Tampilkan postingan dengan label Sumatera Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Barat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 April 2013

KACIMUIH






Pada detik-detik penutupan JTIW akhirnya mendadak semalam dapat ilham untuk bikin kacimuih ini, secara bikinnya gampang banget namun rasanya RRuuaaarrr biasa hehehe..
Selain itu aku emang kangen dengan jajanan ini karena terakhir memakannya sekitar 3 tahun yang lalu.
Jajanan ini dulu waktu aku kecil sering dibelikan mamaku di pasar tradisional kota kelahiran aku di bukittinggi  setiap kali beliau berbelanja kebutuhan dapur. Bermacam-macam jajanan dibelikan beliau, ada yang namanya tumbang, kue pancuang kacimuih dan lain-lain ( aku lupa namanya hihihi). Belinya bisa sesuai permintaan, misalnya masing2 RP.1000an atau RP.5000 campur dan nantinya akan di bungkus oleh penjualnya dengan menggunakan daun pisang.
Diantara semua jajanan yang dibelikan mamaku aku paling suka dengan kacimuih ini, karena ada rasa  gurih singkong dan  kelapa parut serta rasa manis  dari taburan gula pasir diatasnya. Pada saat mengunyahnya ada bunyi krenyes2 dari gula pasir yang menimbulkan keasyikan sendiri bagiku.

Rencana nya tadi mau menambahkan taburan keju parut juga diatasnya biar lebih maknyuss lagi tapi ternyata stok kejunya sudah habis hehehe..

Berikut resepnya diberikan oleh mamaku tadi pagi, dengan menggunakan ilmu kira-kira.

KACIMUIH
Bahan:
1 buah singkong ukuran sedang
Garam 1sdt
Vanile 1/4 sdt
Kelapa parut kurleb seperempat bagian
Gula pasir secukupnya

Caranya:
Singkong diparut kemudian ditaburi garam dan vanila bubuk, lalu dikukus sampai matang kurang lebih 20 menit
Sementara itu parut kelapa dan taburi garam
Setelah singkong matang salin keatas piring taburi kelapa parut kemudian taburi gula pasir.
Kacimuih siap dinikmati hangat-hangat untuk teman minum teh di sore hari..

Salam jajanan tradisional indonesia.

Tiva happycake
Pin:29a2ff46
Fb: tiva happycake
Blog: www.happycake-happycake.blogspot.com

Kamis, 11 April 2013

Sala Bule'


Sala Bule’
 
Dipenghujung berakhirnya even NCC Jajan Tradisional Week ini, saya mau ikutan ngerusuhin para Host JTIW yang lagi begadang kerepotan ketiban email :D
 
Jenis makanan yang saya buat ini berasal dari ranah minang, Sumatra Barat dan sudah ada yang ngelapor, tapi ngeliat yang lain banyak juga laporan sama jenis, saya juga mau ikutan ahh…pastinya dengan resep orisinil ala keluarga saya. Penganan tradisional yang saya buat ini adalah Sala Bule’. Teman-teman disini melaporkannya dengan nama Sala Lauak, yang pertama kali saya dengar namanya belum lama ini saat teman di kantor yang asli Bukit Tinggi menawarkan jajanan ini. Sempat bingung sebelum akhirnya keluarlah si Sala ini...dan ternyata saya kenal baik tapi dengan nama beda yaitu Sala Bule'.
 
Sala Bule’ (bingung tulisannnya :D), bule’nya itu berarti bulat sesuai dengan bentuknya yang bulat seperti bola pingpong. Untuk ukurannya sendiri sepertinya tidak ada patokan, tergantung pembuatnya. Penganan ini dikampung saya, daerah Tiku, Pariaman, biasa dijajakan di daerah pantai atau diasong di bis-bis yang masuk terminal. Kalau di Depok, tempat tinggal saya sekarang, Sala Bule’ bisa didapati di pedagang ketupat sayur padang, tapi itu juga kadang-kadang dan dibandrol dengan harga Rp 500,- perbutir.
 
Ciri khas Sala Bule' adalah adanya sensasi rasa asin gurih dalam tiap gigitannya, karena memakai campuran ikan asin didalamnya. Jenis ikan asinnya sendiri, kalau di kampung asal saya biasanya memakai Lauak Budu (maaf istilah Indonesianya saya ga paham :D). Tetapi dari hasil tanya-tanya Sodara yang pernah bikin, kalau di Jakarta ini pakenya ikan asin jenis apa saja, bahkan Kakak saya sendiri pernah juga pakai udang rebon, "yang penting asin" judule :)

Sala Bule’ menggunakan bahan dasar tepung beras dan diolah seperti gorengan pada umumnya. Sehingga harap waspada ketika memakannya, karena seraup-pun juga tak akan pernah puas dan berhati-hatilah atas kandungan minyaknya :D
 
Baiklah kita langsung ke resep utamanya. Untuk eksekusi Sala Bule’ ini, saya minta resep ke Kakak yang sudah punya pengalaman membuatnya. Berhubung dalam hal bumbu-bumbunya, saya hanya diberi patokan “seperti kaya bikin gulai aja”, cukup bingung juga jadinya manakala harus diterjemahkan dalam tulisan. Jadi untuk ukuran bumbu halusnya, bila dirasa kurang cukup, gunakan feeling aja ya..heheheh..
 
Sala Bule’
 
Bahan:
Tepung Beras 500 gram
Air 600 ml
Minyak untuk menggoreng
Daun kunyit 2 lembar, dibuang tulang daunnya dan diiris halus
Daun bawang 1 batang, diiris
Garam secukupnya
Ikan asin 100 gram, digoreng dan haluskan
 
Bumbu halus:
Bawang merah 5 butir
Bawang putih 2 butir
Jahe 1 ruas ibu jari
Lengkuas 2 ruas ibu  jari
Kunyit 1 ruas jari
Cabe merah 4 bh
 
Cara membuat:
  • Didihkan air bersama bumbu halus dan daun kunyit.  Setelah mendidih matikan api.
  • Satukan dalam wadah, tepung beras, ikan asin, daun bawang. Masukkan dalam air rebusan bumbu perlahan-lahan sambil diaduk hingga rata. Masak kembali dengan api sangat kecil sambil diaduk hingga mengental dan dapat dibentuk. Tes rasa untuk menambah garam (terkadang tidak diperlukan, bila kadar asin dari ikan dirasa telah mencukupi).
  • Buat bulatan-bulatan kecil sampai adonan habis.
  • Goreng sampai terendam minyak hingga matang. Sajikan.
 
Demikian laporan terakhir saya, yang hanya bisa eksekusi 2 resep...

Salam jajanan enak, moga ga bikin lapar para Host JTIW yang lagi begadang nunggu setoran :D
 

Rabu, 10 April 2013

Godok Pisang


Assalamualaikum Host JTIW dan semua sahabat NCC...tok-tok mau laporan nih..
Rada jiper juga sebenarnya buat laporan, secara yang lain udah puluhan setoran, saya baru perdana hehe.. *tutup muka*

Tapi demi diakui sebagai member NCC walopun pasif dan pengen ikutan hepi-hepi diajang week2-an NCC, saya beranikan diri menyetor muka deh..ups setor laporan maksute.

Kalo omong-omong jajanan tradisional, sebenarnya buat saya ini seperti mengungkit-ungkit kenangan lama. Jadi keingetan deh kue-kuehan yang sering dibuat almarhumah emak. Belio orang minang, jadi kue-kue yang sering dibuatnya  juga otomatis berasal dari ranah minang…dan ternyata semua yang udah disetor di sini dalam kelompok Sumatra Barat, pernah loh dibuat oleh belio..dari sala lauak, serabi, srikaya, kue bawang...semuanya pernah..jadi bikin kangen masakannya dan orangnya deh..hikkss. Tapi sayangnya semua resep-resep masakan itu belom ada satupun yang saya tau, karena dulu masih abg jadi enggan menyambangi dapur..hehehe..

Satu lagi jajanan tradisional dari Sumatra Barat yang sering juga dibikin yaitu Godok (baca Godo’) Pisang. Godok yang pernah dibuat almarhumah terbuat dari pisang yang sudah sangat matang yang dicampur dengan sagu. Sagu yang digunakan adalah sagu merah ato belio menyebutnya “sagu umbio” (sagu rumbia) karena berasal dari batang pohon rumbia. Sagu ini biasanya didapat dari kiriman atau titipan kalo ada kerabat yang mudik. Di lain waktu saya pernah juga melihat sagu bewarna serupa di SPM, hanya saja berbentuk kotak-kotak, kalo tidak salah mereknya sagu ambon…tapi mengenai kesamaan asalnya dari rumbia atau bukan saya tidak paham.

Nah berhubung sabtu kemarin main ke rumah Bapak, bertanyalah saya cara membuat Godok Pisang ini ke Ete (Ibu Tiriku). Dan beruntungnya ternyata Ete punya persediaan sagu umbio dan saya juga punya stock pisang matang yang udah seminggu lebih dianggurin..jadi klop deh.

Akhirnya bisa eksekusi juga resep tradisional dari kampung sendiri…berikut ini resepnya:

Godok Pisang

Bahan:
1 sisir pisang kepok matang
65 gram Sagu umbio
½ sdt garam
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:
Dalam wadah lumatkan pisang sampai halus, tambahkan garam dan sagu. Aduk-aduk hingga tercampur rata.
Gunakan sendok makan untuk mengambil adonan. Goreng adonan hingga kecoklatan. Sajikan hangat.

Setelah dieksekusi dengan sukses, Alhamdulillah  mendapat apresisasi positif dari loyal customer alias suami tercintah..dan rasanya menurut saya ga kalah loh dengan yang pernah dibuat almarhumah emak belasan tahun lalu

Oyah sekedar tips aja, mengingat tekstur sagu umbio ini banyak berbutiran, mungkin ada baiknya sebelum mengolahnya diayak terlebih dahulu supaya tidak bergerindil-gerindil.

Salam JTIW,

Senin, 08 April 2013

Kue Basung



Halo, trio TAH dan teman-teman semua,

Sebelum NCC JTIW ditutup, aku sempatkan untuk setor kue khas dari sumbar, daerah asal mamaku.
dulu alm. nenekku pernah membuat kue ini tapi kalau dikampung nenek yaitu di bukit tinggi kue ini namanya bukan kue basung tapi kue unti. Nenekku sangat pandai membuat masakan dan kue2 tradisional sayangnya ketika nenek masih ada kami tidak pernah mencatat resep2 kuenya :(.

aku sengaja mencari resep khas dari daerah sumbar karena banyak dari kita jarang mengetahui kue2 atau jajanan tradisional dari daerah tersebut. resep ini aku dapat dari sajiansedap.com, cara membuatnya sangat mudah hanya membuat daun pisang kerucutnya yg aga ribet :). seharusnya kue ini aga bolong tengahnya, tapi karena ada sedikit accident saat mengukusnya mengakibatkan hasil akhirnya tidak seperti bentuk aslinya dimana seharusnya adonan coklat menyelimuti adonan putih. namun walau demikian kue ini sangat lezat, perpaduan manisnya gula merah dan gurihnya santan sangat menyatu. satu buah tidak akan cukup, aku yang memang bukan penggemar cake basah seperti ini, mampu menghabiskan 5 buah sekaligus :D.

ini resepnya, silahkan mencoba teman-teman

KUE BASUNG (SUMATERA BARAT)

Bahan-bahan :
250 gram tepung beras, disangrai 5 menit, timbang 220 gram
200 gram gula merah, disisir
575 ml air
325 ml santan dari 1/4 butir kelapa
1/4 sendok teh garam
daun pisang untuk membungkus

Cara Pengolahan :
Masak gula merah dan air sambil diaduk sampai larut. Saring. Ukur 700 ml.
Ambil 150 gram (dari 220 gram) tepung beras, 1/2 sendok teh garam, dan rebusan gula merah. Aduk rata.
Buat kerucut-kerucut kecil dari daun pisang. Masukkan adonan ke dalamnya. Kukus 15 menit diatas api sedang sampai matang.
Campur santan, sisa tepung beras, dan garam. Masukkan ke dalam kerucut yang telah berisi adonan matang.
Kukus lagi 10 menit diatas api sedang sampai matang.



Untuk 30 buah


Rini A

Kamis, 04 April 2013

Sala Lauak


Dear host NCCJTIW dan teman-teman NCC...
Abege nyetor yg ke dua boleh yha,
Tadi sore bikin jajanan yang khas dari sumbar pas cek inbox udah ada, mirip mirip tapi untuk adonannha saya dimasak. Ngga papa yhaa..
Sala lauak itu lauak artinya ikan, kalau sala ngga salah saya bahasa pariaman nya artinya goreng. Mohon maklum biar saya orang bukiittingi kadang bingung juga dengan bahasa minang lainnya, beda kata dan aksen.
Back to sala lauak, atau abege kota padang nyebut es-el, harganya murah beli seribu dapat sakambuik (segengegam tangan besar), kadangnsaya perhatikan tukang sala lauak ini ngga ngitung, pokoknya dimasukin aja kedalamkamtong kertas. Jika ke padang mampirlah dekat mesjid muhammadiya, gerobak penjual sala lauak berjejer.
Jika ingin adonan mentah, buat oleh2, dulu saya suka beli di nella cake, nanti saudara di jakarta tinggal menggoreng.
Nama ikannya kalau di jkt ikan peda, kalo di padang disebut maco kukai.
Enaknya dimakan hangat , kriuk kriuk.rasa asin dari potongan ikan asin bikin kita ngga berhenti pgn makan terus.
Berikut resepnya

Sala lauak versi keluarga saya

Baha:
350grm tepung beras
1sdt cabe giling
4 bwang merah
2 bawang putih
Kunyit 3cm
Jahe 2cm
Lengkuas 2cm
Garam 1sdt
Air sekitar 600ml
1 ekor Ikan asin peda ukuran sedang tumbuk kasar secukupnya blender kasar
daun kunyit 1 lembar

Caranya:
  1. Blender cabe, bawang merah, putih, lengkuas, jahe, kunyit
  2. Didihkan air, masukkan bumbu, masukkan ikan asin, dan garam
  3. Setelah mendidih, masukkan tepung sedikit sedikit sambil diaduk kecilkan api kompornya biar tidak hangus
  4. Masukkan daun kunyit halus
  5. Setelah rata, matikan kompor, tunggu dingin
  6. Bulat bulatkan seperti kelereng. Goreng
  7. Jika masih ada adonan, bisa disimpan dikulkas.

Makasih hosttt...

Salam sala lauak
Debi
Allaboutdebi.blogspot.com

Jumat, 29 Maret 2013

Serabi Kinca


Hai Trio TAH, long week end pada ngapain niiii...
Pada jalan jalan kali ya, hihihi... refreshing dari laporan NCC ers yang pasti bejibun*;) winking
Dari kemaren kemaren pengen belajar bikin kue ini, tapi ga punya loyangnya, bingung deh...
Tapi tadi akhirnya maksain deh pake loyang yang ada, entah loyang kue  apem or kue lumpur itu, saya juga ga ngerti, hihihi... Jadinya mini mini tuh
Tapi berhasil juga ternyata, teksturnya saya rasa seperti yang seharusnya
O ya resep yang satu ini ternyata berasal dari Sumatera Barat, ternyata ada juga ya, kirain cuma di Jawa, hihihi...
Berikut resepnya dari Sajian Sedap, semoga berkenan yaaa...

SERABI

200 gram tepung terigu protein sedang
2 butir telur
325 ml santan dari 1 butir kelapa
2 sendok teh ragi instan
minyak untuk olesan

Bahan Saus:
400 ml santan dari 1 butir kelapa
75 gram gula merah
2 lembar daun pandan
1/2 sendok teh garam

Cara Pengolahan :
  1. Aduk tepung terigu, telur, dan ragi instan. Tambahkan santan sedikit-sedikit sambil dikeplok-keplok 15 menit.
  2. Tambahkan garam, aduk rata. Diamkan 1 jam.
  3. Oles wajan serabi. Tuang adonan. Biarkan sampai matang.
  4. Rebus bahan saus sambil diaduk sampai mendidih. Angkat lalu saring.
  5. Sajikan serabi dengan sausnya.
Untuk 8 buah (karena cetakannya keciiil banget, jadinya 28 buah)
 
Salam,
Intan Permatasari

Minggu, 24 Maret 2013

Lapek Sagan


Dear host NCCJTIW dan teman-teman NCC...

Setelah tertunda dengan berbagai urusan, akhirnya bisa buat sesuatu lagi untuk NCC Jajan Tradisional INDONESIA Week ini. Mau bikin Lapek Sagan yang asli Sumatra Barat ini ga jadi-jadi. Tadinya pengen buat Lapek Sagan yang kesukaan ayah saya ini sekalian untuk bekal orang tua saya yang beberapa hari lalu berangkat umroh. Lumayan kalo tiba-tiba laper atau pengen ngemil sambil nunggu pesawat. Tapi akhirnya ga jadi juga karena kesibukan lain.

Pagi ini langsung deh eksekusi lapek sagan yang enak banget ini. Bagi pecinta pisang pasti suka. Bikinnya super gampang, ga pake ribet dan lama. Untuk lapek sagan ini saya selalu pake resepnya uni Dewi Anwar. Nemu resepnya sekitar 5 tahun yang lalu dan pada saat itu masih belum tau siapa orang hebat di balik nama Dewi Anwar itu. Setelah gabung NCC baru tau deh siapa sebenernya :)

Ini resepnya ya...

Lapek Sagan
By: Dewi Anwar

Bahan:
250gr ketan putih (rendam selama 4jam), tiriskan, kukus 15 menit
1 butir kelapa parut yang agak muda
100gr gula pasir
2 batang pisang tanduk (kira-kira 400gr pisang tanpa kulit, lenih enak yang sudah matang sekali) -> karena dapet pisangnya kecil-kecil jadi saya tadi pake 4 pisang tanduk
1sdt vanila
daun pisang dipotong sebesar bungkusan nagasari atau lapek bugih

Cara membuat:
1. Aduk rata semua bahan jadi satu.
2. Ambil 1-2sdm adonan dan letakkan di atas daun pisang. Bungkus.
3. Susun dalam dandang dan kukus sampai matang.

Demikian resepnya. Mudah kan?

Yang orang Padang pasti kenal dengan penganan yang satu ini. Selama ini sepertinya sih ga pernah liat dijual di pasar atau di toko-toko yah. Atau saya yang kuper ya? hihihi Seringnya sih kalo ada istri kakak sepupu yang dateng ke rumah orang tua, baru deh ketemu sama si lapek sagan ini. Itupun juga dia bikin sendiri. Nah waktu di negeri orang dan kepengen lapek sagan ini ya mau ga mau bikin sendiri kan. Dan ketemu resep uni Dewi yang jauuuuuuh lebih enak dari yang pernah saya makan. Uni Dewiiii, makasih banyak resep lapeknya...


Okky Lasiny
www.lareposteriade0kky.blogspot.com
www.facebook.com/okkylasiny

Rabu, 20 Maret 2013

Kue Bawang





Kali ini aku mau laporan jajanan tradisional INDONESIA yang berasal dari daerah asal orang tuaku, Bukittinggi Sumatera Barat yaitu Kue Bawang. Kue ini wajib hadir ketika hari raya, sampai sekarang pun ibuku masih suka membuatnya jika lebaran tiba. Kalau sudah mengudap kue ini dijamin susah berhenti.

Berbeda dengan kue bawang lainnya, kue ini berbentuk seperti kue  kuping gajah karena adonan ditipiskan kemudian diberi seledri dan digulung, setelah itu diiris tipis-tipis . Bahan-bahan yang diperlukan juga cukup sederhana. Berikut resep yang diberikan oleh ibuku:

Kue Bawang

Bahan:
8 butir telur
250 gr bawang merah
6 siung bawang putih
1 sdt merica bubuk
1 sdm garam
1 kg terigu (lebih kurang)
100 gr daun seledri
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:
  1. Haluskan bawang merah dan bawang putih. sisihkan
  2. Kocok telur hingga mengembang
  3. Di tempat lain, campur tepung, garam, bawang yang telah dihaluskan dan merica bubuk. Aduk rata
  4. Masukkan kocokan telur sedikit demi sedikit sambil terus diuleni sampai tidak lengket ditangan. Jika masih lembek tambahkan tepung terigu sampai tidak lengket.
  5. Giling tipis adonan,  ttempel daun seledri merata diatas adonan tekan-tekan sampai menempel, kemudian gulung sambil dipadatkan.
  6. Iris adonan tipis-tipis menggunakan pisau yang tajam atau cutter
  7. Goreng adonan dalam minyak panas dengan api kecil sampai kecokelatan. Jangan lupa selalu diaduk-aduk agar matang merata
Selamat mencoba,
Essy Yulia

Jumat, 15 Maret 2013

Sala Lauak



Dear para Host dan NCC-ers yang baik hati,
Saya mau ikut meramaikan acara Jajan Tradisional INDONESIA Week, kelihatannya seru dan asyik nih :)
Jadi teringat teman kuliah dulu di Padang, waktu itu diajak ke rumah kakaknya yang jual SALA LAUAK, menurut saya rasanya enak. Kemaren baru nelpon minta resepnya, langsung eksekusi deh.
Sala Lauak ini jajanan tradisional dari daerah Pariaman Sumatera Barat.
Dan sekalian buat yang nanya resep kue pake tepung beras, tanpa telur, gula, susu dan keju mungkin resep ini bisa jadi salah satu alternatif. Skip saja cabenya bila tidak suka.
Berikut resepnya:

SALA LAUAK

By Nila Fitriani

Bahan:
• 500 gr Tepung beras di sangrai
• 1 ekor Ikan asin peda buang kepala dan tulang, goreng, suwir halus
• 2 lembar daun kunyit muda iris halus
• 2 batang daun bawang iris halus
• 1000 ml Air panas mendidih

Bumbu yang dihaluskan:
• 1 sdm cabe giling (saya pakai 5 bh cabe merah)
• 5 siung bawang merah
• 4 siung bawang putih
• 2 cm jahe
• 1 cm lengkuas yg muda
• 1 cm kunyit
• Garam sckp
• Minyak goreng untuk menggoreng

Cara Membuat:
  1. Masukkan tepung beras yang sudah disangrai ke dalam mangkok, masukkan bumbu halus, ikan dan irisan daun kunyit dan daun bawang.
  2. Siram air panas ke adonan sedikit2 dan aduk2 dengan sendok hingga tercampur rata.
  3. Setelah agak dingin, ambil dan bulat2kan kira-kira sebesar bakso, langsung goreng dalam minyak yang panas (minyak agak banyak).
  4. Setelah kuning kecoklatan angkat, sajikan.

Salam hangat,
Upie Salma

Ketan Srikaya


Olaaaa trio JTIW yang baik hati dan tidak sombong,
Setoran ketiga di week2an Jajanan Tradisional INDONESIA ini adalah ketan srikaya yang asalnya dari Padang- Sumatera Barat. Katanya sih ini asalnya hantaran untuk mertua saat bersilaturahmi di bulan Ramadhan, biasanya ditemani menu hantaran lainnya seperti rendang dan olahan daging ayam, masing2 makanan ini dimasukkan ke dalam rantang bersusun. Untuk menikmati ketan srikaya ini bisa dicampurkan ke dalam bubur kampiun, tapi agak dobel2 manisnya ya, tp dimakan begitu aja juga enak koook.
Resepnya dulu browsing2 tapi aku ga perhatiin yang punyanya siapa, yang pasti member ncc juga karena kalau nyari resep pasti diujung keywordnya ngetik "ncc". Minta izin ya sama empunya resep, hasilnya enak enak enak dan manisnya cukup ga kemanisan.

Ketan Srikaya

Bahan:
500 g beras ketan putih
300 ml santan sedang
½ sdt garam
1 lembar daun pandan, potong-potong
Lapisan:
300 ml santan kental
4 butir telur ayam
250 g gula merah, sisir halus
3 sdm gula pasir
50 g tepung terigu
1 sdm tepung maizena
½ sdt vanili bubuk

Cara membuat:

  1. Kukus ketan hingga setengah masak. Angkat.
  2. Didihkan santan, garam dan daun pandan.
  3. Tuang ke dalam ketan, aduk-aduk hingga santan habis terhisap ketan.
  4. Kukus dalam kukusan hingga matang. Angkat.
  5. Selagi masih hangat, ratakan dalam loyang segi empat sambil padatkan.
Lapisan:
  1. Campur santan dan telur hingga rata.
  2. Tambahkan bahan lainnya, aduk hingga gula larut. Saring.
  3. Tusuki permukaan ketan di berbagai bagian dengan garpu.
  4. Tuang adonan Lapisan ke atas ketan.
  5. Kukus dalam kukusan panas (bungkus tutupnya dengan serbet bersih) selama 30 menit hingga matang.
  6. Angkat dan dinginkan.
  7. Potong-potong dan sajikan.
Salam JTIW,
Yeni