Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2013

Apem Betawi Gula Merah


Hai Trio TAH yang baik hati...:), menjelang detik-detik penutupan akhirnya saya bela-belain kirim email laporan saya, padahal bikinnya dari seminggu setelah ada ROTG, tapi karena foto belum di watermark, dan di resize, jadi tundaaa terus.

Langsung aja ya laporan saya, waktu kecil suka banget jajanan pasar yang satu ini yaitu kue apem, di cocol (colek) pake kelapa makan nya..wahhh sedap banget

Resep nya ngambil dari erwin Kuditawati (klub nova).

Kue Apem gula merah

Bahan:
275 ml air kelapa
200 gr gula merah, iris halus
½ sdt garam
2 lbr daun pandan, simpulkan
225 gr tepung beras
250 ml santan dari ½ butir kelapa
100 gr tepung terigu
6 gr ragi instan
½ sdt bumbu spekuk (skip)
1 sdt baking powder (skip)

Cara membuat:

1.       Didihkan air kelapa, masukkan gula merah, garam, dan daun pandan. Angkat, saring, dan dinginkan.
2.       Tuang rebusan air kelapa ke dalam tepung beras, aduk dengan tangan hingga tercampur rata, dinginkan.
3.       Masukkan santan, tepung terigu, ragi instan, bumbu spekuk, dan baking powder, uleni sambil diaduk-aduk selama 15 menit. Diamkan adonan selama 40 menit atau hingga adonan mengembang.
4.       Siapkan loyang cetakan, olesi minyak goreng. Panaskan cetakan dalam kukusan selama 5 menit.
5.       Tuang adonan ke dalam cetakan, lalu kukus selama 30 menit atau hingga kue matang.

Tips: 6 gr ragi instan setara dengan 1½ sdt ragi instan.


Terima kasih Trio TAH, semoga saya bisa dapat Badge yang keren itu ....hehehe...:)

Regards,
Neela Lie


Minggu, 14 April 2013

Ban Karet


Kayaknya ini bakal jadi setoran terkhir ku, engga kesempetan bikin kelince huhuhuhu... Tp resep satu itu pasti akan aku coba dan lapor deh.
Nah ini salah satu jajanan betawi kesukaan anakku! Kalau yg berlapis warna-warni namanya kue pepe, kue lapis satu ini namanya ban karet.
Asal mulanya ya krn warnanya yg coklat dan rasanya yg membal kayak karet hehehehe..
Saat bikin ini aku over excited jd engga liat2 takerannya nih, jd cenderung terlalu tebal tiap lapisnya. Tp kalau soal rasa sih juara. Tp seharusnya memang lebih tipis dari hasil aku.
Tampa berpanjang2 silahkan di coba yah..

Ban Karet ala Cherys House

Bahan:
100 gram tepung terigu
200 gram tepung kanji
300 gram gula pasir
1/4 sendok teh garam
600 ml susu
300 Ml santan kental
2 butir kuning telur, dikocok lepas
30 gram cokelat bubuk

Cara Buat :
  1. Campur tepung kanji, tepung terigu, gula, dan garam. Tambahkan susu sambil diaduk hingga rata lalu masukan santan.
  2. Bagi adonan menjadi 2 bagian. Satu bagian ditambah cokelat bubuk,  Aduk rata.
  3. Tuang 1 sendok sayur adonan putih ke loyang loaf 18x18 cm yang dioles minyak dan dialas plastik. Kukus selama 5 menit. Tambahkan 1 sendok sayur adonan cokelat lalu ratakan. Kukus lagi selama 5 menit.
  4. Lakukan melapis dan mengukus sampai adonan habis. Terakhir kukus kue selama 15 menit.
  5. Tunggu sampai dingin betul untuk di potong2.
Salam,
Cherys

Jumat, 12 April 2013

Biji Ketapang

Turn off for: IndonesianHai Trio TAH,
Mau nyoba ikutan setor cemilan kesukaan dari masa kanak kanak s/d sekarang
jadi emak emak. Karena dibesarkan di kampung betawi, cemilan ini wajib ada kalau
lebaran.
Ini dia resepnya :
Biji Ketapang
Bahan :
- 125gr kelapa yg sdh disangrai dan ditumpuk ( hasil dari kelapa parut ukuran ± 300 gr)
- 150ml santan kental dimasak s/d matang
- 3 sdm margarine
- 300gr terigu
- 50gr sagu
- 150gr gula pasir
- 2 sdm penuh tepung maizena
- 1/2sdt garam
- 1btr telur
Cara Membuatnya :
- Panaskan santan setelah hangat masukkan margarine, aduk sisihkan
- Aduk telur dan gula pakai garpu saja masukkan bahan kering lainnya aduk rata.
- Masukkan bahan blendo kelapa aduk rata
- Terakhir masukkan bahan cair (santan+margarine) sedikit2 sampai kira2 adonan bisa di pulung/
   di bentuk memanjang, gunting2 sesukan hati modelnya.
- Goreng dengan minyak yg cukup banyak (terendam) dan cukup panas.
- Perhatikan minyak jangan terlalu panas ya...
- Goreng sampai agak berwarna kecoklatan, karena kalau sdh diangkat warnanya akan lebih coklat.
- Simpan di bahan kedap udara, kalau biji ketapang sdh dingin.
Selamat mencoba....

Kue Ali Agrem / Kue Cincin

Dear Trio TAH,
Setelah sebelumnya laporan kue Jolobio yang ternyata banyak yang mengira kalau itu kue cincin, akhirnya kali ini saya lapor Kue Cincin beneran, dlm arti Kue Ali Agrem (Ali = cincin). Kue ini lazim ada di acara2 pernikahan atau pd saat lebaran. Dan kue ini banyak ditemui di daerah Jawa Barat atau Betawi (Jakarta).
Dulu cukup sering saya makan kue cincin ini. Rasanya agak antik menurut saya. Rasa antik ini ternyata didapat dari proses pembuatan nya yg cukup lama. Saya baru tau setelah membuatnya sendiri.
Kue Cincin ini tekstur nya empuk2 moprol. Tapi bukan empuk seperti roti yaaa... Empuknya unik. Empuk nya didapat dengan mendiamkan kue yg sdh matang seharian. Krn kue yg baru matang tekstur nya cenderung keras. Selain itu, adonan kue ini harus didiamkan terlebih dahulu semalaman sebelum digoreng. Jadi untuk menikmati kue ini harus sabar. Ga heran kalau rasanya juga unik sesuai dengan cara membuatnya :).
Rata2 resep kue cincin baik yang beredar di internet maupun yang ada di tabloid masakan,  mirip satu sama lain. Saya modif sedikit dgn mengganti kelapa sangrai dgn kelapa parut kering siap pakai.

Kue Ali Agrem (Kue Cincin)
Bahan :
A.
250 gr tepung beras
75 gr gula pasir
50 gr kelapa parut kering siap pakai (desiccated coconut)
1/2 sdt garam
B.
75 gr gula merah
150 - 160 ml air
2 lbr daun pandan
Cara membuat:
Campur hingga rata semua bahan A.
Rebus semua bahan B hingga gula larut. Angkat. Saring.
Panas2 masukan larutan gula (B) ke dalam adonan A. Aduk dan uleni hingga rata.
Tutup adonan dgn plastik. Diamkan semalaman.
Setelah adonan didiamkan semalaman, bentuk bulat kurleb sebesar bakso, pipihkan, beri lubang di tengah nya hingga menyerupai cincin (donat kecil).
Panaskan minyak dgn api sedang. Setelah minyak panas, masukkan kue, goreng hingga kecokelatan. Tiriskan.
Nikmati kue setelah seharian disimpan di wadah tertutup.
Catatan:
Jika dirasa waktu menguleni adonan agak terasa keras, boleh ditambah air panas 1 sdm, sampai didapat adonan yang kalis. (Jujur, disini saya blm tau tekstur adonan yang kalis seperti apa. Kalau yang kmrn saya bikin, adonan kalis nya seperti adonan roti gambang. Yang benar seperti itu atau lebih lembek lagi, saya kurang tau).
Menggoreng adonan jangan menggunakan api kecil krn nanti kue cincin nya jadi keras. Gunakan panas api sedang agar kue tidak perlu terlalu lama digoreng. Kue lumayan cepat menjadi cokelat krn adonan nya mengandung gula. Oleh karena itu perhatikan baik2 sewaktu menggoreng.
Tekstur kue cincin yang saya buat ini sudah dpt efek moprol nya. Namun mungkin jika menggunakan kelapa segar yang disangrai,  tekstur yang dihasilkan lebih mendekati versi aslinya.

Demikian laporan kue cincin nya. Semoga bermanfaat :).

Salam,
Wati

Kamis, 11 April 2013

Kue Cincin khas Betawi






Dear Trio TAH,
Di penghujung waktu, alias injury time. Perkenankan melaporkan dari dapurnya aqila.
Demi mendapatkan sebuah badge yang aduhai bagusnya.... [sst..nguping dari yang dah dapet].

Kue ini kenangan masa kecil hingga remaja. Dahulu, saya tidak tahu asal muasalnya dari mana,
yang saya tahu, kue ini enaaaakkkk, sekali. Dan, bibik sayur langganan Ibu pasti akan menyisakannya
untuk saya dibakul dagangannya.

Ternyata, baru tahu kalau ini khas dari betawi..

Saya cari di mbah google resep yang tidak menggunakan besta, tetapi gula jawa langsung masuk adonan.
Dan sekali lagi, demi, demi sebuah badge, rela telat tidur untuk membuat adonan ini.
Resep saya contek dari "lembagakebudayaanbetawi.com"
 
Here the recipe

Kue Cincin
Lembagakebudayaanbetawi.com

Bahan :
150gr tepung beras
50gr gula merah [saya tambahi 20%]
3 sdm sagu
air secukupnya [saya 300ml]
minyak untuk menggoreng, secukupnya

Cara membuat :
- Masak gula merah dengan air hingga mendidih dan gula hancur/tercampur.
- Panas-panas masukan kedalam tepung beras, aduk rata.
- Setengah dingin, masukkan tepung sagu, aduk rata.
- Disimpan 1 hari sampai dingin [saya, buat malam hari, inapkan. Keesokan hari
  baru di goreng].
- Ambil 1 sdm, buat bundar dan pipihkan. Lubangi dengan telunjuk.
- Goreng dengan minyak sedang

Salam,
Desi Hidayat - Cilegon 

Bandros







atas permintaan si bungsu yang sering jajan kue ini di depan gerbang sekolahmya, maka saya mencari2 resepnya. setelah didapat beberapa resep dan 2 kali mencoba ternyata resep dibawah ini yang mirip dengan yang dijual abang2 di depan sekolah.

Cetakan kue adalah peninggalan Eyang putri saya yang diwariskan ke ibu saya, tapi selama ini jarang sekali dipakai...

BANDROS

Bahan :
1/2 butir kelapa yang tidak terlalu tua
200 gr tepung beras
100 gr tepung ketan (kalau tdk pakai, setelah kue dingin terasa lebih keras, tdk kenyal) 
1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
250 cc santan kental dari 1/2 butir kelapa
Minyak untuk mengoles
Gula pasir untuk ditaburkan

Cara membuat :
1. Bersihkan kelapa dan parut memanjang, sisihkan.
2. Campur jadi satu tepung beras dan tepung ketan, dan kelapa parut serta garam.
3. Tuangi santan sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai tercampur rata.
4. Panaskan cetakan kue. Bandros atau kue Pancong di atas api kecil, dengan tutupnya. Setelah panas, olesi dengan minyak goreng, tipis merata.
 5. Masukkan adonan ke dalam cetakan sampai penuh dan rata, kemudian tutup. Panggang sampai matang, selama kurang lebih 10 menit.
6. Setelah matang, angkat dari cetakan. Hidangkan panas-panas dengan ditaburi gula pasir

selamat mencoba 
klara

Rabu, 10 April 2013

Kue Jenderal Mabok







Berawal dari postingan pertanyaan Mba Lisa (marlinalisa) di milis tentang kue ini saya jadi ikutan penasaran, abis namanya unik dan ternyata mba Desi Roelofs bantu kasih link dan resepnya yang didapat dari blog eabdat.multiply.com, tapi sayang multiply sudah tidak bisa di access lagi sekarang, beruntunglah saya masih simpan resepnya, thanks to mba Desi :D dan Mba Lisa yang sudah bertanya, jadi tau tentang kue ini.
Kalau saya tidak salah baca di blog eabdat itu disebutkan kalau kue ini dari Betawi tapi begitu saya googgling lagi disini dan banyak web lainnya yang menyatakan kalau kue ini ternyata berasal Tanah Grogot, kabupaten Paser, Kalimantan Timur heheh salah baca mungkin saya yah, walau mungkin info dari tanah grogot tidak menyertakan resepnya. Jadi saya juga tidak tau apakah kue Jendral mabok yang dimiliki Kalimantan Timur sama dengan yang dishare oleh eabdat.
Dan hari ini saya dapat lagi info dari blog ini kalo ini dari Banten dan terkenal di tahun 1920an hahah mungkin nenek moyang kita dulunya nomaden jadi kuenya juga dimiliki oleh beberapa daerah. Kalau yang dari banten ini resepnya sama dengan yang diblog eabdat.
Kenapa dinamakan Jenderal Mabok /Mabuk, ngga ada info tentang hal itu tapi sepertinya lebih ke taste dari kue tersebut mungkin yah yang sangking enaknya jadi sampai membuat sang jendral saja jadi mabok hihihi (ini hanya dugaan saya saja).
Waktu baca resepnya karna dari putel jadi saya agak-agak underestimate rasanya, seperti kue/cake dari putel pada umumnya biasanya agak membal tapi ternyataaaaa…..WOWWWW mantaffff, beneran deh kue ini recommended banget, saya pilih finishing dikukus karna lagi males manggang. Waktu nyobain ehmmm kuenya beneran lembut dan wangi pandanya itu loh yang menggugah selera, satu potong ngga  akan pernah cukup hehe.
Karna Cuma mo ngabisin stock putel saya yang ngga seberapa saya Cuma mo buat ½ resep saja tapi ternyata smua suka sampai pada perebutan heheh, buat yang banyak putel bisa dicoba resep ini, maknyuss banget. Suami aja yang biasa agak bawel dengan resep baru sampe order lagi, tapi nunggu stock putel dulu deh sayang kutelnya :P, Ini saya share lagi resepnya
Cake / Kue Jendral Mabok

Bahan 2:
8 lembar Daun Pandan
7 lembar Daun Suji, (silver :karna daun sujinya kurang jadi saya tambahkan pewarna makana warna hijau 2 tetes)
300 cc Santan kental  dari 1 butir kelapa
200gr Gula Pasir
350 Gr Putih Telor
½ sdt Garam
60 Gr Mentega, lelehkan
150 gr Tepung Terigu
Topping (tambahan Silver)
Keju parut
Cherry

Cara Membuat:
  1. Tumbuk halus daun pandan dan suji lalu campur dengan santan, peras dan saring (kalau saya di parut bukan ditumbuk dan santannya direbus agar lebih awet dan tidak cepet basi dan warna sujinya lebih keluar)
  2. Kocok putih telor dengan gula hingga kaku
  3. Campur santan hijau, garam, mentega cair dan tepung, masukan kocokan putel, aduk rata pelan-pelan Tuang adonan dalam Loyang diameter 20cm atau sesuai selera yang telah diolesi mentega dan ditaburi tepung, lalu kukus atau panggang selama 40 menit
  4. Angkat dan dingkinkan, Oles dengan mentega dan taburi dengan keju parut, hias dengan cherry agar lebih cantik :)
Selamat Mencoba ^^

all pic can be viewed @ http://silverlov3.blogspot.com/2013/04/cake-kue-jendral-mabok.html

Best Regards,
   ~  Silvi  ~

Minggu, 07 April 2013

Janda Mengandang




Dear trio TAH,
          Kemarin, saya baca di Selesa salah satu artikel di majalah Swaracinta tentang info kuliner dari pulau Tidung, kepulauan Seribu. Nama cemilannya adalah Janda Mengandang. Wah, saya tergelitik untuk membuat cemilan yang mempunyai nama  sensasional walaupun saya bukan seorang janda. Langsung aja saya coba googling, ternyata gagal, resep tidak tersedia dan sang pembuat ibu Mina sudah tidak membuat cemilan itu lagi karena dia sudah tidak menjanda.
          Oh ya, saya akan cerita latar belakang cemilan Janda Mengandang ini dulu ya, saya copas dari internet. Menurut Mina (41) warga Pulau Tidung, kue yang terbuat dari tepung beras, sagu, santan kelapa, garam, pewarna dan gula ini berawal dari kekesalannya akibat ditinggal pergi sang suami saat pernikahannya baru 2 tahun. Karena itu, Mina menghilangkan kejenuhannya dengan mencampur aduk adonan tersebut lalu dikukus dan ternyata disukai warga. Soal nama Janda mengandang, awalnya hanya candaan warga yang melihat nasibnya menjadi wanita yang ditinggal suami tanpa pernyataan cerai dan menunggu lama di rumah. “Jadi Janda Mengandang, maksudnya hanya diam saja di rumah”. Sayangnya, Mina sudah tidak membuat kue ini lagi walaupun kue tersebut banyak diminati masyarakat. Mina berujar, “Kan saya bukan janda lagi, jadi tidak buat kue itu”, candanya. Ya, Mina sudah menikah lagi dan melupakan masa lalunya.
          OK deh, ini resepnya ala saya ya.
Resep cemilan Janda Mengandang
Ala Rahma Tina Sari
200 gram tepung beras
30 gram sagu
188 gram kelapa parut (beli Rp2000 di tukang sayur) dibuat santan 200 ml. Ampas kelapa dikukus
Sejumput garam
Pewarna makanan (merah/pink) à saya tidak pake karena tidak ada
60 gram gula pasir
Vanili
100 gram gula merah rebus dengan air 200 ml
Cara membuat :
Campur tepung beras, sagu, garam, gula pasir, vanili, dan santan. Aduk hingga rata lalu dikukus hingga matang
Rebus gula merah dengan air, saring
Sajikan dan dimakan dengan cara mencelupkan ke dalam larutan gula merah kemudian dicocol ke ampas kelapa

Kamis, 04 April 2013

Kue Kelen


KUE KELEN

Selamat siangggg teman2 dan trio TAH tercintah,

Khusus buat Mpus alias puspita, udah nanya nih pus resep kerak telor kata cang-cing gw "beli aje di PRJ banyak" wkwkwkwkw.. Itu artinya mrk juga engga tau resep persisnya.

Nahh... Kali ini mau setoran kue basah yg sudah raib di jagad indonesia ini hehehehe lebayyy..
Kue ini termasuk gampang bgt, tp kalah tersohor ama kue lumpur, pdhal bahan2-nya hampir sama.
Cerita punyaa cerita kue ini dinamakan "kelen" krn kue ini cukup satu kali "nyuap" masuk kemulut atau sekali telen, krn ukurannya yg kecil2.

Aku bener2 buta resep nih, soalnya cang-cing'ku cuma nyebut nama tampa bisa ngasih resep. Jadi bener2 menciptakan resep sendiri, testernya of course si babe yg dr dulu doyan bgt sama si kue kelen ini.
Beliau cuma tau bahan2nya aja tanpa tau ukuran dari masing2 bahan.
Setelah 2x percobaan akhirnya bisa jg ketemu sama tekstur yg diinginkan.
Nyokkk mpok2, abang2 kita nyobain ah.

Bahan:
6 butir telur bebek ambil merahnya
75 gr terigu
15 gr tepung beras
200 gram gula pasir
400 ml susu
2 lembar daun pandan
Kismis secukupnya
1/2 sdt garam
2 sdm mentega

Cara :
  1. Campur teung terigu, tepung beras dan garam. Sisihkan.
  2. Rebus susu dengan api super kecil di campur daun pandan sampai mendidih, masukan mentega dan aduk cepat sampai mentega lumer. Sisihkan hingga dingin
  3. Campur susu yang sudah dingin dengan adonan tepung, aduk hingga betul2 tercampur.
  4. Ambil hanya merah telurnya, kocok bersama gula hingga mengembang, masukan adonan tepung dan susu perlahan sampai tercampur betul.
  5. Panaskan kukusan, masukan adonan ke cucing2 kecil, beri kismis di tengah2 kue bila sudah ½ matang lalu kukus lg hingga matang

Salam kue betawi,
Cherys

Selasa, 02 April 2013

Apem Kinca


Trio TAH, setor lagi yaaa....
Hayo jangan lupa vitaminnya, makan yang sehat yaaa, cuacanya kan lagi agak agak ajaib ini... (di Cimahi sih bentar panas bentar hujan)
Masi resep dari Bunda Fatmah Bahalwan, kuenya dikasi kuah kinca, manis dan legiiiit deh jadinya...
Katanya kue ini berasal dari Betawi, pantesan Papa saya suka, Omim saya kan dari Betawi, hehehe...
Berikut resepnya, semoga berkenan yaaa....

APEM KINCA

Bahan:
400 gr         tepung terigu
2 sdt           ragi instan
600 ml        santan sedang
2 btr            telur, kocok lepas
2 sdm         gula pasir
½ sdt          garam
 
KINCA
Bahan:
400 ml        santan sedang
175 gr         gula palm
2 sdm         gula pasir
1 sdt           garam
1 lbr            daun pandan.
 
Cara membuatnya:
  1. Apem : campur semua bahan menjadi satu, diamkan 30 menit.
  2. Panaskan cetakan kue apem diatas api kecil, tuang adonan setengahnya. Biarkan hingga terlihat bersarang, tutup, biarkan matang. Angkat. Kinca : masak semua bahan menjadi satu hingga gula larut. Saring.
Salam,
Intan Permatasari

Kue Cincin


Selamat Sore...Trio TAH
Mau setor laporan lagi ahhhh....ini laporan yg ke-5 "Kue Cincin" betawi
Kue ini kesukaan aku sewaktu kecil......biasanya dulu ibuku beli di mpok2 langganan
yg suka jual sayur. Kue ini agak2 keras...tapi aku suka banget sama kue ini....
Berhubung lagi ada week2n jajanan tradisional.....aku jadi kepikiran untuk buat sendiri kue cincin ini, apalagi setelah cek ke mbah google resep kue ini kok yaaa mudah dan tidak ribet....
Ini dia hasil penampakan si Kue Cincin serta resepnya.....

KUE CINCIN
Bahan :

Minyak untuk menggoreng
600 gr tepung ketan
150 gr tepung beras
1   sdt garam
1 butir kelapa agak muda
250 gr gula merah
100 gr gula pasir
600 ml air

Cara membuat :

1. Pertama parut kelapa dengan memanjang
2. Masukkan tepung ketan, tepung beras, kelapa parut dan garam dalam satu wadah.
3. Tuangkan air kemudian aduk dengan rata, hingga adonan kalis dan dapat dibentuk.
4. Ambil 1 sendok makan adonan dan bentuk menjadi bulat, bolongi tengahnya seperti bentuk
    donat.
5. Panaskan minyak dan goreng adonan kue cincin hingga warnanya berubah menjadi kuning
    kecoklatan.
6. Setelah matang maka segera angkat dan tiriskan.
7. Panaskan gula pasir, gula merah dan air hingga mengental.
    Masukkan kue cincin kedalam larutan gula lalu aduk dengan cepat dan segera angkat.


Salam,
Dhiba FH.

Senin, 01 April 2013

Kue Lapis Pepe (Kue Lapis Khas Betawi)


Mengutip Jakartakita.com : Kota Jakarta memiliki sejumlah kuliner lezat yang menggugah selera. Salah satunya adalah Kue Lapis Pepe. Kue lapis khas Betawi ini tak pernah ditinggalkan penggemarnya. Teksturnya yang lembut kenyal dengan aroma santan yang gurih membuatnya selalu memikat.

Kue lapis pepe ini pun salah satu kue khas betawi yang jadi favorit saya,dan dulu sewaktu masih kecil nenek saya yang notabene penduduk asli betawi kerap membuat kue ini di tiap-tiap acara khusus (pesta) atau acara-acara besar seperti pernikahan,khitanan (hajatan).Membuat dan menikmati rasa kue lapis pepe saat ini dan bukan di betawi mengembalikan nostalgia masa kecil selama hidup dan tinggal di betawi, let say: Obat tombo kangen.Sebenar nya saya sempat tergelitik dan penasaran dengan nama kue nya "PEPE",dulu pernah tanya sama sang nenek tapi jawabannya cuma: "Pepe..ya Pepe...dari jaman dulu juga namanya Pepe,".*titik*,so mungkin ada yang tahu,anyone?

Cara pembuatan kue lapis ini pun tergolong mudah. Bahan-bahan dasar untuk membuat kue ini pun tidak sulit didapatkan,dan satu hal lagi dalam peroses pembuatan ini benar-benar membutuhkan banyak kesabaran. Nah bagi Anda yang ingin menjajal membuat Kue Lapis Pepe sendiri sekaligus menguji kesabaran. Mungkin resep ini bisa dicoba.
KUE LAPIS PEPE
(Kue Lapis Khas Betawi)

by:Rinjani.T.
( sumber resep dari Jakartakita.com)

Bahan-bahan:1250 ml santan dari 1,5 butir kelapa
3 batang serai, dimemarkan
2 lembar daun pandan
5 lembar daun jeruk purut
1 sendok teh garam
450 gram gula pasir
550 ml gram tepung kanji
50 gram tepung terigu
Pewarna makanan merah dan hijau (saya menggunakan bahan pewarna makanan cap kupu-kupu)
Cara Membuat: Didihkan santan, daun jeruk, serai, pandan, gula pasir, dan garam sambil diaduk, angkat, saring, lalu dinginkan.
Tuang campuran santan ke dalam tepung terigu dan tepung kanji, aduk rata.
Bagi adonan menjadi 3 bagian. Beri warna merah, hijau, dan sisanya dibiarkan putih.
Oles loyang persegi 18 x 18 cm dengan minyak goreng/mentega ( karena lagi-lagi di repotkan ukuran loyak persegi yang tidak bisa masuk dalam dandang (kukusan) dan berhubung gak punya kelakat persegi juga, walhasil saya menggunakan loyang bulat ukuran diameter 20 cm). Tuang 2 sendok sayur adonan putih, kukus selama 10 menit.
Di atasnya tuang lagi dengan 1 sendok sayur adonan merah, kukus lagi selama 5 menit. Selanjutnya, tuang 1 sendok sayur adonan hijau di atasnya, kukus lagi 5 menit.
Ulangi lagi untuk masing-masing adonan sebanyak 1 sendok sayur secara bergantian hingga adonan habis. Terakhir, kukus lagi adonan selama 25 menit. Angkat. Setelah dingin, potong-potong sebelum disajikan.
Untuk: 30 potong (loyang persegi)

Rin Jani

Minggu, 31 Maret 2013

Dodongkal


Dodongkal

Dodongkal adalah makanan tradisional dari Jawa Barat, tepatnya saya sendiri tidak tahu pasti berasal dari daerah mana.  Waktu saya dulu tinggal di Bogor sering banget beli kue dodongkal ini dan enak dimakan untuk sarapan, dan kayanya sekarang ini sudah jarang orang yang jual dodongkal. Bahan-bahannya simpel tapi menurut saya susah-susah gampang buatnya. Kalo mau enak tepung berasnya menggunakan tepung beras yang digiling sendiri tapi saya menggunakan tepung beras siap pakai aja biar praktis,tepung beras lalu diolah setengah matang dan didinginkan semalaman. Mengukusnya pun bukan pakai dandang biasa tapi pakai kukusan kerucut yang terbuat dari anyaman bambu dan dimasukan ke dalam seeng (dandang tinggi), klo saya kukusnya pake dandang biasa aja....
 
Bahan-bahan:
1,5 kg tepung beras yg sudah diolah setengah matang.
500 gram gula merah disisir halus
1/2 butir kelapa setengah tua, parut
2sdt garam
500 ml air (larutkan garam dalam air)
beberapa lembar daun pandan
 
Taburan :
1/2 butir kelapa, parut memanjang beri garam dan vanili bubuk kukus 10 menit
 
Tepung beras yg diolah setengah matang: 
  1. Takar tepung beras sebanyak yang diperlukan ciprati air sampai berbutir sambil terus diaduk sampai rata, banyaknya air tergantung kelembaban tepung beras. 
  2. Bungkus dengan kain atau langsung di kukusan, kukus selama 15 menit. 
  3. Setelah dikukus angkat dan tebarkan diatas tampah agar tidak menggumpal sampai penampakannya seperti nasi berbutir lalu dinginkan kira-kira 12jam/semalaman.
  4. Setelah dingin ayak dengan saringan, tepung beras setengah matang pun siap diolah.
Cara Membuat:
  1. Siapkan dandang/kukusan beri daun pandan pada air kukusan biar wangi
  2. Campurkan 1/2 butir kelapa parut dengan tepung beras, beri air garam sedikit demi sedikit, aduk hingga lembab dan berbutir. 
  3. Siap kan wadah beri beberapa lembar daun pandan, kemudian sendokan gula merah, tepung beras secara berselang seling sampai habis lalu kukus. Untuk lapisan gula merah jangan terlalu tebal cukup tipis saja sedangkan lapisan tepung beras lebih tebal.
  4. Kukus selama 15-20 menit sampai matang dan semua bahan menyatu
  5. Siap disajukan dengan kelapa parut

Salam
Isna Sutanto
http://cobacoba-isna.blogspot.com

Rabu, 27 Maret 2013

Ketan Urab Betawi


Lg beberes dapur kemarin nemu beras ketan yang terlupakan belum di olah. Langsung saya cuci dan rendam. Setelah hampir 4 jam bingung mau dibuat apa. Pengen laporan juga utk NCCJTIW.
Akhirnya buat yg simple tapi enak aja. Taraaaaa Ketan Urab Betawi

KETAN URAB BETAWI

Berikut resepnya :

Bahan :

500 gr ketan , cuci dan rendam min 3 jam
200 ml santan kental
1 sdt garam
2 lbr daun pandan
1/4 butir kelapa stgh tua, kerik dan parut kasar , kukus dgn sedikit garam

Cara membuat :
  1. Beras ketan yang sudah dicuci dan direndam dikukus sampai 1/2 matang kurleb 30 menit.
  2. Rebus santan, garam, dan daun pandan lalu sirimkan ke ketan yg 1/2 matang tadi, aduk2 sampai rata lalu diamkan kurleb 30 menit di panci
  3. Lalu Kukus kembali ketan yg sudah diberi santan sampai matang
  4. Taburi dengan kelapa parut yg sudah dikukus

Nyam-nyam enak untuk sarapan pagi ini bersama teh manis hangat.

Bisa juga dimakan dengan saus kinca kental seperti lopis.


Salam JTIW,
Ummi meyza

Selasa, 26 Maret 2013

Es Selendang Mayang


Akhirnya laporan yang ke 18, ini hasil dari ide trio TAH yang baik hati, yang es es begitu... Masuk ya Mbak kan pake es, hihihi...
Makasi loh Mbak dah kasi ide, dan ide ini kayanya bakal jadi salah satu jualan saya buat nanti bulan puasa deh.
Kayanya enaaaak deh buka puasa pake selendang mayang ini, manis dan seger soalnya. Lagi panas gini apalagi, mantap kali.
Selendang Mayang ini berasal dari Betawi, dan katanya sih sudah mulai jarang yang jual. Benarkah???
Nah loh, jangan sampai punaaahhh, enak rasanya dijamin suka deh. Nyoook kita jualan selendang mayang nyoookkk!
Kebanyakan resep menggunakan sagu aren dan pakai gula merah, yang saya buat berbeda bahannya. Besok besok mesti coba yang pake sagu aren dan gula merah.
Berikut resepnya dari Sajian Sedap, semoga berkenan yaaa...

SELENDANG MAYANG
Bahan:
750 ml air
2 lembar pandan, diikat
100 gram tepung hunkwe
50 gram tepung beras
1/4 sendok teh vanili bubuk
1/2 sendok teh garam
15 ml air daun suji dari 20 lembar daun suji dan 2 lembar daun pandan (pakai pasta pandan)
2 tetes pewarna hijau tua (ga pake)
3 tetes pewarna merah

Bahan Saus:
150 gram gula pasir
100 ml air
1 lembar daun pandan
3 tetes pewarna merah

Bahan Kuah Santan:
500 ml santan dari 1 butir kelapa
2 lembar daun pandan, diikat simpul
1/2 sendok teh garam

Pelengkap:
600 gram es serut

Cara membuat:
  1. Rebus air, daun pandan, tepung hunkwe, tepung beras, vanili bubuk, dan garam sambil diaduk hingga meletup-letup. Bagi adonan 3 bagian . Satu bagian ditambahkan pewarna merah. Aduk rata. Satu bagian ditambahkan air suji dan pewarna hijau. Aduk rata. Satu bagian lagi biarkan putih.
  2. Tuang adonan hijau ke dalam loyang 24x10x4 cm yang dioles minyak (saya pake loyang brownies dilapisi plastik, baru oles minyak, biar gampang angkatnya, hehehe). Ratakan. Tuangkan adonan putih di atasnya. Tuang lagi adonan merah di atasnya. Diamkan sampai dingin. Potong bentuk jajaran genjang 2 cm.
  3. Saus, rebus bahan saus sambil sesekali diaduk hingga mendidih. Dinginkan. (saya pakai sirup pisang susu tjampolay itu, masi banyak soalnya)
  4. Kuah, rebus santan, daun pandan, dan garam sambil diaduk hingga mendidih. Angkat dan diginkan.
  5. Sajikan potongan selendang mayang bersama siraman saus, santan, dan es batu.
Untuk 6 porsi
Note : Waktu saya campurin pasta pandan dan pewarna merah adonannya mulai membeku, boro-boro bisa diratakan di loyang. Akhirnya kasi sedikit air dan dipanaskan lagi, ckckck... untungnya masih bisa berbentuk, hihihi...

Salam,
Intan Permatasari

Apem Kukus


Selamat sore nyonyahh host trio manis manja TAH, daku mau setor ahh, udah dari taun jebot ga pernah ikutan week-weekan niyy.. boleee yaaa..

Kebetulan aku penasaran banget sama yg namanya Apem Kukus, 3 resep yg sebelumnya kucoba bantet semua, dan kali ini berhasilll, bisa bolong-bolong tuh penampakannya, senangnya hatiku.. dan dari beberapa versi apem yg beredar di pasar, apem kukus yg di resep ini yg memang ku cari, jaman kecil dulu di rawabambu pasar minggu ada mpok-mpok betawi yg jual seperti ini dan aku suka banget. Lama ga ketemu niy kue baru ketemu lagi pas jalan ke Belitong tahun 2006, disana dibilangnya kue apam, sama modelnya, dibuat di loyang besar dan dipotong-2 dijualnya. Nikmehh banget naik perahu keliling pulau kecil di Belitong yg indah sambil nyemilin kue apem kukus ini dicocol kelapa parut, angin sepoi dan goyangan ombaknya bikin si kue berasa makin legit saat digigit :D . Entah asal kue ini dari mana sebenarnya, kata Pak Wisnu dan diconfirm juga oleh Ibuku, di Jogja jaman dulu kue apem kukus seperti ini berwarna putih atau merah, dikukus di loyang kotak dan dijual dalam bentuk potongan jajaran genjang dan bernama Apem Domba. Kok bisa domba yaa? Entahlah, tapi yg penting domba yg satu ini low cholesterol yaa..

APEM KUKUS
(Jogja - Betawi - Belitong ;p)

BAHAN :
150 gr tape singkong yang manis, buang seratnya
150 gr gula merah, sisir halus
200 cc air kelapa
225 cc santan kental
250 gr tepung beras
2 lembar daun pandan, diikat
(aku tambahin 2 sdm gula pasir + 1/2 sdt bubuk kayu manis, dan kelapa parut yg dikukus diberi garam sedikit untuk cocolan or taburannya)

CARA MEMBUAT :
  • Tape singkong diremas-remas sampai halus.
  • Campur gula merah dengan tape yang telah dihaluskan dan air kelapa, aduk rata sampai halus, lalu saring.
  • Siapkan tepung beras dalam wadah, tuangi dengan air tape sedikit demi sedikit sampai kalis sambil ditepuk-tepuk kurang lebih
    selama 20 menit. Tambahkan dengan santan dan diamkan selama 12 jam pada suhu yang hangat. (pas aku buat adonan Sabtu malam di Depok lagi hujan terus, tapi tetap jadi kok
  • Panaskan panci pengukus. Siapkan loyang berukuran 18 x 18 cm, olesi dengan minyak goreng. Tuangkan adonan dalam loyang dan kukus --- (karena aku terobsesi dengan bentuk potongan kue apem ala mpok pasarminggu dan apam ala belitong yg menggunakan loyang tulban jadi aku pakai loyang tulban).
    Kukus kurleb 30menit sampai matang, angkat, dinginkan.Potong kue sesuai selera.

Salam cinta kue nusantara :)

Puspita - Depok
(baru pindahan dari multiply, masih berantakan blognya hihihi)

Sabtu, 23 Maret 2013

Biji Ketapang


Sebelumnya mohon maaf mods, aku engga tau gimana lg cara ngecilin fotonya jd lebih ukurannya 92, aku kecilin lg jadinya 50 engga keliatan gitu gambarnya. Maaf ya mods.

Holla teman2 dan trio TAH,

Setoran ke 2 nih di ajang istimewa ini.
Biji ketapang ala mama'ku ini top markotop plus makyus plus..plus..plus deh pokoknya.
Jaman aku kecil mama'ku jualan sampai bikin 5kg tiap hari! Dijual dikemasan kecil2 gitu.
Dulu sih aku bagian makanin doang, pas udah besaran aku bantuin ngulek glendo coklatnya, haduhhh pegellll bgt deh sampai anti pati ama kue yang satu ini. Tp memang kue ini ngangenin banget, nah demi event ini aku niat mau bikin lg nanya ke mama'ku resepnya dia bilang LUPA waduhhhhhhhh...
Akhirnya uprak2 rumah nenek'ku nyari buku primbonnya. Ketemu deh..
Berikut resepnya ya teman2, percaya deh kalau sudah nyobain resep ini bayangan biji ketapang yg keras saat dimakan itu akan hancurrr berkeping2, soalnya biji ketapang ala mama'ku ini bener2 empyuk, garing dan gurih! Yuksss dicoba..

Biji Ketapang Mpok Noor

Bahan:
- 300 gram tepung terigu segitiga
- 75 gram tepung sagu
- 3 sdm tepung maizena
- 175 gram gula bubuk
- 1 butir telur
-  3 sdm Blue band
- 1 sdt garam
- 1/2 sdt spekuk
- 100gr glendo coklat
-  125-150 Glendo putih

Cara Membuat:
Glendo coklat:
Sangrai 1\2 butir kelapa sampai agak kecoklatan, lalu panas2 tumbuk halus sampai keluar minyaknya. Sisihkan

Glendo putih:
Peras santan kental dr 1 butir kelapa ukuran kecil/sedang masak di api kecil sampai santan kelihatan berminyak. Ambil bagian kentalnya saja 125-150ml campur dengan blue band. Sisihkan.

Adonan:
campur tepung terigu, tepung maizena, tepung sagu, gula, spekuk, garam hingga rata.
Campurkan kan glendo coklat sampai rata sekali, lalu masukan glendo putih dan telur uleni hingga  kalis.
Pulung adonan panjang2 dan gunting2.
Goreng di minyak panas, tp saat sudah panas kecilkan api.

Salam betawi,
Cherys

Aliabegente






Selamat pagi assalamualaikum, trio TAH yang baik hati dan teman-teman semua pagi ini mau setor jtiw yang sekaligus buat temen ngeteh pagi ini, kue yang super gampang dan super murah, tapi juga super males bikinnya, sebeb harus njemur nasi dulu, alhamdulillah kemaren panasnya puoll banget alhasil nasi kering ku bisa mengembang sempurna saat digoreng. Yaudah yuk diliat resepnya...

Aliabegente

Bahan:
Nasi kering 300gram ( nasi yang dijemur matahari )
Gula merah 500gram
Garam 1sdt
Daun jeruk purut 3 lembar iris halus
Minyak untuk menggoreng secukupnya

Cara membuat:
Goreng nasi kering sampai matang dan mengembang. Sisihkan.
Masak gula merah diatas wajan sampai melelh/mencair, masukkan garam dan irisan daun jeruk purut, sambil diaduk masukkan nasi kering. Aduk terus sampai rata,
Setelah rata, siapkan loyang bundar atau apa aja, tuang kedalam loyang dan ratakan.
Diamkan sampai dingin dan mengeras, kalo sudah keras baru dipotong2 sesuai slera. Sajikan dengan teh pahit. Selamat mencoba!

Salam kue-kue betawi
Nina

Kue Andepite






Dear trio TAH,

Mau laporan premier nihh..
Jd malu, yg lain sudah ke 8, 9 aku masih pertama. Yg penting ada meramaikannn..
Nah, kue ini aseli dari tanah betawi namanya Andepite. Biasanya saat lebaran, di khitanan, atau perkawinan orang betawi jaman bahela ada nih kue nongkrong di meja panjang, tp dengan sistem kepraktisan pesta2 betawi pun orang jd lebih memilih beli jadi sedangkan kue2 beli jadi biasanya standard ya bolu, talam, kue pisang, mulai deh orang lupa sama kue ini.
Keluarga ku termasuk keluarga yg bangga akan ke-betawian'nya, mulai dr kue2an, lagu2, kesenian, hampir semua cang, cing, om, tante dan termasuk si babe ngarti bener.
Cuma ya itu, kalau minta ajarin salah satu cang-cing kudu siap2 pake helm! Kalau di NCC lempar centongnya engga beneran "centong" nah sama cang-cing aku sib beneran kena centong deh kalau salah atau protes sama cara masak dia hahaha..
Tp yg suprised bgt saat aku suguhin kue ini ke papa'ku sangking terharu-nya dia sampai berkaca2, katanya ingat almarhum ibu-nya yg "tukang kue" dulunya. Kue basah ini memang sudah engga pernah dibikin lg krn saat kumpul2 lebaran keluarga'ku lebih memilih bikin kue kering.
Aku jadi ikut terharu, menurut papa'ku "kalau dulu mama papa engga jualan kue saat lebaran kita (adik kakaknya) ya engga lebaran, engga beli baju, engga bikin ketupat"
Engga nyangka yah sekedar kue bisa membuka kenangan lama.
Mudah2an resep keluarga yg sarat cerita ini bisa buat cerita baru yah dirumah NCCer sekalian.
berikut resepnya:

Kue Andepite

Bahan:
100gr Tepung Beras
2 sdm Sagu
1 sdt Garam
250 ml santan hangat
200 ml santan mendidih

Isi:
100gr kentang (berat setelah di tumbuk dan dihaluskan)
6 sdm gula Pasir

Taburan:
2 sdm adas manis (di sangrai lalu di blender halus)

Cara membuat:

  1. Campur bahan kering dengan santan hangat, sisihkan (adonan).
  2. Rebus kentang beserta kulit, kupas saat masih panas tambahkan gula pasir lalu saring kembali sehingga tekstur kentang lembut.
  3. Campur adonan dengan 200ml santan mendidih,aduk sampai tercampur betul.
  4. Panaskan klakat, tuang cucing (cetakan) setengah dr cetakan, kukus sampai 10 menit.
  5. Setelah cukup matang masukan kentang yg sudah dibulatkan dan siram kembali dengan adonan.
  6. Kukus kembali selama 10-15 menit.
  7. Keluarkan kue dari cetakan dan taburi dengan adas manis.

Hasil 20 buah cucing.

Salam dari tanah betawi,
Cherys

Kamis, 21 Maret 2013

Bandros



Ini laporan yang ke 7 (semoga masuk semua, Amin)
Kue ini masih banyak dijual di Bandung, katanya kalau di Betawi disebut kue Pancong, tapi ternyata ada yang bilang di http://www.wati-cookery.blogspot.com, kue pancong itu manis???
Semoga ada yang laporan Kue Pancong yaaa...
Berikut resepnya dari http://www.wati-cookery.blogspot.com
(Makasi banyak sharenya ya Mbak, huuuug)


Kue Bandros
Sumber: Primarasa Indonesia "Kue Tradisional Nusantara"
(judul asli di buku: Kue Pancong)

Bahan:
200 gr (1/2 butir) kelapa yang tidak terlalu tua ---- kupas kulitnya
200 gr tepung beras
1 1/2 sdt garam ----- kalo merasa keasinan, cukup 1 sdt saja
600 ml santan dari 1 butir kelapa ----- saya pake santan instan
2 sdm minyak goreng untuk olesan

Taburan:
25 gr gula pasir

Cara Membuat:
  1. Parut kelapa memanjang, peras sedikit santannya supaya tidak terlalu basah. Campur jadi satu bersaa tepung dan garam. Masukkan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
  2. Panaskan cetakan kue bandros yang tertutup. Cetakan cukup panas bila adonan mendesis jika diteteskan. Setelah panas, olesi cetakan dengan minyak.
  3. Masukkan adonan ke dalam cetakan sampai penuh, lalu tutup. Panggang dengan api kecil hingga matang (kurleb 15 menit atau lebih, tergantung api masing2 kompor), lepaskan dari cetakannya selagi masih panas.
  4. Sajikan panas/hangat dengan taburan gula pasir diatasnya.

Catatan:
  • Kue ini lebih nikmat dinikmati saat masih panas/hangat. 
  • Saya mengolesi cetakannya dengan minyak memakai daun pandan, supaya kue nya wangi. Caranya: ambil beberapa helai daun pandan, lipat2 hingga menjadi lipatan daun pandan sepanjang kurleb 10cm, ikat dgn daun pandan juga. Gunakan lipatan daun pandan ini sebagai kuas untuk meminyaki cetakan kue bandros
Salam,
Intan Permatasari