juga yang dibuat renteng 3. Sesuai selera saja.
  3. Panaskan minyak goreng dalam wajan dengan api kecil sampai tua. Tipsnya jangan menggoreng GEBLEK dengan api besar dijamin Geblek akan meletus letus ga karuan. Goreng sebentar saja asal permukaannya agak kering..
  4. Sajikan selagi hangat... 


Klo di purworejo biasa disajikan dengan sambel pecel. Cara makanya dicocol dengan sambel pecel ini... Hhmmmm gurih dan nikmat..

Monggo dicoba..
Yang penasaran rasanya klo lewat purworejo bisa beli yang mentahnya kok. Bisa tahan 1 bulan di kulkas lho dengan penyimpanan yang benar dalam wadah kedap udara. Biarkan sampai suhu ruang dulu baru digoreng.
Jangan salah lho...GEBLEK sudah jadi oleh-oleh ke penjuru Indonesia. Biasanya para perantauan klo pulang kampung Purworejo oleh2 wajib yang harus dibawa siapa lagi klo bukan GEBLEK ini. Termasuk saya pastinya. Ga ada bosennya makan GEBLEK..... Sungguh!!
Terima Kasih Host NCC-JTIW atas eventnya... Keren banget idenya.

Dan saya sangat bangga memperkenalkan GEBLEK sebagai Jajanan Tradisonal Khas Purworejo....


Wassalamu'alaikum Wr WB
# bulan #
www.bulandari.blogspot.com

Pethosan






Dear Trio Host TAH yang baik,


Jelang penutupan event NCC JTIW mau setoran lagi ya salah satu makanan khas daerah saya, duuh terima kasih tak terhingga kepada NCC karena dengan event ini saya mau belajar membuat makanan tradisional yang selama ini saya 'tidak' atau belum mau peduli cara membuat bahkan untuk membuatnya hiks. 

Hasil karya semalam namanya Pethosan atau Pethotan atau di google saya ketemu makanan yang mirip dengan nama awug sagu mutiara. Untung asisten di rumah pinter masak jadi mau berbagi resepnya. Jajanan ini biasa disajikan saat ada hajatan, gotong royong, rapat desa atau dalam menu box kenduri di daerah saya Magelang, Jawa Tengah, INDONESIA.

Bahan dasarnya sagu mutiara dicampur kelapa parut, gula pasir, garam, vanili, tapioka (optional) dibungkus daun dengan bentuk khas pethosan dan dikukus, berikut resepnya tapi maaf tanpa ukuran yaa:

Pethosan

Bahan:
Sagu mutiara, rendam dulu hingga empuk, tiriskan
Kelapa sedang (jangan yang tua) diparut
Gula Pasir
Garam
Vanili
Tapioka (optional)
Daun Pisang untuk membungkus

Cara:
1. Campur sagu mutiara, kelapa parut, gula pasir, garam, vanili, tapioka (kalau suka).
2. Bungkus sagu dengan daun pisang dengan bentuk khas seperti foto terlampir
3. Kukus sampai matang
4. Sajikan

Hasilnya pagi ini saya bagikan di mobil jemputan eh pada suka:)

Salam Cinta INDONESIA,
Cici

Carangmas (Grubi)







Dear ibu-ibu host Trio TAH yang cantik.........
 
Senengnya bisa ikutan ncc week kali ini.....ini kedua kalinya rhe setor......hihihi.
Kali ini yang mau disetor adalah jajanan favorit dimasa kecil.....eyang uti suka bikinin carang mas ini, dan uda kesekian kali rhe bikin juga.......
Carang Mas atau disebut juga Grubi ini jajanan khas dari Jawa timur dan Jawa Tengah. Kalo di tempatku Jawa Timur terkenal dengan  sebutan Carang Mas. Resepnya nyotek dari majalah Femina jadul milik ibu dan resep ini yang slalu aku pake.......
 
Carang Mas / Grubi
 
Bahan : 
500 gr ubi jalar
200 gr gula jawa sisir
Garam secukupnya
Minyak untuk menggoreng
 
Cara:
  1. Kupas ubi jalar, kemudian potong-potong ukuran batang korek api dan langsung rendam dalam air  supaya tidak berwarna hitam. 
  2. Setelah semua ubi teriris rapi keluarkan dari air dan tiriskan. 
  3. Panaskan minyak yang cukup jumlahnya sehingga ubi tergenang di dalamnya. Setelah itu masukkan semua ubi yang sedah dipotong – potong sekaligus ke dalam minyak panas.
  4. Setelah kering dan berwarna kekuningan – kuningan, masukkan gula jawa dan garam. Aduk sampai gula mencair. 
  5. Setelah ubi dan gula tercampur rata, angkat dan keluarkan dari tempat penggorengan. Tiriskan. 
  6. Cepat – cepat cetak ubi selagi panas, tekan – tekan sampai padat dan biarkan sampai dingin dan keluarkan dari cetakan.
  7. Simpan dalam tempat kedap udara.
 
Tips :
  1. Kalo saya bikin pada saat merendam ubi air rendaman ditambah garam.
  2. Pilih ubi yang manis hasilnya lebih enaaaaak.
  3. Pilih gula jawa yang tidak terlalu gelap, karena kalo gulanya uda gelap biasanya hasilnya agak kegelapan. Menurutku kurang cantik.....hihihi
 
Salam Jajan Tradisional,
Renny Anggraeni

Entho Cothot


Selamat pagi Trio Host NCCJTIW yang TOP BGT,

Kali ini saya mau setor jajanan khas daerah saya, Magelang Jawa Tengah INDONESIA, judulnya Entho Cothot.

Entho sendiri sebutan lain dari getuk, sedangkan cothot; artinya keluar tiba-tiba (translate asal), karena makanan ini intinya adalah getuk tanpa gula yang diisi gula pasir, dibentuk bulat dan digoreng. Kalo isi gula pasirnya penuh biasanya gula akan 'mecothot' atau keluar meleleh tiba-tiba saat digigit bahkan di penggorengan bila nutupnya kurang rapat, hmmh nyam nyam deh, berikut resepnya:

Entho Cothot

Bahan:
1    kg  singkong, kupas
1/2 sdt garam atau sesuai selera
gula pasir secukupnya
minyak untuk menggoreng

Cara Membuat:
1. Kukus singkong sampai empuk dan matang;
2. Tumbuk singkong bersama garam sampai menjadi getuk;
3. Bentuk bulat atau bentuk lain sesukanya;
4. Isi dalamnya dengan gula pasir, rapatkan getuk.
5. Goreng dalam minyak yang sedang panasnya sampai kekuningan.
6. Sajikan.

catatan: Minyak jangan terlalu panas karena Entho akan cepat merah sedangkan gula pasir belum leleh.

Hmmh jadilah menu jadul salah satu jualan ibu saya dulu untuk tambahan membiayai kami anak-anaknya sekolah:) Love u Mom!

Salam Cinta INDONESIA
Cici

Klepon Ketan Hitam


Dear trio TAH...

Di penghujung JTIW ini saya mau laporan yang pertama disaat yang lainnya sudah berpuluh-puluh, nga apa-apa ya yang penting bisa berpartisipasi, baru sempet soalnya :(.

Dari awal sudah niat mau bikin yang berbahan dasar ketan hitam karena punya tepung ketan hitam 1 kg belum juga dipakai pakai, dan mau bikin klepon yang merupakan jajanan tradisional favorit suami, selain cenil tentu nya. Karena suami dari purwokerto tapi jajanan ini di bandung pun ada jadi asalnya dari jawa aja lah ya. Dan karena sudah di modif mudah-mudahan masih masuk kategori jajanan tradisional.

Aslinya klepon ini pakai tepung ketan putih dan pakai air daun suji-pandan tapi demi atas nama pemanfaatan bahan yang ada maka saya modif resep yang ada, dan ini resepnya :

Klepon Ketan Hitam  
Modif dari resep "Klepon Saus Santan, Kue dan Dessert Asia, seri masak femina primarasa lezat sekejap 30' " by Anggi R. ThaTa

Bahan
180 gr tepung ketan (tepung ketan hitam)
1 sdt garam
125 ml air hangat (100 ml air hangat)
50 ml air daun suji pandan (tidak pakai)
100 gr gula merah, sisir halus

Saus santan (tidak pakai)  
300 ml santan, dari 1/2 btr kelapa
1/2 sdm tepung beras
2 lembar daun pandan, potong-potong 4 cm
1/4 sdt garam

Ganti nya menggunakan parutan kelapa kukus
100 gr kelapa parut kupas
1 sdt garam
Kedua bahan diatas dicampur lalu dikukus hingga matang

Cara membuat
  1. Campur tepung ketan, garam, air, dan air suji pandan (tidak pakai) dalam wadah, aduk dan uleni hingga tercampur rata dan bisa dipulung.
  2. Ambil 1 sdt adonan tepung, pipihkan, taruh gula merah sisir di tengah nya. Bulatkan hingga gula merah berada di tengah.
  3. Didihkan air dalam panci, masukkan bulatan tepung ke dalam nya, masak hingga matang dan mengapung, angkat, tiriskan.
  4. Saus santan: campur bahan saus menjadi satu, masak di atas api sambil diaduk hingga mendidih dan mengental, angkat. Biarkan sebentar hingga agak dingin.(tidak pakai)
  5. Taruh klepon diatas piring/mangkuk saji, tuangi saus santan (taburi kelapa parut kukus), hidangkan.

Alhamdulillah suami senang, saya pun senang akhirnya bisa ikutan week kali ini setelah absen beberapa kali walaupun mepet-mepet ;). Terima kasih host, trio TAH, untuk kerja keras nya pada event week kali ini.

Salam,
Anggi R. ThaTa

Selasa, 09 April 2013

Tahu Aci Tegal






http://news.liputan6.com/read/476628/tahu-aci-kuliner-khas-kabupaten-tegal Berkunjung ke Kabupaten Tegal serasa kurang apabila tidak mencicipi salah satu kuliner yang khas dari daerah ini. Tahu Aci, siapa yang tidak mengenalnya? Tahu Aci ini adalah salah satu kuliner khas dari daerah Kabupaten Tegal. Hampir di setiap pinggir jalan banyak penjual yang menjajakannya. Bahkan hingga pedagang asongan pun ikut menjajakan makanan ini di dalam bus. Orang luar atau yang bukan berasal dari Tegal biasa menyebutnya dengan Tahu Tegal atau Tahu Kuping.


Tahu Aci Tegal 
ala mellyloveskitchen

Bahan :
10bh tahu kuning ----> aku menggunakan 2 buah tahu putih besar
7 sdm tepung kanji
½ sdm garam
Sejumput gula putih
¼ sdt ketumbar
¼ sdt lada
3 siung bawang putih
2 batang daun bawang, iris / daun kucai
Air 100ml

Cara: 
Masukkan semua bahan kecuali air, aduk rata
Masukkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk dan menemukan komposisi yang pas (hingga adonan dapat dipulung se[erti layaknya membuat pempek/ bisa dibentuk)
Belah melintang tahu putih menjadi 2 bagian dan belah bagian tengahnya untuk diisi adonan tepung kanji.
Isi tahu dengan adonan tepung kanji, kemudian goreng.  (Bisa juga tahu yang sudah diisi di rebus di air mendidih supaya adonan bisa matang sempurna) ---- > aku menyarankan direbus dulu yaaa
Sajikan dengan cabe rawit deh 

Yuuuk dinikmati :)
Permai Sari Molyana Yusuf

Es Dawet Ireng


Hai host, laporan ke 12 ini tentang Dawet Ireng (Cendol hitam) khas Purworejo Jawa Tengah. Pertama kali kenal minuman ini Juli tahun lalu saat perjalanan pulang liburan dari Jogya & Magelang. Ketika kami pulang ke arah Cibinong Bogor, alat GPS di mobil menyarankan rute terdekat via jalur Selatan. 

Ketika melewati kota Purworejo kami melihat sederetan gubuk-gubuk penjual Dawet Ireng. Jadi penasaran karena selama ini hanya tahu Dawet Banjarnegara yang berwarna hijau daun suji. Rasanya enak, lalu tanya ke penjualnya, warna hitam dawet ternyata berasal dari Merang yaitu batang Padi yang dibakar.
2 minggu yang lalu saat jogging pagi bersama anak ke komplek perkantoran Pemda Cibinong dia mengeluh capek & lapar sehingga kami berhenti istirahat di warung makan Kupat Tahu Magelang pak Slamet. Karena saya jarang makan besar di pagi hari saya pesan Dawet hitam saja disitu. Wah rasanya malah lebih enak dibanding saat beli di pinggir jalan Purworejo dulu. Nah kemarin saat gowes dengan suami saya ajak sarapan Kupat Tahu di warung makan itu lagi tapi ternyata Dawet Irengnya belum ada, maklum masih jam 7 pagi. Hehe... Akhirnya saya iseng bilang mau beli merangnya saja segemgam, ternyata dibolehkan. 
Sampai rumah browsing resepnya dapat dari tabloidNova.com langsung eksekusi

Dawet Ireng

Bahan:
75 gr tepung hunkwe ( saya pakai 100gram)
100 gr tepung beras
30 gr tepung kanji ( saya tidak pakai/tidak ada stock)
30 gr bubuk jerami yang dibakar dan
dihaluskan
1 sdt garam
900 ml air
es batu secukupnya

Sirop Gula Jawa:
200 gr gula jawa
50 gr gula pasir
350 ml air
2 daun pandan

Kuah Santan:
750 ml santan dari 1 ½ btr kelapa
1 sdt garam
2 lbr daun pandan

Cara Membuat:
  1. Sirop Gula Jawa: rebus semua bahan hingga mendidih dan gula larut. Saring, sisihkan.
  2. Santan: campurkan santan dengan garam, masak sambil diaduk hingga mendidih, angkat, dinginkan.
  3. Masak tepung beras, hunkwe, tepung kanji dan bubuk jerami ( saya aduk air dengan merang lalu disaring/pakai airnya saja) Tambahkan garam dan daun pandan. Masak sambil diaduk hingga meletup-letup.
  4. Siapkan baskom berisi air dingin, tuang adonan cendol panas ke cetakan cendol. Tekan-tekan agar adonan keluar lewat saringan cendol, diamkan sampai dingin, saring (saya gunakan wadah plastik pengukus Magicom)
  5. Sendokkan Dawet Ireng ke dalam gelas, tambahkan es batu, santan lalu tambahkan Sirop Gula Jawa.
 
(Untuk 10 orang)

Ani Verdiyanti

Lapis Pati Bodin


Halu Trio TAH*:) happy
mo setor lagi yaaaaa...
Kue ini belum pernah makan sebelumnya, tapi judulnya kan kue lapis, jadi nekat aja bikin, hihihi...
Berikut resepnya dari Sajian Sedap
Semoga berkenan yaaa

LAPIS PATI BODIN (JEPARA)


Potong kue ini setelah kue benar-benar dingin, agar hasil potongannya lebih bagus dan rapi.
Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
400 ml santan dari 1/2 butir kelapa
175 gram tepung kanji
1/2 sendok makan tepung beras
125 gram gula pasir
1/2 sendok teh garam
25 ml air daun suji
1 tetes pewarna merah

Cara Pengolahan :
  1. Rebus santan sambil diaduk sampai mendidih. Angkat. Biarkan hangat. Tambahkan tepung kanji, tepung beras, gula, dan garam. Aduk rata.
  2. Bagi menjadi 2 bagian. Satu bagian tambahkan air daun suji. Aduk rata.
  3. Ambil 50 gram adonan, tambahkan pewarna merah. Sisa adonan biarkan putih.
  4. Bagi adonan hijau dan putih jadi 2 bagian.
  5. Siapkan loyang loaf ukuran 16 x 8 x 5 cm yang dioles minyak goreng dan dialas plastik. Panaskan di dalam kukusan.
  6. Tuang satu bagian adonan hijau. Kukus 10 menit. Tuang satu bagian adonan putih. Kukus 10 menit.
  7. Tuang sisa adonan hijau. Kukus 10 menit. Tuang lagi sisa adonan putih. Kukus 10 menit. Terakhir tuang adonan merah. Kukus 15 menit sampai matang.
  8. Dinginkan. Potong – potong
Untuk 10 potong
 
Salam,
Intan Permatasari

Senin, 08 April 2013

Gelek

Dear Ibu-ibu Host JTIW yang cantik-cantik dan baik hati.. Mau setor nih, mumpung belum terlambat.
Jajanan yang saya buat ini merupakan jajanan jaman kecilku dulu. Suka banget,,, sama jajanan ini. Meskipun baru sekarang bisa bikin sendiri. Itupun resepnya nanya sama ibunya karyawanku. Katanya dulu ibunya jualan jajanan ini. Nama jajanannya adalah GELEK. Arti secara harfiahnya, saya sendiri kurang tau apa artinya dan kenapa jajanan itu dinamakan seperti itu. Sepertinya sekarang jajanan itu sudah jarang dibikin. Padahal bahannya simpel banget. Yuk kita intip resepnya ,,,

GELEK
By : Makne

Bahan :
250 gram  terigu terigu protein sedang/ all purpose flour
50-75 gram gula pasir
1 butir telur
1/4 sdt soda kue
1/4 sdt garam
1/2 sdt vanili

Cara membuat :
  1. Dalam baskom masukkan telur, gula pasir, soda kue, garam, dan vanili kemudian mixer sampai pucat.
  2. Masukkan tepung terigu, uleni hingga kalis. (Bentuk adonannya memang agak keras, karena tidak ada penambahan air)
  3. Bentuk adonan menjadi bulat-bulat, kemudian goreng dengan minyak panas dengan api kecil, setelah agak merekah api dibesarkan. Angkat dan siap disajikan.

Selamat mencoba *_*
Powered by Telkomsel BlackBerry®