Rabu, 10 April 2013

Bika Ambon khas Medan



Dear : Trio Host NCCJTIW & Segenap Kawan2 NCC

Ini adalah laporan saya yang pertama di ajang NCCJTIIW, baru di detik -detik terakhir sempat untuk 'mengejar' setoran guna meramaikan ajang 'Week2an' yang digelar di milist tercinta ini.
Kali ini pilihan jatuh kepada Bika Ambon makanan khas daerah Medan. Setelah cari-cari di internet mengenai asal usul Bika Ambon ini, saya sendiri tidak dapat menemukan bagaimana sejarah Bika Ambon bisa menjadi makanan tradisional khas Medan, padahal namanya memakai kata 'Ambon' yang mengacu kepada daerah Ambon itu sendiri, tetapi kenapa bisa menjadi makanan khas daerah Medan.
Ada sebagian sumber yang mengatakan bahwa Bika Ambon sendiri merupakan kuliner peninggalan dari bangsa Portugis di Indonesia. Ada juga yang mengatakan bahwa Bika Ambon ini dibawa oleh pedagang-pedagang Ambon yang singgah di kota Medan dan memperkenalkannya kepada penduduk setempat.
Bagaimanapun sejarah dari Bika Ambon ini, yang jelas Bika Ambon sudah melekat menjadi penganan ciri khas kota Medan.

Tambahan Redaksi: (diambil dari Wikipedia)
Menurut penjelasan M Muhar Omtatok, seorang seorang budayawan dan sejarahwan, Kue Bika Ambon terilhami dari Kue khas Melayu yaitu Bika atau Bingka. Selanjutnya dimodifikasi dengan bahan pengembang berupa Nira/Tuak Enau hingga berongga & berbeda dari kue Bika atau Bingka khas Melayu itu. Selanjutnya M Muhar Omtatok menyebutkan bahwa kue ini disebut Bika Ambon karena pertama sekali dijual & popular di simpang Jl Ambon – Sei Kera Medan.
Bika ambon dikenal sebagai oleh-oleh khas Kota Medan, Sumatera Utara. Di Medan, Jalan Mojopahit di daerah Medan Petisah terdapat sedikitnya 30 toko yang menjual kue ini.[1]. Setiap toko di lokasi ini bisa menjual lebih dari 1.000 bungkus bika ambon per hari apabila menjelang hari raya.[1] Diperkirakan, sebutan bika ambon muncul dari kebiasaan masyarakat yang dahulu baru mengenal bika yang diproduksi di jalan ambon, Medan. Penyebutan bika ambon akhirnya menjadi tradisi seiring dengan berkembangnya industri makanan ini.[1]
Untuk resepnya saya menggunakan resep Bika Ambon Oval NCC yang ditulis oleh Ibu Fatmah Bahalwan yang sudah pasti enak rasanya, dan saya membuat 3/4 resep untuk saya coba-coba dan dicetak di loyang ukuran persegi 20 cm.
Berikut resepnya (saya tulis disini sudah menjadi 3/4 resep dan sudah saya modifikasi sedikit dengan menambahkan daun jeruk, daun pandan dan serai)

BIKA AMBON MEDAN

Bahan A : 
75 gr Terigu
150gr Air Kelapa Segar
8 gr Ragi Instant 

Bahan B :
12 btr Kuning Telur
300 gr Gula Pasir
225 gr Sagu 'Tani"
450 gr Santan Kental dimasak dengan daun jeruk, daun pandan, dan serai, kemudian  saring dan dinginkan.
Garam secukupnya
Vanili secukupnya

Cara Membuat:
  1. Aduk bahan A sampai rata. tunda +/- 20 menit.
  2. Aduk kuning telur, gula, garam, dan vanili sampai rata. Masukkan sagu dan bahan A aduk rata, sambil di tuang santan sedikit demi sedikit. 
  3. Saring adonan dan tunda minimal 2 jam sampai berbuih.
  4. Poles loyang dengan minyak tipis-tipis dan panaskan terlebih dahulu di dalam oven. (Sebelum adonan dituang ke dalam loyang, buang buih2 yang ada di permukaan adonan). kemudian tuang adonan ke dalam loyang dan panggang sampai terbentuk seratnya (oven jangan ditutup, biarkan terbuka).
  5. Setelah matang, panggang sebentar menggunakan api atas.
  6. Setelah matang dan dingin, keluarkan dari cetakan, potong-potong dan sajikan.
Salam,
Gunz

1 komentar:

  1. Jadi buihnya dbuang aja ya ? Saya baca resep lain ada yg daduk lagi..lebih bagus sarangnya yang dbuang buihnya atau tdak?

    BalasHapus