Tampilkan postingan dengan label Makasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makasar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 April 2013

Sanggara' Belanda


Dear hosts, aku laporan lagi ya...

Kue tradisional ini namanya sanggara' belanda atau pisang goreng Belanda. Ngga tau juga kenapa di belakangnya ada nama belandanya. Apa karena dulu awalnya merupakan dessertnya para penjajah Belanda ataukah karena pisang gorengnya beda dengan pisang goreng biasa yang hanya dicelup di tepung. Pisang goreng yang ini menggunakan mentega/margarin untuk campuran fillingnya jadi lebih mlekok rasanya. Ada rasa rasa Belandanya...hehehehe. Itu istilah orang orang tua dulu untuk makanan yang berbau luar negeri.

Sengaja yang digunakan adalah pisang raja karena pisang ini harum, dan tinggi kandungan gulanya. Kalau digoreng cepat gosong karena proses karamelisasi. Biasanya minyaknya menjadi cepat keruh. Pisang digoreng dua kali. Yang pertama untuk mendapatkan aroma khas gorengan pisang raja. Yang kedua untuk menempelkan baluran telurnya. Kalau langsung dicelup dan digoreng akan beda aromanya. Oh iya resep ini tidak bisa menggunakan pisang lain. Harus menggunakan pisang raja yang matang sekali supaya tidak ada jejak sepet sepetnya. Tujuan bahan filling diisikan dalam keadaan masih panas agar gula dan margarinnya meleleh. Nanti yang terlihat hanya kacangnya. Margarin dan gula berubah menjadi saus. Dimakan dingin dingin nikmat beneeeer...

Sanggara' Belanda (Pisang Goreng ala Belanda)

Bahan :
1 pisang raja yang bagus matangnya
1 butir telur, kocok lepas
3 sdm margarin/mentega
4-5 sdm gula pasir
150 gr kacang tanah kupas, tumbuk kasar
minyak untuk menggoreng pisang

Cara membuat :
  1. Goreng pisang sampai kecoklatan. Angkat. Tiriskan. Selesaikan menggoreng semua pisang.
  2. Celup di dalam kocokan telur lalu goreng lagi sampai matang. Angkat.
  3. Panas panas belah bagian tengah pisang dan sendokkan bahan filling secukupnya. Tata di piring saji. Biarkan beberapa jam agar bahan filling meleleh menjadi saus. Bisa juga dimasukkan ke dalam kulkas.
  4. Kalau ingin lebih banyak sausnya bisa membuat larutan karamel dari gula yang dimasak bersama sedikit air sampai kental. Sajikan bersama sanggara belanda.

Salam,
Hesti HH
http://hesti-myworkofart.blogspot.com/

Kue Kembang Seruni


Dear host NCC JTI, setoran yaaaa...

Ini laporan pertamaku. Masih berharap ada kesempatan bikin yang lain lagi. Kue ini berasal dari Makassar. Jarang dijumpai dijajakan di pasar. Biasanya hanya muncul pada saat acara acara besar seperti pernikahan.
Pada saat itu disajikan kue kue tradisional dalam piring saji bertutup yang dinamakan 'bosara'. Kue kue ini berciri khas supeeer manis dan menggunakan banyak telur. Mungkin bagi sebagian orang, kue ini dianggap terlalu manis tapi memang demikianlah adanya. Katanya filosofinya adalah agar pernikahannya berbuah manis pula.

Rasa dan teksturnya mirip seperti kue ku dari Jawa. Tapi isiannya menggunakan kentang yang dikukus dan nanti disajikan bersama saus santan. Sesuai namanya kue ini dibentuk menyerupai bentuk bunga seruni
atau krisan (walaupun punyaku bentuknya kayak mawar). Unik deh pokoknya!

KUE KEMBANG SERUNI

Bahan kulit :
- 300 gr tepung ketan
- 3 sdt gula pasir halus
- 1/2 sdt garam
- 200 ml santan encer yang sudah dipanaskan sampai hampir mendidih
- pewarna makanan
- daun pisang untuk alas kue, dipotong kotak
- minyak untuk mengoles daun

Bahan isi (masak sampai adonan kalis, setelah dingin pulung sebesar kelereng) :
- 2 buah kentang ukuran besar, kukus lalu haluskan
- 50 gr gula pasir
- 1/4 sdt garam
- 1 lembar daun pandan, simpulkan
- 1 sdm minyak

Bahan saus santan (masak sambil diaduk sampai meletup letup) :
- 500 ml santan kental
- 3 sdm terigu
- 125 gr gula pasir (sesuaikan selera)
- 1/2 sdt garam
- 2 lembar daun pandan

Cara membuat :
  1. Panaskan kukusan dengan api sedang.
  2. Dalam wadah campur tepung ketan, gula, dan garam lalu aduk rata. Tuangi santan panas sedikit sedikit sampai adonan dapat dipulung. Air santan tidak harus habis semua.
  3. Bagi adonan menjadi tiga adonan lalu beri pewarna. Kalau ingin hanya 1 warna paling enak menggunakan air pandan.
  4. Pipihkan, beri isian kentang lalu rapatkan dan bentuk bulat. Hias permukaan kue berbentuk kembang seruni menggunakan pinset/penjepit bergerigi. Jepit mulai dari arah tengah ke luar.
  5. Beri alas daun pisang yang sudah dioles dan kukus selama sekitar 10 menit. Tiap 2 menit kukusan dibuka agar kue tidak menggembung yang menyebabkan hasil akhirnya jadi meleber.
  6. Angkat dan sajikan dengan sausnya.
Salam,
Hesti HH
http://hesti-myworkofart.blogspot.com/

Senin, 08 April 2013

Es Palu Butung



Spadaaaaa NCC ers n trio TAH
Gimana nih cuacanya di kota masing-masing? Di Cimahi, Bandung, panasnya puooool, cucian cepet kering deh pokoknya, hehehe...
Cuaca panas gini enaknya yang seger seger pasti ya...
Es yang satu ini baru pas kuliah saya kenal, dan langsung jatuh cinta sama rasanya, manis, lembut, gurih.... yummmmmmyyyyy...
Membuatnya relatif mudah dan cepat, buat yang suka yang manis n seger wajib coba deh
Es ini berasal dari Sulawesi Selatan, sekarang ga usah kesana udah bisa nikmati loh, bikin aja yuuuk
Berikut resepnya dari Sajian Sedap
Semoga berkenan yaaaa...

Es Palu Butung
12 buah pisang kepok (pake pisang raja yang maniiiiis)
75 gram tepung beras
1.200 ml santan dari 1 butir kelapa
2 lembar pandan, ikat
1 sendok teh garam
125 gram gula pasir
160 gram sirup merah (pake sirup Tjampolay, pisang susu)
800 gram es serut (es batu aja, hehehe)

Cara membuat:
Kukus pisang kepok di atas api sedang selama 20 menit hingga matang. Angkat. Kupas. Potong-potong.
Larutkan tepung beras, santan, daun pandan, gula pasir, dan garam.
Masak sambil diaduk hingga meletup-letup. Dinginkan.
Tata pisang dalam mangkuk. Tuangkan rebusan tepung beras.
Tambahkan sirup merah. Hidangkan bersama es serut.

Rabu, 27 Maret 2013

Es Palubutung


Dear Host JTIW..
Mau laporan perdana saya di acara week2an :)

Saya, orang tua ataupun sodara-sodara saya tidak ada yang asli Makasar. Nyicip es palubutung pertama kalinya waktu kuliah di Bogor. Ada yang jual es palubutung tapi di kedai ayam bakarnya dan tidak selalu tersedia. Sekali makan, langsung ketagihan. Besoknya mau beli tapi lagi tidak bikin si empunya kedai. Akhirnya setelah berkali-kali mampir tiap lewat pulang kuliah cuma sekali dapat es palubutungnya. Beberapa tahun kemudian, kebetulan dapat suami asli Kendari dan saat mudik lebaran disuguhin "kolak pisang" di rumah tantenya suami. Yang saya tahu itu namanya palubutung, tapi waktu saya sebut palubutung besoknya suami juga gak engeh. Sampai waktu jalan2 ke pelosok dan pertama kalinya nemu tulisan "sedia es palubutung dan pisang ijo" tapi gak sempat mampir karena pas pulangnya gak nemu lagi tulisannya, hehehe.. Akhirnya hanya kesampaian makan Es Pisang Ijo Amanda yang terkenal di sana.

Setahun kemudian waktu hamil si bungsu, kepengen es palubutung dan suruh suami tanya resepnya dan nyari pisang kepok dan santan malam-malam (ceritanya ngidam nih) akhirnya ketagihan bikin terus sampai sekarang karena buatnya simpel (tidak serepot bikin pisang ijo) dan bawa buat potluk HMFF kemarin.
 
ES PALUBUTUNG

Berikut resepnya: (yang ini saya dapat dari browsing, cuma lupa di copas linknya. kalau resep dari keluarga suami gak pernah ditakar cuma pakai ilmu kira-kira saja)

Bahan:
5 buah pisang kepok, kukus sampe matang, dinginkan
600 cc santan
50 gram tepung beras
75 gram gula pasir halus (saya cuma pakai 50 gram karena sudah ada manis dari sirup dan SKM saat penyajian)
1 sdt vanili (saya tidak pakai)
1 sdt garam
2 lembar daun pandan, disobek2 (optional kalo ada)
sirup merah rasa cocopandan

Cara Membuat :
Larutkan tepung beras dengan sedikit santan, sisihkan. rebus santan, gula pasir halus, vanili, garam dan daun pandan dengan api kecil sambil diaduk sampai mendidih.
Masukkan adonan tepung beras, aduk lagi sampai matang (tanak, kalo orang jawa bilang), kemudian dinginkan.

Cara Penyajiannya :
Hancurkan es batu, taruh dalam mangkok saji, tata pisang rebus yg dipotong melintang di atasnya, siram dengan adonan bubur putih, kemudian siram lagi dengan sirup cocopandan.
Kalo di makassar pake sirup DHT yg pas banget rasanya dgn perpaduan pisang dan bubur putihnya. berhubung disini nggak ada, ya pake sirup ABC cocopandan aja, tetep enak kok.

Salam,
Qiqie - Kue Nayla
*masih menanti dibawain sirup DHT

Selasa, 26 Maret 2013

Es Pallu Butung


Dear NCCers,
 
Makin seru jajanan di ajang culinary event kali ini, ikutan setor lagi yaa.
 
Es Palu Butung saya kenal pertama kali di rumah makan Makassar yang terkenal di daerah Boulevard Kelapa Gading Jakarta. Berikutnya pernah mencicipi pula di tempat asalnya yaitu di kota Makassar. Rasanya segar tapi juga menambah kenyang sehingga perlu timbang-timbang kapasitas perut kalo mau pesan bersama Sop Konro/Konro Bakar yang besar tulangnya aja hampir selengan:)
 
Es ini saya buat saat si kecil mogok makan nasi, resepnya sederhana tapi maknyus, ini dia:
 
Es Pallu Butung
Buku Kue-kue Indonesia Yasaboga
 
Bahan:
5 bh  pisang raja/kepok yang tua, kukus, kupas
         sirop merah (saya pakai Freiss cocopandan - seadanya di warung sebelah)
         es batu
 
Bubur santan:
600 ml  santan dari 1 btr kelapa (saya pakai Kara dicampur air)
   50 gr  tepung beras
   2  lbr   daun pandan, sobek-sobek, buat simpul
   75 gr  gula pasir
1/4 sdt  vanili
1/4 sdt  garam
 
Cairkan tepung bera dengan sebagian santan. Sambil diaduk-aduk, didihkan sisa santan bersama gula, daun pandan, vanili, dan garam. Kecilkan api, tuangkan tepung cair, aduk sampai seluruhnya matang dan kental. Dinginkan
 
Saran saji: potong-potong pisang kukus, tuangkan bubur santan, beri sirop merah dan es batu
 
Es batunya belum jadi benar jadi tidak kelihatan di foto hehe
 
Salam slurrrp es palu butung,
Cici

Es Pisang Ijo







Trio TAH, ini yang ke 17 ^^
ini dessert kesukaan saya apalagi kalo udah makan konro, wedeeew, nyum nyum nyum....
Ada yang punya info konro yang enak dimana di Bandung? Saya waktu itu makan di Jakarta enaaak deh, beli yang di Bandung rasanya beda, kaya pake bumbu pecel *:-&lt sigh
Ini kedua kali saya buat, dulu ceritanya mau bikin buat NCC RW, mo dibuat renbo kulitnya,  tapi gagal, hiks... hiks...*:(( crying
Kali ini lebih mendingan, nutupin pisang pake kulitnya saya pake daun pisang dioles minyak (padahal kayanya lebih gampang pake plastik ya, hehehe...) Cara sesat mungkin, buat saya sih yang penting jadi *:D big grin
Berikut resepnya semoga berkenan ya....

PISANG HIJAU (Sajian Sedap) ala Intan Permatasari

200 gram tepung beras
350 ml santan dari 1/4 butir kelapa
1/2 sendok teh garam
50 ml air suji dari 50 lembar daun suji dan 6 lembar pandan (pake pasta pandan)
1/2 sendok teh air kapur sirih
60 gram gula pasir
4 tetes pewarna hijau tua
10 buah pisang raja, dikukus
daun pisang untuk membungkus

Bahan Saus:
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
40 gram tepung beras
10 gram maizena
50 gram gula pasir
1/2 sendok teh garam
3 lembar daun pandan, diikat simpul

Pelengkap:
100 gram nangka, dipotong-potong (ga pake)
200 gram kelapa muda, dikeruk lebar (ga pake)
250 gram sirup cocopandan
10 sendok makan susu kental manis
1.000 gram es serut ( es batu aja )

Cara membuat:
  1. Aduk rata tepung beras, santan, garam, air suji, air kapur sirih, gula pasir, dan pewarna hijau tua. Masak sambil diaduk sampai meletup-letup.
  2. Ambil 50 gram adonan adonan. Pipihkan di atas plastik. Letakkan pisang. Bungkus kembali membentuk pisang.
  3. Ambil daun pisang. Beri adonan pisang. Bungkus. Semat dengan lidi.
  4. Kukus di atas api sedang 30 menit sampai matang. Dinginkan. Potong-potong miring.
  5. Saus, rebus bahan saus sambil diaduk sampai mendidih. Dinginkan.
  6. Sajikan pisang hijau bersama pelengkap dan sausnya.

Senin, 25 Maret 2013

Jalangkote


Selamat siang dan selamat hari Minggu trio TAH,
Ini laporan saya yang ke 4, Jalangkote khas Makassar.
Saya tahu Jalangkote ini dari ibu mantan saya waktu sekolah dulu. Beliau asli orang Makassar yang memperkenalkan saya cara membuat Jalangkote. Dan beliau juga yang mengajarkan saya bagaimana membuat kue, banyak resep keluarga beliau yang diturunkan ke saya (beliau tidak punya anak perempuan jadi saya yang dipercaya untuk tahu resep-resep keluarganya). Cukup untuk ceritanya berikut resep yang digunakan;
Bahan-bahan:
1. Kulit
    200 gr tepung terigu
    1 telur
    Air secukupnya
    1/2 sdt garam
2. Isi
    2 telur
    1 buah wortel
    2 buah kentang
    4 bawang putih
    Merica
    Garam
    Bumbu kaldu ayam
    Gula
    1 sdt tepung terigu
    Minyak goreng (untuk menumis dan menggoreng)
3. Sambal
    4 cabai rawit
    2 bawang putih
    Cuka
    Air
    Gula
Cara membuatnya:
1. Bahan-bahan untuk kulit diadonkan menjadi satu. Uleni hingga cukup kalis.
2. Rebus wortel, kentang dan telur hingga matang. Potong dadu kecil. Haluskan bawang putih dan merica. Tumis hingga harum, masukkan potongan isian. Tambahkan air, garam, bumbu kaldu dan garam, aduk rata. Masukkan terigu, aduk hingga mengental.
3. Giling adonan kulit hingga cukup tipis (jangan terlalu tebal dan jangan terlali tipis). Cetak berbentuk lingkaran. Masukkan isian ke dalan kulit, bentuk ujung2nya (step untuk membuat ujung Jalangkote akan saya kirim di email selanjutnya).
4. Panaskan minyak hingga cukup panas (api sedang), goreng hingga berwarna kecoklatan. Sajikan.
5. Rebus cabai dan bawang putih. Haluskan. Tambahkan cuka, air dan gula. Rebus hingga mendidih. Saring. Sajikan Jalangkote dengan sambalnya.
Dari kesemua pembuatan Jalangkote ini, yang paling saya suka adalah ketika memilin-milin ujung adonan hehe..
Selamat mencoba :)

Salam Jalangkote,
Amanda Kusumo

Jumat, 22 Maret 2013

Bandang Lojo







Assalamu Alaikum

Apa kabar Trio TAH? Semoga tambah semangathhh (style ala Bang Rhoma Irama).
Ini laporan kedua ya. Dulu waktu kecil jajanan ini sering dijual indo'-indo'  (sebutan mbok-mbok untuk orang Bugis) di dekat rumah. Dijual bersama Tarajju', beppa lame (lemet), doko-doko (roko-roko unti-Makassar. Nagasari-Jawa), dan Cangkuning (Kue Bugis). Bandang adalah sebutan kue yang terbuat dari tepung maupun singkong. Lojo artinya -maaf bugil, atau  tidak dibungkus. Karena hampir semua kue tradisional Bugis-Makassar ketika disajikan terbungkus daun pisang, tapi Bandang Lojo ini dibiarkan tidak terbungkus. Bahan dan cara membuatnya sangat sederhana.

Bandang Lojo
By Fajar S Djuanda

Bahan

1/2 Kg Singkong
10  buah pisang raja/pisang kepok matang pohon bagi/belah 2
      Kelapa 1/2 tua, parut memanjang
1/2 sdm garam
      Daun pisang secukupnya

Cara:

1. Parut singkong, peras airnya
2. Ambil selembar daun pisang, letakkan 2 SDM singkong parut, tambahkan 1 potong
    pisang, tutup dengan 2 SDM singkong, Bungkus. Kukus.
3. Buka bungkus bandang, gulingkan di atas parutan kelapa yang sudah dicampur
    garam. Siap disantap.

Catatan:- Bandang Lojoi bisa disimpan di kulkas. Jangan buka bungkusnya, ketika akan
              disajikan kukus kembali atau masukkan di Magic Jar (pemanas nasi)
            - Supaya kelapa awet, rendam kelapa setengah tua dalam air yg telah diberi
              garam 1 sdm. Bisa tahan sampai 4 hari. Jadi parut kelapa seperlunya, kelapa
              yang belum diparut direndam lagi.
            - Bandang ini bisa juga disajikan dengan kinca gula merah. Caranya bandang
              yang sudah dibalur kelapa parut, potong-potong, guyur dengan kinca.

Fajar, Bunda Dzaky

Lapis India







Hai semua...
Kue ini jajanan tradisional Indonesia loh. Aku mengenal kue ini dari tetanggaku yang berasal dari Makassar. Menurut beliau disebut Lapis India karena kuenya yang bergelombang seperti tarian India. Awalnya ibuku tidak mudah mendapatkan resep ini karena dirahasiakan oleh beliau, namun bukan ibuku kalau tidak berhasil merayu. Dari resep yang berhasil didapatkan, oleh ibuku dimodifikasi menyesuaikan dengan selera kami. Aslinya kue ini sangat manis dan telur yang digunakan lebih sedikit. Dahulu ketika ibuku masih berbisnis makanan, saat hari raya banyak yang memesan kue ini, umumnya untuk bingkisan lebaran.
Ini kali kedua aku membuatnya. Memakan waktu lebih kurang 4 jam tetapi sebanding dengan hasilnya. Kue ini sangat legit seperti sarikaya namun padat dan lembut. Lebih enak disajikan dingin. Resep yang aku pakai sesuai dengan resep modifikasi ibuku.

Lapis India 

Bahan:
15 btr telur
800 gr gula merah
100 gr gula pasir
1 sdt kayu manis bubuk
1/2 sdt garam
4 gelas santan dari 2 butir kelapa (tidak dimasak)
2 1/3 bks tepung hunkwe
Daun pandan secukupnya

Cara membuat:
  1. Siapkan loyang ukuran 24 cm alasi dengan plastik tahan panas.
  2. Panaskan kukusan dengan api besar, air kukusan diberi daun pandan
  3. Kocok telur, gula merah, gula pasir dan garam dengan whisk sampai berbusa
  4. Masukkan tepung hunkwe dan santan secara bergantian. Aduk sampai tercampur rata. Saring
  5. Tuang adonan sebanyak satu sendok besar, tuang dari pinggir loyang. Kukus selama kurang lebih 7 menit atau sampai adonan tidak menempel ditangan. Jangan terlalu lama karena nanti kue tidak menempel antara lapisan satu dengan lainnya
  6. Lakukan langkah no. 5 sampai adonan habis. Jangan lupa untuk selalu mengaduk adonan ketika akan menyendokkan adonan agar tepung tidak mengendap
  7. Untuk adonan terakhir kukus selama kurang lebih 20 menit
  8. Matikan api. Biarkan kue di dalam kukusan hingga dingin
  9. Keluarkan dari kukusan, simpan dalam lemari pendingin. Potong-potong sesuai selera.
Semoga bermanfaat.

Essy Yulia
http://klassiekoekjes.blogspot.com

Kamis, 21 Maret 2013

Katirisala







Assalamu Alaikum

Dear host TAH yang cantik-cantik.
Baru pertama ikut eventnya NCC,  jadi mohon maaf kalau laporannya masih kaku. Katirisala adalah kue khas Bugis-Makassar. Makanan ini salah satu isian bosara –semacam wadah yang ada tudungnya- yang disajikan saat acara nikahan. Katirisala mirip Srikaya atau Sarikaya, baik bentuk maupun bahan dasar.  Sama seperti kue Bugis-Makassar yang lain seperti: Cucuru Bayao, Barongko, Biji Nangka, dan Sikaporo, makanan ini juga berbahan dasar telur, santan, dan gula. Yuk, kita intip resepnya.

Katirisala
By: Fajar S Djuanda

Bahan:
Untuk Lapisan bawah
1.    300 gram beras ketan (bisa ketan hitam atau putih, tapi saya pakai ketan Merah)
2.    150 ml  santan sedang (campuran santan kental dan encer)
3.    ½ sdm garam
 
Bahan:
Untuk lapisan atas
1.    350 gram gula merah, disisir halus
2.    100 ml santan kental
3.    7 telur ayam ukuran besar.
4.    2 sdm gula pasir
 
Cara:
Untuk lapisan bawah
  1. Rendam ketan minimal 2 jam, tiriskan hingga kering.
  2. Remas-remas hingga ketan berbutir kecil/kasar, asal pecah saja. Bisa juga ditumbuk di lesung tapi jangan sampai halus.
  3. Masak ketan ½ matang.
  4.  Angkat ketan dan rendam dalam santan sampai santan terserap habis
  5. Masak kembali ketan hingga matang..
  6. Angkat ketan, dalam keadaan hangat masukan dalam Loyang yang telah dialasi dasarnya dengan daun pisang/plastik dan disemir margarine.
  7. Ratakan permukaan ketan dengan cara ditekan menggunakan  daun pisang/plastik (seperti menghaluskan permukaan kayu menggunakan kain amplas, maaf—semoga bisa dipahami). Pastikan permukaan ketan halus dan rata, tidak bergelombang. Sisihkan.
 
Untuk lapisan atas
  1. Masukan gula merah sisir dalam wadah, masukan telur. Kocok hingga mengembang. Saring.
  2. Kocok kembali adonan gula merah, tambahkan gula pasir dan santal kental. Kocok sampai mengembang dan berbuih.
Penyelesaian: 
  1. Didihkan air dalam dandan. 
  2. Masukan Loyang yang berisi adonan ketan ke dalam dandan panas.
  3. Setelah ketan panas, masukan adonan telur+gula merah (jaga adonan telur+gula merahnya dalam keadaan berbuih, jadi sering-seringlah mengocok, tindakan ini akan membuat lapisan atas menjadi cantik dan mengembang.
  4. Bungkus tutup dandan dengan kain. Sesekali buka tutup dandan dan tiriskan uap airnya, jangan sampai mengenai adonan.  Masak hingga lapisan atasnya agak keras atau kira-kira 30-45 menit. Setelah matang, dinginkan dan potong sesuai selera.

Note:
  • Ketan yg diremas hingga berbutir kasar dan memanaskan ketan dalam loyang,  dimaksudkan agar ketan menjadi rapat sehingga kemungkinan adonan lapisan atas tidak merembes ke adonan ketan
  • Ingat, lapisan atas tidak menggunakan tepung apapun, jadi sangat riskan untuk merembes. 
  • Sering-seringlah (tiap 5 menit) membuka tutup dandan dan meniriskan uap airnya.
  • Biasanya saya menggunakan Loyang khusus katirisala berbentuk bulat ukuran 30cm, seperti piring besi.
Salam,
Fajar, Bunda Dzaky

Rabu, 20 Maret 2013

Es Pisang Ijo








Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Dari sekian banyak even NCC, alhamdulillah baru ini yang bisa saya ikuti. Senang sekali rasanya, bisa berpartisipasi.

Lahir dan besar di Sulawesi Selatan, banyak sekali jajanan-jajanan tradisional yang membuat kangen pada tanah kelahiran saya itu. Untuk mengobati, kadang saya membuat sendiri, salah satunya Es Pisang Ijo ini..

ES PISANG IJO
 
Berikut resepnya :

Bahan-bahan :
1 sisir pisang raja ukuran sedang-besar yang matangnya bagus. Kukus bersama kulitnya. Dinginkan.

100 ml air hasil perasan segenggam daun suji+120ml air bersih
Air putih 300 ml
Tepung beras putih 40gr
Tepung beras putih 150gr
Pasta pandan secukupnya
Garam halus secukupnya

Vla :
Santan 650ml
Gula pasir 75ml
Terigu 50 gr
Vanili secukupnya
Garam secukupnya

Pelengkap :
Sirup pisang ambon,
Susu kental manis putih
Es batu serut

Cara membuat ;
  1. Campur dalam panci kecil, air daun suji, air, tepung beras (40gr), pasta pandan, dan garam, aduk sampai mendidih
  2. Matikan api, masukkan tepung beras (150gr), aduk rata, Angkat, biarkan dingin.
  3. Kupas pisang kukus yang sudah dingin, bungkus dengan adonan hijau tadi. Kukus sebentar. Sisihkan.
  4. Membuat Vla : campur semua bahan-bahan vla dalam panci, aduk rata sampai mendidih dan mengental. Sisihkan. Dinginkan.

Penyajian :
1.Potong-potong pisang menyerong, atur dalam wadah.
2. Siram dengan vla.
3. Bubuhkan sedikit sirup pisang ambon, sediikit susu kental manis.
4. Beri es batu serut.
5. Siap dihidangkan.

Silakan dicoba..
Terimakasih..

Wassalam,
Eka Nurlita

Senin, 18 Maret 2013

Pisang Epe'






Dear Trio TAH
Setelah even Jajanan Tradisional INDONESIA ini berjalan semingguan baru kali ini sempat setor, Pisang Epe' jajanan khas Makasar yg nyaris dijumpai disepanjang Pantai Losari. Resepnya cuman Kira2 aja ya, berdasarkan pengamatan sesaat terhadap pisang epe' ini sebelum di konsumsi, itu jug udah setahun yg lalu waktu ke Ujung Pandang. Moga2 aja gak salah ya.(CMIIW) Ini dia resepnya.

PISANG EPE'

Bahan:

6 buah pisang raja yg matang
50 gr gula merah
50 ml air matang
1 sdm kacang tanah cincang di sangrai
Mentega u/ olesan secukupnya.

Cara Buat

  1. Kupas pisang lalu tekan2 menggunakan sendok nasi yg besar. Panggang dgn menggunakan 'happycall'. Bolak balik sampai matangnya merata. Angkat siisihkan.
  2. Rebus gula merah denga air hingga kental.
  3. Sajikan pisang dgn disiram cairan gula merah dan taburi dng kacang cincang.


Salam,
Butet

Jumat, 15 Maret 2013

Es Palu Butung

Dear Host T A H,

Ingin ikut berpartisipasi di event JTIW ini. Kebetulan punya pisang tanduk, jadi langsung dibuat Es Palu Butung. Hidangan ini memang salah satu favorit suami yang kebetulan sempat dibesarkan di Makasar.
Resep di dapat saat ada pelatihan dekat rumah. Komposisi gula sudah saya kurangi, karena saya kurang suka yang terlalu manis.

ES PALU BUTUNG

Bahan :
5 buah pisang tanduk / kepok
100 gr tepung beras
175 gr gula pasirCar
1250 cc santan cair
1/2 sdt garam
1 lembar daun pandan

Pelengkap :
Sirup Merah (Cocopandan) secukupnya

Cara :
  1. Larutkan tepung beras dengan santan cair, garam dan gula. Masukkan daun pandan. Aduk di atas api hingga mengental. 
  2. Masukkan pisang. Masak hingga matang
  3. Siram dengan sirup cocopandan
  4. Hidangkan dingin (bisa di tambah batu es)
Salam jajan tradisional,
Pipit

Kamis, 14 Maret 2013

Bubur Basang





Dear trio TAH dan teman-teman semua
Senang banget ada Jajanan Tradisional INDONESIA week kali ini, jadi tambah cinta tanah air.
Kali ini saya membuat bubur bassang dari Makassar (mohon maaf jika ada salah tulis namanya karena saya orang Jawa yg bersuami orang Bugis). Bubur ini biasa dijual di pagi hari untuk sarapan. Pertama kali mencicipi bubur bassang ketika berkunjung ke rumah mertua dan langsung suka. Biarpun sangat sederhana dilihat dari bahan dan cara membuatnya tapi bubur ini menurut saya enak. Baiklah, resepnya sebagai berikut sesuai yang diajarkan mertua saya:

Bubur Bassang
Bahan:
200 gr jagung bassang (gambar saya lampirkan)
1 lt air untuk merebus jagung
1 lembar daun pandan
300 ml santan kental
50 gr tepung terigu dan 100 ml air dicampur
1/2 sdt garam
Bubuk vanili secukupnya

Bahan taburan:
Gula pasir secukupnya

Cara membuat:
1. Rebus air hingga mendidih lalu masukkan jagung bassang dan daun pandan. Rebus sambil sesekali diaduk hingga empuk. Kalau belum empuk tapi airnya sudah habis tambahkan air lagi.
2. Tuangkan santan, aduk hingga meletup-letup. Lalu kentalkan dengan larutan tepung terigu sambil diaduk. Masukkan garam dan vanili bubuk. Masak hingga matang.
3. Ketika akan dimakan baru ditaburi gula sesuai selera.

Sekian laporan saya, terima kasih.
Salam
Niken